Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Yayu

menulis sami sareng mengeksplorasi dunia

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia

REP | 17 May 2013 | 20:59 Dibaca: 999   Komentar: 6   0

Adakah yang sudah mengenal UKBI ? UKBI adalah Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia. Boleh dibilang UKBI ini mirip seperti tes TOEFL dalam bahasa Inggris. Siapapun yang ingin mengetahui kemampuannya atau kemahirannya dalam berbahasa Indonesia, baik lisan maupun tertulis, boleh diuji dengan UKBI ini. Anda merasa tertantang ?

UKBI ini dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Jalan Sumbawa no 11 Bandung. Telepon (022) 4205468. Jadi, jika Anda berminat mengikutinya, silakan datang ke Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat untuk mendaftar menjadi peserta tes UKBI ! Selanjutnya, Anda bisa mengikuti tes tersebut di sana atau di tempat yang telah ditentukan bersama.

Materi UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai macam ranah komunikasi dan laras bahasa. Materi tersebut bersumber dari wacana lisan sehari-hari di masyarakat serta wacana tulis di tempat umum, media massa, buku acuan, dan sebagainya. Soal-soal UKBI ini terdiri atas 5 ( lima ) seksi. Susunannya seperti pada table berikut ini :

SEKSI

JUMLAH SOAL

ALOKASI WAKTU

Seksi I Mendengarkan

40 soal

25 menit

Seksi II Merespons Kaidah

25 soal

20 menit

Seksi III Membaca

40 soal

45 menit

Seksi IV Menulis

1 soal

30 menit

Seksi V Berbicara

1 soal

15 menit

Setelah mengikuti tes, peserta akan memperoleh laporan hasil uji yang berupa sertifikat dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan informasi pada sosialisasi UKBI di Hotel Endah Parahyangan pada Kamis, 16 Mei 2013, hasil UKBI ini akan diumumkan sekitar dua minggu kemudian.

Ada beberapa peringkat hasil UKBI ini, yaitu :

1. Istimewa ( 750 – 900 )

Peringkat ini menggambarkan bahwa peserta memiliki kemahiran yang sempurna dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis. Bahkan, dalam berkomunikasi untuk keperluan keilmiahan yang kompleks pun, yang bersangkutan tidak mengalami kendala.

2. Sangat Unggul ( 675 – 749 )

Peringkat ini menunjukkan bahwa peserta memiliki kemahiran yang sangat tinggi dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tertulis. Dalam berkomunikasi yang bersifat keilmiahan dan keprofesian yang kompleks, yang bersangkutan tidak mengalami kendali. Namun, untuk kepentingan yang lain, peserta dianggap mampu.

3. Unggul ( 525 – 674 )

Peringkat ini mengungkapkan bahwa peserta memiliki kemahiran yang tinggi dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis. Dalam berkomunikasi untuk keilmiahan dan keprofesian yang kompleks, ia masih mengalami kendala.

4. Madya ( 375 – 524 )

Peringkat ini menunjukkan bahwa peserta uji memiliki kemahiran yang memadai dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahsa Indonesia, baik lisan maupun tulis. Dalam berkomunikasi untuk keperluan keprofesian yang kompleks, dia masih mengalami kendala dan akan semakin besar saat berkomunikasi untuk kepentingan keilmiahan.

5. Semenjana ( 225 – 374 )

Tingkat Semenjana berarti peserta memiliki kemahiran yang cukup dalam berbahasa Indonesia, baik lisan atau tulis. Peserta akan terkendala untuk forum keilmiahan, keperluan keprofesian, dan kemasyarakatan yang kompleks. Namun, peserta bisa berkomunikasi untuk kepentingan keprofesian dan kemasyarakatan yang tidak kompleks.

6. Marginal ( 150 – 224 )

Peringkat ini berarti peserta tidak memadai dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, lisan dan tulis. Namun, peserta masih mampu menggunakannya untuk hal-hal yang tidak kompleks, termasuk keperluan kesintasan. Semenjana juga menggambarkan bahwa peserta tidak siap untuk berkomunikasi untuk kepentingan keprofesian bahkan keilmiahan.

7. Terbatas ( 0 – 149 )

Tingkat ini bermakna peserta tidak sangat tidak memadai dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik lisan dan tulis. Peserta hanya siap untuk kepentingan kesintasan. Namun, peserta memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan kemampuannya tersebut.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 6 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 7 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 7 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Gas Elpiji 12 Kg dan Elpiji non subsidi …

Asep Wildan Firdaus | 7 jam lalu

Wow! Demi Cinta, Wanita Ini Tinggalkan …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Sempol, Desa Eropa di Kaki Gunung Ijen …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Memangnya di Sorga Ada Apa?? …

Fenusa As | 8 jam lalu

Menikmati Penyakit Hati …

Orang Bijak Palsu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: