Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Dewi Kurniasari

Pembelajar sejati : suka belajar dan berbagi agar senantiasa bertumbuh dan bermakna. Learning - Sharing - selengkapnya

Hati-hati Menggunakan Kata ‘Tapi’, Karena ….

OPINI | 26 July 2013 | 13:10 Dibaca: 546   Komentar: 18   5

Kita tentu merasa senang bila dapat memahami kata-kata yang tersurat. Namun akan lebih bermanfaat, jika dapat menangkap makna lain yang tersirat dari suatu kalimat. Mengapa? Karena kita bisa mengetahui maksud sebenarnya dari apa yang terucap (knowing unspoken).

Lalu bagaimana cara kita memahami sesuatu yang tidak tersurat ini? Salah satunya dengan memperhatikan kalimat yang menggunakan kata ‘tapi’ atau ‘tetapi’. Untuk lebih jelasnya, mari kita cermati kalimat-kalimat berikut :

Kalimat yang terucap

Makna yang tersirat

Aku ingin ikut, tapi sayang sudah janjian dengan teman

dia sebenarnya tak ingin ikut

Aku percaya sama kamu, tapi lebih baik kau buktikan dulu kebenarannya

dia tidak percaya

Barangnya tidak seberapa, tapi itu tanda sayangku untukmu

barangnya memiliki nilai tinggi karena ada muatan emosional di dalamnya

Aku ingin sekali bertemu kamu, tapi terserah kamu ajalah …

dia tidak benar-benar ingin bertemu dan menyerahkan keputusan pada orang lain

Hati nuraniku bilang tidak boleh mencuri, tapi kalau terpaksa apa boleh buat ….

boleh mencuri jika terpaksa

Sebenarnya dia cantik tapi sombongnya minta ampun

dia tidak cantik dan sombong banget

Dia layak jadi pemimpin di negara kita, tapi sayang pendukungnya kurang kuat

dia tidak layak jadi pemimpin

Nah, sekarang sudah jelas kan, bagaimana cara kita bisa menangkap maksud yang tersirat di balik kata-kata yang tersurat. Salah satunya dengan memperhatikan kalimat yang menggunakan kata ‘tapi’. Cara lain bisa dengan melihat hal-hal yang bersifat non verbal, seperti mimik muka, gesture, nada suara, dsb.

Begitu pula dengan kita, harus berhati-hati dalam berbicara, karena orang lain akan menangkap makna lain dari apa yang kita katakan. So, hati-hati menggunakan kata ‘tapi’, karena pikiran bawah sadar manusia sangat cerdas. Ia akan menghapus kalimat sebelumnya dan menangkap maksud sesungguhnya dari suatu kalimat. Demikian sahabat, semoga tulisan singkat ini bermanfaat ….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 11 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: