Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

5 Adja

Berusaha menempatkan ALLAH diatas segalanya.

Ada Apa dengan Guru?

OPINI | 13 May 2013 | 11:41 Dibaca: 107   Komentar: 2   1

Lagu Hymne Guru

cipt: Sartono

“Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku

Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

Tanpa tanda jasa”

coba nyanyikan lagu tersebut dengan hati, apa yang muncul dalam pikiran anda setelah selesai menyanyikannya?

Ya. semua pasti beda pendapatnya, beda juga di keseharian guru guru saat ini, tentang makna ketulusan dan pengabdian. memang tidak semuanya tapi mayoritas sudah jauh dari arti ketulusan yang sebenarnya. Lebih tepatnya Motto Guru yang ada di sekitar lingkungan daerah kita adalah ‘Sertifikasi YES, meMINTARkan murid NO’ jangan salah paham dulu ya, bagi pembaca yang berprofesi guru, karena saya yakin anda yang membaca ini tidak seperti yang saya maksudkan di atas. Amin

Dari hasil survei yang tidak sengaja saya kumpulkan di lapangan mulai dari angkot, tempat makan, bahkan acara acara seperti pernikahan, syukuran, banyak di temukan fakta yang membuat dahi mengrenyit karena apa? ya. karena mereka sangat antusias dalam obrolan yang bertemakan sertifikasi, honor, rapelan dan yang berkenaan dengan uang. akan tetapi ketika disinggung soal bagaimana perkembangan murid saat ini, tidak menunjukkan hal positif dalam menjawab pertanyaan tersebut, terkesan cuek terlihat dari mimiknya. Dulu kepentingan murid sangatlah di utamakan di lingkungan sekolah, sekarang pribadinya didahulukan baru murid, terlihat dari seringnya jam kosong di kelas, meninggalkan tugas yang akhirnya tugas tersebut tidak juga di periksa oleh sang oknum, kadang catatan yang bejibun, yang jauh dari kata manfaat.

Inilah sedikit gambaran pendidikan di sekitar kita.

Di sini muncul pertanyaan besar apakan karena UANG lah mereka sudah mengkesampingkan tugas pokoknya, atau profesi nya hanya untuk alibi mendapatkan apa yang menjadi keinginan mereka sang oknum? Wallahu a’lam.

Twitter @5adja

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jelajah Separuh Asia di Planet Tangerang …

Kevinalegion | | 22 May 2015 | 22:57

Keris, Mistik, dan Budaya …

Trie Yas | | 23 May 2015 | 02:16

Menyikapi Budaya Narsis Tak Sehat di Medsos …

Yuliana Aghata | | 22 May 2015 | 14:42

Papa Lim …

Turyana | | 22 May 2015 | 21:45

Seberapa Yakin Kamu Balikan Sama Mantan Sih? …

Listhia H Rahman | | 22 May 2015 | 22:49


TRENDING ARTICLES

SBY dan Pembubaran PT. Petral …

M. Jaya Nasti Nasti | 9 jam lalu

Babak Baru Kisruh PSSI vs Menpora: La Nyalla …

Agus Oloan | 9 jam lalu

Inilah Ujian Akhir Pemerintahan Jokowi …

Pebriano Bagindo | 15 jam lalu

Tenggelamkan Kapal Tiongkok? Siapa Takut! …

Wasiat Kumbakarna | 15 jam lalu

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: