Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Ungkapan Hati secara Diam-diam

OPINI | 22 July 2013 | 17:26 Dibaca: 769   Komentar: 8   0

Memang sih sekarang ini sudah jarang ada orang yang mau mengungkapkan perasaan dengan karya sastra. Tapi walaupun sudah jarang, bukan berarti cara itu sudah gak bisa dipakai. Justru kata-kata yang ditulis secara tulus itu malah bisa menyentuh bagian hati orang yang gak bisa disentuh dengan ucapan lisan. Ada yang bilang, “Pria itu kelemahannya di mata, sedangkan wanita kelemahannya di telinga”. Maksudnya, pria itu gampang luluh hatinya saat melihat cantiknya rupa. Sedangkan wanita itu gampang luluh hatinya saat dibelai dengan kata-kata. Nah, buat agan/aganwati yang gak berani ngungkapin soal perasaan langsung kepada gebetan, bisa pake cara ini. Yup.. Bikin puisi..

Sebenarnya ane sendiri belum pernah yang namanya nulis puisi buat seorang wanita. Seumur hidup ane hanya baru sekali baca puisi, itupun puisi tentang pahlawan pas 17 agustus waktu SD dulu. Tapi menurut ane sebenarnya menulis puisi itu gak susah loh.. Karena intinya, setiap tulisan yang ditulis dari hati itu punya kekuatannya tersendiri. Gak perlu nyari kata-kata yang indah dan berlebihan untuk merangkainya. Cukup dengan membayangkan sisi-sisi indah dari si gebetan, dan tuliskanlah sesuai isi hati agan dengan pena. Ada juga yang mengatakan bahwa puisi itu adalah cara curhat yang paling elegan. Bisa dinikmati orang lain, tanpa perlu curhat cerita panjang lebar dan menebar kebosanan sehingga terlihat alay. Karena itu ane juga pengen coba buat puisi. Berikut ini puisinya:

Aku sayang kamu meelll
Kuharapkan kamu sehat selalu
Disetiap sakit dirimu
Ingin sekali selalu berada di dekatmu
Sekedar memijat jari tanganmu
Membuatkan teh hangat untukmu

Memang sulit menjadi sosok seperti ayahmu
Tapi ku kan mencoba seperti yang kamu minta
Menjaga dirimu seumur hidupku

Agan/wati bisa nangkep kan maksud puisi diatas apa? Gampang kan membuat puisi :D
Percayalah.. dengan buku kita bisa melihat dunia. Dengan kata-kata, kita bisa menguasai dunia.. dengan kata-kata juga kita bisa menguasai hati wanita ;)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 5 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

PKS Membuat Banyak yang Panas Dingin …

Pecel Tempe | 9 jam lalu

Waktu, Maafkan Aku.. …

Syndi Nur Septian | 9 jam lalu

The Comment…Siapa yang Nanya? …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Cerpen Remaja: Pak Polisi yang Kukagumi …

Didik Sedyadi | 9 jam lalu

TNI AL dalam Konstelasi Kekuatan Laut Asia …

Mudy | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: