Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Slamet Dunia Akhirat

seorang biasa yang hanya bisa menghasilkan tulisan yang biasa-biasa saja. gak punya blog, hanya nongkrong selengkapnya

Karena Bahasa Dhany dan Vicky Di-bully

OPINI | 12 September 2013 | 09:51 Dibaca: 1078   Komentar: 4   1

Sama-sama menyandang nama Prasetyo, Ahmad Dhani Praseto dan Vicky Prasetyo pernah mengalami hal yang sama yaitu di bully di sosmed berkaitan dengan bahasa. Jika ADP terkenal dengan kata-katanya “I think… I think” lain lagi dengan VP. Dalam wawancaranya dengan sebuah infotainmen dia berbicara layaknya orang pinter dengan kata-kata yang terlihat ‘intelek’. Selain itu dalam video saat dia kampanye calon kepala desa, dia terlihat “sangat lancar” berbahasa Inggris tidak seperti Dhani yang terbata-bata dalam berbahasa Inggris.

Ternyata masalah sepele yang sering terjadi sehari-hari tentang bahasa ini bisa sangat heboh setelah diupload di youtube dan dibahas secara intens oleh berbagai infotainmen di televisi. Dan masyarakat indonesia yang terkenal latah pun ikut-ikutan memakai gaya bahasa baru yang terdengar sangat intelek itu. Tapi tentu saja semua itu hanya untuk becanda dan lebih bersifat mengolok-olok.

Paling heboh tentu saja di sosmed, berbagai cemooh dan olok-olok ditujukan kepada Vicky. Bahkan pembullyan itu semakin menjadi ketika diketahui sipemilik gaya bahasa intelek itu ditengarai seorang playboy penjahat kelamin dan seorang penipu ulung. Dan atas kasus terakhir itu Vicky mendapat ganjarannya dengan menghuni dinginnya jeruji penjara.

Menurut saya dalam berbahasa membutuhkan sebuah keahlian tersendiri. Untuk berbahasa yang baik dan benar harus mengerti dan mengetahui kaidah-kaidah bahasa serta mempraktekannya secara terus-menerus. Apalagi jika yang dipakai adalah bahasa asing alias bukan bahasa ibu yang sehari-hari biasa dipakai.

Dulu sewaktu masih sekolah guru bahasa Inggris saya selalu memotivasi para muridnya untuk terus mempraktekan bahasa Inggris setiap ada kesempatan, jangan takut dan malu untuk melakukan kesalahan dalam belajar berbicara bahasa asing, dan jika ada yang mentertawakan anggap saja itu sebagai angin lalu.

Diantara teman-teman, saya termasuk ‘murid gagal’ dalam berbahasa Inggris. Selain bodoh, saya sangat takut untuk mempraktekannya berbicara bahasa inggris di depan umum. Saya masih takut dan malu jika ngomong bahasa inggris salah yang ujung-ujungnya menjadi bahan tertawaan teman-teman.

Dan sekarang, melihat fenomena banyaknya cemoohan dan olok-olok oleh masyarakat terhadap kekonyolan, keamburadulan dan kegagapan berbahasa Ahmad Dhani dan Vicky Prasetyo, saya sedikit bersyukur bahwa saya bukanlah seorang yang berani untuk bicara dalam bahasa ‘aneh’ itu sehingga saya tidak menjadi korban tertawaan orang-orang yang lebih pandai berbahasa dibanding saya, seperti yang menimpa ADP dan VP

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | | 01 September 2014 | 17:08

Catatan Pendahuluan atas Film The Look of …

Severus Trianto | | 01 September 2014 | 16:38

Mengulik Jembatan Cinta Pulau Tidung …

Dhanang Dhave | | 01 September 2014 | 16:15

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 7 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemenang Putri Indonesia di Belanda Bangga …

Bari Muchtar | 8 jam lalu

Penanggulangan Permasalahan Papua Lewat …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Antara Aku, Kamu, dan High Heels …

Joshua Krisnawan | 8 jam lalu

Rakyat Dukung Pemerintah Baru Ambil Jalan …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Masa Orientasi, Masa Di-bully; Inikah Wajah …

Utari Eka Bhandiani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: