Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Dewi Kurniasari

Pembelajar sejati : suka belajar dan berbagi agar senantiasa bertumbuh dan bermakna. Learning - Sharing - selengkapnya

Hati-hati Menggunakan Kata ‘Tapi’, Karena ….

OPINI | 26 July 2013 | 13:10 Dibaca: 579   Komentar: 18   5

Kita tentu merasa senang bila dapat memahami kata-kata yang tersurat. Namun akan lebih bermanfaat, jika dapat menangkap makna lain yang tersirat dari suatu kalimat. Mengapa? Karena kita bisa mengetahui maksud sebenarnya dari apa yang terucap (knowing unspoken).

Lalu bagaimana cara kita memahami sesuatu yang tidak tersurat ini? Salah satunya dengan memperhatikan kalimat yang menggunakan kata ‘tapi’ atau ‘tetapi’. Untuk lebih jelasnya, mari kita cermati kalimat-kalimat berikut :

Kalimat yang terucap

Makna yang tersirat

Aku ingin ikut, tapi sayang sudah janjian dengan teman

dia sebenarnya tak ingin ikut

Aku percaya sama kamu, tapi lebih baik kau buktikan dulu kebenarannya

dia tidak percaya

Barangnya tidak seberapa, tapi itu tanda sayangku untukmu

barangnya memiliki nilai tinggi karena ada muatan emosional di dalamnya

Aku ingin sekali bertemu kamu, tapi terserah kamu ajalah …

dia tidak benar-benar ingin bertemu dan menyerahkan keputusan pada orang lain

Hati nuraniku bilang tidak boleh mencuri, tapi kalau terpaksa apa boleh buat ….

boleh mencuri jika terpaksa

Sebenarnya dia cantik tapi sombongnya minta ampun

dia tidak cantik dan sombong banget

Dia layak jadi pemimpin di negara kita, tapi sayang pendukungnya kurang kuat

dia tidak layak jadi pemimpin

Nah, sekarang sudah jelas kan, bagaimana cara kita bisa menangkap maksud yang tersirat di balik kata-kata yang tersurat. Salah satunya dengan memperhatikan kalimat yang menggunakan kata ‘tapi’. Cara lain bisa dengan melihat hal-hal yang bersifat non verbal, seperti mimik muka, gesture, nada suara, dsb.

Begitu pula dengan kita, harus berhati-hati dalam berbicara, karena orang lain akan menangkap makna lain dari apa yang kita katakan. So, hati-hati menggunakan kata ‘tapi’, karena pikiran bawah sadar manusia sangat cerdas. Ia akan menghapus kalimat sebelumnya dan menangkap maksud sesungguhnya dari suatu kalimat. Demikian sahabat, semoga tulisan singkat ini bermanfaat ….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menembus Cadas Puluhan Meter demi Air …

Emanuel Dapa Loka | | 02 March 2015 | 19:48

Modus Baru Begal dan Rampok di Jalanan …

Gunawan | | 02 March 2015 | 16:36

Masa Depan Hubungan Korut - Tiongkok …

Dasman Djamaluddin | | 02 March 2015 | 16:12

Melestarikan Penghijauan dengan Cara Hemat …

Tjiptadinata Effend... | | 02 March 2015 | 17:30

Cara Nyaman, Aman, dan Sehat Tetap Langsing …

Ellen Maringka | | 02 March 2015 | 14:03


TRENDING ARTICLES

NasDem ‘Temani’ Ahok Selamatkan …

Gan Pradana | 11 jam lalu

Nuri Shaden; Salah Kamus …

Jimin Andri Sarosa | 11 jam lalu

Rahasia Kemenangan Zulkifli Hasan Jadi Ketua …

Pebriano Bagindo | 12 jam lalu

Hati-hati ke Bali: Peraturan Angkasa Pura …

Angin Dirantai | 12 jam lalu

Nasi Aking dan Beras Busuk Untuk Jokowi …

Felix | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: