Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Aba Mardjani

Wartawan Olahraga, Kadang Menulis Cerpen, Tinggal di Jakarta.

Di Balik Cerita ‘Mbah Simbad Si Pawang Hujan’ (Kompas, 4 Agustus)

REP | 05 August 2013 | 13:07 Dibaca: 274   Komentar: 6   2

Ide Cerita Pendek ‘Mbah Simbad Si Pawang Hujan’ muncul dari cerita anak-anak di rumah soal kehebatan seorang pawang hujan di Tanah Kusir. Pawang ini begitu hebatnya hingga bisa menahan atau mengalihkan hujan demi kelancaran proyek revitalisasi Sungai Pesanggrahan. Tak aneh jika kami di Tanah Kusir, ikut kena imbasnya. Tak pernah turun hujan dan sumur-sumur tetangga mulai kering.

Cerpen ini saya selesaikan pada 2012 dan kemudian saya kirimkan ke harian Jawa Pos pada 22 Oktober 2012, lalu saya kirim ulang pada 25 Oktober.

Setelah menanti 3 bulan (25 Januari 2013) tak ada kabar apapun dari Jawa Pos, maka Cerpen ini saya coba peruntungannya di Harian KOMPAS dengan mengirimkannya pada 29 Januari 2013.

Lama saya tunggu, di KOMPAS pun tak kunjung berkabar hingga kemudian saya kirimkan Cerpen kedua pada Maret 2013. Biasanya, setelah melebihi 3 bulan, KOMPAS mengembalikan naskah melalui email. Namun, hingga Juni 2013. kabar ‘Mbah Simbad’ tak ada rimbanya.

Dengan keyakinan email yang saya kirimkan tertumpuk dengan email-email lain, maka saya lakukan langkah terakhir. ‘Mbah Simbad’ coba saya kirimkan kembali ke KOMPAS pada 2 Juli 2013. Untuk pengiriman ini, date line di akhir naskah saya delete supaya tak terkesan Cerpen jadul. Setelah itu, saya pasrah. Jika hingga Oktober tak juga ada kabar soal ‘Mbah Simbad’, langkah berikutnya bisa saya kirimkan ke media lain, atau memostingnya di KOMPASIANA. Gratis.

Begitulah sahabat KOMPASIANA kisah di balik Cerpen Mbah Simbad.

Salam…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 4 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 5 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 6 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 7 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 8 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 8 jam lalu

Perjamuan Akhir di Bali …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 9 jam lalu

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: