Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Primata Euroasia

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Arti Bahasa Vicky Menurut Para Ahli Bahasa

REP | 12 September 2013 | 11:21 Dibaca: 1423   Komentar: 3   1

Nama Vicky Prasetyo mendadak tenar di jagad dunia maya. Tak lain adalah karena gaya bahasanya dalam sebuah wawancara infotainmen. Bahasa Vicky, yang oleh pemirsa awam nampak sulit dimengerti arti dan maknanya langsung menjadi trendsetter sendiri. Banyak yang mencoba menerka dan mengira, apa arti sesungguhnya dari berbagai kalimat “bersayap” yang terucap dari bibir Vicky Prasetyo.

Setelah berusaha lama dan melalui perenungan yang sangat dalam, beberapa ahli bahasa akhirnya berhasil menterjemahkan kalimat-kalimat Vicky yang sekarang jadi model bahasa sendiri itu. Berikut hasil terjemahan tersebut:

“Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi, karena basically aku suka senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya,”

“Ditengah usia saya yang baru 29 tahun ini, saya masih merindukan pengakuan atas karya-karya yang saya buat. Pada dasarnya, saya senang musik dan ingin menekuninya. Tapi sayang, pilihan itu tidak ideal bagi saya. Sebab, menurut saya, musik sulit membuat seseorang menjadi kaya. Dan kemakmuran (kaya raya) adalah pilihan kami.

“Kita belajar, apa ya, harmonisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan.”

“Kita harus belajar memahami perbedaan, mulai dari hal-hal terkecil, bukan membuat hal kecil menjadi besar. Kita tidak boleh merasa benar sendiri terhadap satu sama lain, dan memaksakan segala kehendak diri.”

“Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident. Tapi, kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik, dan aku sangat bangga.”

“Hubungan pertunangan ini seharusnya tidak membuat kita takut. Apalagi ketakutan bahwa akan memperburuk standar ekonomi keluarga Zaskia. Sebaliknya, hubungan saya dan Zaskia bisa meningkatkan rasa percaya diri kami berdua. Namun, bagaimanapun kita harus mampu mengoptimalkan kepandaian agar standar ekonomi keluarga meningkat, dan saya sangat bangga sudah dibekali kecerdasan.”

Seperti apa yang sudah dijelaskan oleh keluarga Vicky, bahwa kalimat dan susunan bahasa yang Vicky ucapkan itu penuh makna filosofis. Makanya, tidak semua orang bisa langsung mengerti apa arti sesungguhnya dari bahasa Vicky tersebut. Butuh bantuan ahli-ahli bahasa dan para filsuf untuk bisa menterjemahkan bahasa Vicky Praseyto.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

“Menjadi Indonesia” dengan Batik …

Hendra Wardhana | | 02 October 2014 | 05:49

Seandainya Semalam Ada Taufik Kiemas …

Hendi Setiawan | | 02 October 2014 | 07:27

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 2 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 2 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 3 jam lalu

MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kericuhan …

Galaxi2014 | 5 jam lalu

Sepedaku Dicolong Maling Bule …

Ardi Dan Bunda Susy | 6 jam lalu


HIGHLIGHT

Wisata Rohani di tepi Rawa Pening …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pasukan Kecil yang Lugu …

Muhamad Adib | 8 jam lalu

Bu Mega Temuilah SBY! …

Apriliana Limbong | 8 jam lalu

Oktober 49 tahun lalu …

Pras | 8 jam lalu

Selamat Hari Batik Nasional …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: