Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Teguh Suprayogi

Therapist di Saudi Arabia

Bahasa Vicky Mengkudeta Pembaca

REP | 10 September 2013 | 15:14    Dibaca: 3958   Komentar: 78   24

1378800845280149186

Vicky/showbizliputan6.com

Beberapa hari ini saya tersenyum(kecut) melihat video dan membaca beberapa
status beberapa teman yang menirukan gaya bicara Vicky, calon suami Zaskia
Gotik yang akhirnya dicokok aparat karena beberapa kasus kriminal. Dalam
video yang diunggah di You Tube, nampak si Vicky dalam wawancara dengan
media infotainment menggunakan bahasa yang sangat dipaksakan, sok keren,
yang justru terdengar sangat norak…

Konspirasi, harmonisasi, statusasi….halah ngomong opo iki! Bagi orang awam
saja terasa aneh dan lucu, bagaimana bila yang menilai ahli bahasa, tentu
semakin salah kaprah bahasa yang digunakan laki-laki ini yang konon hiper sex.
Mungkin menjadi hiburan tersendiri diantara berita-berita ditanah air yang
menyesakkan dada, penggunaan bahasa si Vicky bisa bikin senyum atau tertawa.

Tidak masalah sih kalau nggak keterusan memakai bahasa macam gini, seperti
sebuah status fesbuk hari ini yang cukup menghibur, “Kangen Jogja
menyebabkan gangguan kontroversi hati, kelabilan ekonomi dan stabilisasi jiwa
yang merajalela”
. Adalagi yang menjawab status ini “Belum bisa ke Jogja
karena konspirasi kemakmuran(baca: ngirit)

Bagaimana menurut anda dengan bahasa macam ini, perlu diperbaiki atau malah
dilanggengkan? Mungkin perlu intervensi dari ahli bahasa agar konspirasi bahasa
ini tidak semakin membuat kontroversi yang bisa berakibat masyarakat semakin
termarjinalisasi, tidak ada harmonisasi dalam berbahasa tentu kurang baik bagi
masyarakat Indonesia yang sedang menuju negara industrialisasi….

Dammam, 10/09/2013

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Asyiknya Wisata Gowes ke Bandung Timur …

Masrierie | | 28 May 2015 | 18:08

Pemimpin Era Digital, Relevankah? …

Hilman Fajrian | | 28 May 2015 | 10:41

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

JNE Gandeng Pakar Digital Tularkan Semangat …

Damayanti Sinaga | | 28 May 2015 | 18:10

Sambutlah: Kompasiana Baru 2015 yang Lebih …

Kompasiana | | 20 May 2015 | 19:02


TRENDING ARTICLES

Sugiharto, Petral Bermanfaat bagi Indonesia, …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Presiden Jokowi: Hari Ini Saya Ingatkan …

Opa Jappy | 10 jam lalu

KPK Ngamuk, Didukung Penuh Polri, MA, MK, …

Asaaro Lahagu | 11 jam lalu

5 Samurai Membidik Rachmat Gobel …

Djono Bedjo | 13 jam lalu

Petral Diaudit, Posisi Politik Jokowi, dan …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: