Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Dianingtyas Kh.

Biasa saja, tak ada yang istimewa. http://khristiyanti.blogspot.com/

Kisah Ramayana, Sebuah Romansa Berujung Tragedi

OPINI | 03 May 2013 | 23:08 Dibaca: 10124   Komentar: 14   3

Siapa sih yang tak kenal dengan kisah cinta antara Rama dengan Sinta? Pada zaman dulu, ketika para remaja belum memanggil pacarnya dengan sebutan “papa-mama” atau “ayah-bunda” seperti sekarang ini, mereka terkadang mengubah namanya menjadi nama tokoh yang identik dengan kisah cinta semacam “Romeo dan Juliet” atau “Romi dan Yuli”, “dan yang sangat populer adalah “Rama-Sinta”. Yuhuu…

Dalam benak mereka, barangkali kisah ini menggambarkan cinta sejati yang terbawa sampai mati. Padahal, kisah Rama-Sinta, meskipun terkenal sebagai sebuah romansa cinta yang membuat Rama mati-matian menggempur Alengka, termasuk sebuah kisah tragedi. Mengapa tragedi?

Mari kita runut perjalanan dua sejoli ini. Dua sejoli ini disatukan oleh sebuah sayembara yang dimenangi oleh Rama sehingga ia bisa mempersunting Sinta sebagai istrinya. Sayang, Rama yang putra raja Ayodya terpaksa tidak dapat menduduki tahtanya sehingga dibuang ke hutan selama belasan tahun karena tingkah polah sang ibu tiri. Dalam pembuangan, Sinta diculik oleh Rahwana.  Penculikan ini membuat Rama menggempur Alengka, kerajaan milik Rahwana.

Singkat kata, Rama pun menang dan Sinta dapat dibawa pulang ke Ayodya. Ia pun menjadi raja setelah menjalani masa pembuangan. Sayang, cerita belum happy ending sampai di sini. Kalau dalam dongeng HC Andersen, begitu sang putri bertemu pangeran cerita akan selesai, dalam cerita Ramayana yang dikarang oleh Empu Walmiki ini cerita masih berlanjut. Bagaimana kelanjutannya?

Cinta Rama ternyata tak cukup besar untuk mempercayai kesucian Sinta. Ia pun menuntut Sinta untuk melakukan pati obong  atau membakar diri untuk membuktikan kesuciannya. Jika Sinta sudah ternoda, maka ia akan hangus terbakar api, sedangakn jika Sinta masih suci, ia tak akan hangus meskipun masuk ke dalam api yang menyala-nyala. Entah bagaimana perasaan Sinta ketika ia masuk dalam api unggun besar yang siap menghancurkan dirinya. Ia lolos dari maut karena api tak mau memakan dirinya. Namun, bagi para penjunjung cinta, tentunya hal ini sudah mencederai cinta suci yang ada di antara mereka. Cinta Rama tidaklah setulus cinta Sinta.

Jika kemudian ketidaktulusan itu berujung pada dibuangnya Sinta ke hutan, sendirian, dalam keadaan hamil, tentulah hal ini juga menunjukkan bahwa cinta Rama kepada Sinta tidaklah sekuat yang dibayangkan orang, seperti tergambar dalam cerita-cerita selama ini. Rama memang mencintai Sinta, namun ternyata cintanya tak cukup besar untuk percaya pada istrinya. Harusnya, jika pun Sinta memang ternoda, sebagai seorang yang sangat mencintai istrinya, Rama tetap menerima Sinta apa adanya, bukan?

Dan endingnya? Oho, sangat tragis, Saudara-Saudara. Setelah Sinta dibuang saat hamil di hutan, ia pun kemudian melahirkan dua anak kembar yang kemudian menantang bapaknya karena telah menelantarkan ibu mereka. Ketika sang bapak malah hendak membunuh anaknya, Sinta pun memilih untuk ditelan bumi karena tak kuasa melihat pertumpahan darah antara Rama dan anaknya. Selesai dan penuh deraian air mata.

Kisah Ramayana sendiri merupakan kisah wayang favorit saya karena ketinggian nilai sastranya dan kompleksitas alurnya yang sampai sekarang masih susah dicari tandingannya. Namun, rasanya perlu diluruskan bahwa Kisah Rama dan Sinta bukanlah sebuah kisah cinta yang romantis, tetapi sebenarnya merupakan sebuah tragedi cinta karena kurangnya rasa percaya dan penerimaan terhadap pasangan. Bagaimana menurut Anda?

Salam,

Dian.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 7 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 9 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: