Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Rangga Babuju

BABUJU adalah Komunitas Penggiat Kajian Sosial dan Budaya Bima dan intens dalam analisis serta Investigasi selengkapnya

‘Vickinisasi’ dan Kudeta Para Korban Vicky

REP | 13 September 2013 | 05:38 Dibaca: 1255   Komentar: 4   3

Heboh, gaya tutur seorang Vicky Prasetio, tunangan Zaskia Gotik, seorang Artis Cantik, yang ditayangkan oleh salah satu TV Swasta Nasional dalam beberapa hari terakhir ini. Karena kedengarannya lucu dan menggelitik, menarik para remaja serta masyarakat dunia maya di Indonesia, menjadikan Kata-Kata dan Istilah-Istilah yang dilontarkan oleh Vicky tersebut sebagai guyonan sekaligus rumor intelek di Jejaring Sosial beberapa hari ini.

Bukan masalah pada sisi kekakuan Vicky dalam membahasakan istilah-istilah yang menurut akademisi dan cendekia, sebagai istilah ’salah tempat’. Istilah-istilah ilmiah yang dilontarkan oleh Vicky, bagi masyarakat yang tidak paham terkesan Intelektual, namun bagi yang memahami makna dan arti dari istilah tersebut, sangat menggelitik. Dalam istilah saya, Vicky mencoba melakukan ‘Cocologi‘ istilah, sehingga mengesankan dirinya seorang intelektual muda yang begitu cerdas.

Booming nya Kalimat yang dilontarkan oleh Vicky di jejaring sosial akhir-akhir ini, menutupi informasi-informasi setelahnya. Akibat munculnya Vicky di Televisi dengan Kalimat Cocologi nya yang heboh tersebut, menjadikan Vicky sebagai Artis pendatang baru yang ‘lucu & lancang’. Akibatnya, keesokan hari, selasa (10/9), Vicky ditangkap oleh Unit Reserse & kriminal Polda Metro Jaya karena diduga kuat menipu hingga Vicky meraup miliaran rupiah. Polda Metro jaya mengaku, bahwa penangkapan Vicky berdasarkan Laporan beberapa Korban yang diduga sebagai Korban dari modus penipuan Vicky beberapa tahun terakhir, setelah melihat Vicky ditelevisi.

Tetapi, disini saya bukan bermaksud membahas, kasus penipuan hingga kasus skandal asmara yang dilakukan oleh Vicky terhadap beberapa Perempuan Kaya di Jakarta. Tetapi saya ingin menyatakan, ternyata Kalimat Cocologi seperti yang diutarakan oleh Vicky dengan bangga dan tanpa ‘muka berdosa’ dihadapan media elektronik (Baca” Media Televisi), pada acara Pertunangannya tersebut, sesungguhnya sudah banyak dan sering dilakukan oleh banyak orang Indonesia sebelum Vicky.

Salah satu contoh dari hal tersebut adalah ditemukannya Surat Cinta yang dikirim oleh Seorang remaja Indonesia di Amerika sebagai Pekerja Migran kepada seorang Pemuda Amerika. Berikut Isi surat yang dimaksud, yang saya Copy dari salah satu Blog tahun 2009 yang lalu (saya lupa alamat Blog tersebut - Mohon Maaf):

Sum, seorang TKW Indonesia bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya seorang bule dari Amerika bernama Robbie akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya. Sum menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris waktu di training centre & kamus tebal.

Hi Robbie, with this letter I want to give know you

(hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu)

I WANT TO CUT CONNECTION US

[Saya ingin memutuskan hubungan kita]

I have think this very cook cook

(saya telah memikirkan hal ini masak masak)

I know my love only clap half hand

(saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan)

Correctly, I have see you go with a woman entertainment at town with my eyes and head myself

(sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi bersama seorang wanita penghibur dI kota dengan Mata kepala saya sendiri)

You always ask apology back back times

(kamu selalu minta maaf berulang ulang kali)

You eyes drop tears crocodile

(matamu mencucurkan airmata buaya)

You correct correct a man crocodile land

(kamu benar-benar seorang lelaki buaya darat)

My Friend speak you play fire

(teman saya bilang kamu bermain api)

Now I know you correct correct play fire

(sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)

So, I break connection and pull body from love triangle this

(jadi, saya putuskan hubungan dan menarik diri dari cinta segitiga ini)

I know result I pick this very correct, because you love she very big from me

(saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih besar dari saya)

But I still will not go far far from here

(namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini)

I don’t want you play play with my liver

(saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya)

I have been crying night night until no more eye water thinking about your body

(saya menangis bermalam-malam sampai tidak Ada lagi airmata Memikirkan dirimu)

I don’t want to sick my liver for two times

(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)

Safe walk, Robbie (selamat jalan, Robbie)

Girl friend of your liver (kekasih hatimu)

Note: This river I forgive you, next river I kill you !

(kali ini aku maafkan kamu, kali lain aku bunuh kamu !)

Untuk itu, Mohon tidak lagi Membahas tentang bahasa Vicky sang sok Intelektual Penipu tersebut, sehingga kita yang ada di dunia nyata ini terpengaruh kemudian menjadikan kata-kata, istilah atau kalimatnya Vicky sebagai pembiasaan rumor yang menarik dan akhirnya kita cenderung menjadikan istilah tersebut dilidah kita serta berbagai istilah lainnya dipaksa sehingga terkesan ‘Vickynisasi’. Seperti halnya istilah ‘Sesuatu’ yang dilontarkan oleh Syahrini, ‘Secara’ oleh para entertaint Sinetron, serta istilah lainnya, yang sempat meracuni bahasa anak muda. Katanya sich bahasa Alay, dalam bahasa Indonesia, Alay itu apa ya…??

Kok tidak ada yang bahas sosok Vicky Prasetio yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya karena menipu puluhan orang dalam beberapa tahun ini hingga miliaran rupiah dan peng-kibul-an belasan perempuan cantik dalam 2 tahun terakhir. Malah, pada malam setelah acara pertunangannya, seorang perempuan cantik mengaku, masih dirayu dan berselingkuh dengan Vicky…. Capek Dech….!!!

Maaf, mungkin tulisan ini membuat anda bingung, karena saya juga menulis tulisan ini dalam keadaan geram bercampur bingung karena banyaknya ’statusisasi’ yang begitu ‘Vickynisasi’ diberanda Facebook saya dalam beberapa hari ini. Semoga tidak menimpa saudara juga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: