Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Apa Padanan Kata ‘Landmark’ dalam Bahasa Indonesia?

OPINI | 26 May 2013 | 00:20 Dibaca: 2484   Komentar: 6   1

Judul di atas merupakan pertanyaan yang tiba-tiba muncul saat menemukan kata ‘landmark’ secara kebetulan ketika melihat sebuah situs web yang bertuliskan “Lomba Desain Landmark Kota Bekasi”. Menariknya di sini hanya kata ‘landmark’ itu saja yang dibiarkan utuh, sementara kata yang juga berasal dari bahasa english yaitu ‘design’ sudah tepat di-Indonesia-kan menjadi ‘desain’.

Arti kata ‘landmark’ itu sendiri juga sangat banyak dan luas. Jika kita ketik di kamus.net maka akan ada beberapa jawaban yaitu: hal yang menonjol, kejadian peristiwa penting, penunjuk, sesuatu yg mudah dilihat atau dikenal. Sedangkan definisi bahasa Inggrisnya ada beberapa, salah satunya adalah: the position of a prominent or well-known object in a particular landscape.

Di situs lomba desain tersebut (http://landmark-kotabekasi.com) hanya ada penjelasan tentang apa itu ‘landmark’. Menurut mereka, ‘landmark’ diartikan sebagai segala sesuatu yang memudahkan untuk dikenali, dikenang, dan dikagumi, berkaitan monumen, bangunan, dan struktur lainnya. Harapannya sebuah ‘landmark’ juga bisa berfungsi untuk membantu orang dalam mengarahkan diri pada titik orientasi tertentu pada sebuah sebuah lokasi di Kota Bekasi.

Sepertinya belum ada padanan kata atau frasa yang tepat untuk ‘landmark’ ini. Beberapa pakar mencoba untuk memberi standar definisi kata ini, salah satunya justru dari seorang begawan marketing Prof. Hermawan Kartajaya yang mengartikan ‘landmark’ sebagai sebuah simbol visual yg mengindentifikasikan suatu kota berdasarkan bentuk visual tertentu yang kuat karena memiliki suatu yang khas dan tidak dimiliki daerah lain serta berada pada tempat strategis sebuah kota, dimana arah atau aktivitas saling bertemu.

Jika kita melihat contoh-contoh ‘landmark’ yang ada seperti Monas (Monumen Nasional) di Jakarta, Gedung Sate di Bandung, dan Jam Gadang di Bukittinggi, maka sebenarnya sudah tergambar dengan jelas tentang apa yg dimaksud dengan ‘landmark’ itu, namun menemukan kata atau frasa kalimat yang tepat untuk mewakili atau menggambarkannya memang cukup sulit.

Frasa ‘simbol penanda kota’ atau ‘ciri khas penanda suatu daerah’ sepertinya belum dapat mewakili kata ‘landmark’ secara efektif, karena masih terlalu panjang. Apa boleh buat, untuk kali ini kata ‘landmark’ eksistensinya belum tergoyahkan, hingga ada saat di mana nanti para pakar bahasa Indonesia dapat menemukan padanan kata ‘landmark’ ini dengan baik dan benar.

Oh iya, tentang Lomba Desain Landmark Kota Bekasi yang menjadi penyebab kata ‘landmark’ ini dibahas, silakan bagi yang ingin ikut serta bisa langsung saja kunjungi situsnya untuk pendaftaran, tidak perlu harus menunggu sampai padanan kata ‘landmark’ ini ditemukan. Atau mungkin justru akan menemukan padanan yang tepat ketika membuat desain untuk ikutan lomba? :)  [bw]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | | 24 November 2014 | 10:33

Disambut Pelangi Halmahera Utara …

Joko Ade Nursiyono | | 24 November 2014 | 09:41

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 5 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 10 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 12 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: