Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Himam Miladi

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Arti Bahasa Vicky Menurut Para Ahli Bahasa

REP | 12 September 2013 | 11:21 Dibaca: 1482   Komentar: 3   1

Nama Vicky Prasetyo mendadak tenar di jagad dunia maya. Tak lain adalah karena gaya bahasanya dalam sebuah wawancara infotainmen. Bahasa Vicky, yang oleh pemirsa awam nampak sulit dimengerti arti dan maknanya langsung menjadi trendsetter sendiri. Banyak yang mencoba menerka dan mengira, apa arti sesungguhnya dari berbagai kalimat “bersayap” yang terucap dari bibir Vicky Prasetyo.

Setelah berusaha lama dan melalui perenungan yang sangat dalam, beberapa ahli bahasa akhirnya berhasil menterjemahkan kalimat-kalimat Vicky yang sekarang jadi model bahasa sendiri itu. Berikut hasil terjemahan tersebut:

“Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi, karena basically aku suka senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya,”

“Ditengah usia saya yang baru 29 tahun ini, saya masih merindukan pengakuan atas karya-karya yang saya buat. Pada dasarnya, saya senang musik dan ingin menekuninya. Tapi sayang, pilihan itu tidak ideal bagi saya. Sebab, menurut saya, musik sulit membuat seseorang menjadi kaya. Dan kemakmuran (kaya raya) adalah pilihan kami.

“Kita belajar, apa ya, harmonisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan.”

“Kita harus belajar memahami perbedaan, mulai dari hal-hal terkecil, bukan membuat hal kecil menjadi besar. Kita tidak boleh merasa benar sendiri terhadap satu sama lain, dan memaksakan segala kehendak diri.”

“Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident. Tapi, kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik, dan aku sangat bangga.”

“Hubungan pertunangan ini seharusnya tidak membuat kita takut. Apalagi ketakutan bahwa akan memperburuk standar ekonomi keluarga Zaskia. Sebaliknya, hubungan saya dan Zaskia bisa meningkatkan rasa percaya diri kami berdua. Namun, bagaimanapun kita harus mampu mengoptimalkan kepandaian agar standar ekonomi keluarga meningkat, dan saya sangat bangga sudah dibekali kecerdasan.”

Seperti apa yang sudah dijelaskan oleh keluarga Vicky, bahwa kalimat dan susunan bahasa yang Vicky ucapkan itu penuh makna filosofis. Makanya, tidak semua orang bisa langsung mengerti apa arti sesungguhnya dari bahasa Vicky tersebut. Butuh bantuan ahli-ahli bahasa dan para filsuf untuk bisa menterjemahkan bahasa Vicky Praseyto.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

7 News: Korban Gempa 3.200 dan Masih Terus …

Tjiptadinata Effend... | | 27 April 2015 | 19:26

Tindakan Kekerasan dalam Paket Berita …

Ombrill | | 27 April 2015 | 18:44

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 4 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 5 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 7 jam lalu

Anggun Minta Pembatalan Eksekusi Mati, Siapa …

Lilik Agus Purwanto | 11 jam lalu

X Factor Indonesia dan Runtuhnya Sebuah …

Andi Kurniawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: