Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Apa Padanan Kata ‘Landmark’ dalam Bahasa Indonesia?

OPINI | 26 May 2013 | 00:20 Dibaca: 1966   Komentar: 6   1

Judul di atas merupakan pertanyaan yang tiba-tiba muncul saat menemukan kata ‘landmark’ secara kebetulan ketika melihat sebuah situs web yang bertuliskan “Lomba Desain Landmark Kota Bekasi”. Menariknya di sini hanya kata ‘landmark’ itu saja yang dibiarkan utuh, sementara kata yang juga berasal dari bahasa english yaitu ‘design’ sudah tepat di-Indonesia-kan menjadi ‘desain’.

Arti kata ‘landmark’ itu sendiri juga sangat banyak dan luas. Jika kita ketik di kamus.net maka akan ada beberapa jawaban yaitu: hal yang menonjol, kejadian peristiwa penting, penunjuk, sesuatu yg mudah dilihat atau dikenal. Sedangkan definisi bahasa Inggrisnya ada beberapa, salah satunya adalah: the position of a prominent or well-known object in a particular landscape.

Di situs lomba desain tersebut (http://landmark-kotabekasi.com) hanya ada penjelasan tentang apa itu ‘landmark’. Menurut mereka, ‘landmark’ diartikan sebagai segala sesuatu yang memudahkan untuk dikenali, dikenang, dan dikagumi, berkaitan monumen, bangunan, dan struktur lainnya. Harapannya sebuah ‘landmark’ juga bisa berfungsi untuk membantu orang dalam mengarahkan diri pada titik orientasi tertentu pada sebuah sebuah lokasi di Kota Bekasi.

Sepertinya belum ada padanan kata atau frasa yang tepat untuk ‘landmark’ ini. Beberapa pakar mencoba untuk memberi standar definisi kata ini, salah satunya justru dari seorang begawan marketing Prof. Hermawan Kartajaya yang mengartikan ‘landmark’ sebagai sebuah simbol visual yg mengindentifikasikan suatu kota berdasarkan bentuk visual tertentu yang kuat karena memiliki suatu yang khas dan tidak dimiliki daerah lain serta berada pada tempat strategis sebuah kota, dimana arah atau aktivitas saling bertemu.

Jika kita melihat contoh-contoh ‘landmark’ yang ada seperti Monas (Monumen Nasional) di Jakarta, Gedung Sate di Bandung, dan Jam Gadang di Bukittinggi, maka sebenarnya sudah tergambar dengan jelas tentang apa yg dimaksud dengan ‘landmark’ itu, namun menemukan kata atau frasa kalimat yang tepat untuk mewakili atau menggambarkannya memang cukup sulit.

Frasa ‘simbol penanda kota’ atau ‘ciri khas penanda suatu daerah’ sepertinya belum dapat mewakili kata ‘landmark’ secara efektif, karena masih terlalu panjang. Apa boleh buat, untuk kali ini kata ‘landmark’ eksistensinya belum tergoyahkan, hingga ada saat di mana nanti para pakar bahasa Indonesia dapat menemukan padanan kata ‘landmark’ ini dengan baik dan benar.

Oh iya, tentang Lomba Desain Landmark Kota Bekasi yang menjadi penyebab kata ‘landmark’ ini dibahas, silakan bagi yang ingin ikut serta bisa langsung saja kunjungi situsnya untuk pendaftaran, tidak perlu harus menunggu sampai padanan kata ‘landmark’ ini ditemukan. Atau mungkin justru akan menemukan padanan yang tepat ketika membuat desain untuk ikutan lomba? :)  [bw]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 9 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 9 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 9 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 10 jam lalu

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: