Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Ridwan Arifin

Pecinta Bahasa, Budaya dan Penerjemahan dengan blog lingua-bahasa.blogspot.com. dan ridwanbahasa.wordpress.com (sedikit promosi..hehehe) selengkapnya

Berbagai Penggunaan Kata ‘Lelang’ dalam Bahasa Indonesia

REP | 01 May 2013 | 13:42 Dibaca: 147   Komentar: 0   0

Lelang

Pemprov DKI sedang melaksanakan program lelang jabatan. Sebagai uji coba, lelang jabatan akan disasar untuk jabatan lurah dan camat, ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok pada Kamis, 28 Maret 2013. Pemprov DKI menjadi pelopor untuk program lelang jabatan ini.

Dalam benak pikiran awam, sudah pasti lelang merupakan kegiatan membeli suatu barang dengan cara si pembeli menawar harga lebih tinggi ketimbang peserta lelang (pembeli) lainnya. Harga awal barang tersebut ditentukan dan dibuka oleh pejabat lelang. Peserta yang menawar harga paling tinggi dan sudah tidak ada tawaran lain lagi, maka peserta terakhir menjadi pemenang dan wajib membeli barang tersebut dengan harga tertinggi.

Menurut KBBI IV, lema ‘lelang’ sebagai nomina memiliki arti penjualan di hadapan orang banyak (dengan tawaran yang atas-mengatasi) dipimpin oleh pejabat lelang; Dalam Kamus Oxford edisi ke-8, lelang dikenal dengan kata ‘auction’ berarti a public event at which things are sold to the person who offers the most money for them atau proses membeli dan menjual barang dengan cara menawarkan kepada penawar, menawarkan tawaran harga lebih tinggi, dan kemudian menjual barang kepada penawar harga tertinggi. Dalam teori ekonomi, lelang mengacu pada beberapa mekanisme atau peraturan perdagangan dari pasar modal.

Saat ini, istilah ‘lelang’ telah dipakai dalam dunia politik dan birokrasi. Pemprov DKI melalui Wagub Ahok mengenalkan program ‘Lelang Jabatan’ khususnya untuk penempatan di Kepulauan Seribu. ‘Lelang’ yang juga disebut ‘bidding’, dapat dimaknai sebagai seleksi dan promosi melalui mekanisme tertentu yang diatur oleh Kementerian PAN dan RB. Program ini diperkirakan dapat menghemat biaya ketimbang dilakukan dengan cara pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada). Sebaiknya digunakan dengan istilah ‘seleksi terbuka’, ‘promosi terbuka’ atau ‘rekrutmen terbuka’. Dalam Tesaurus Bahasa Indonesia 2008, kata ‘seleksi’ bersinonim dengan pemilihan, pemilahan, penyaringan, penyortiran, alternatif, opsi, pilihan dan preferensi.

Belum cukup dengan ‘lelang jabatan’, dunia birokrasi pun mengenal istilah ‘lelang barang dan jasa’ sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa. Namun, istilah ‘lelang’ tersebut memiliki konsep yang terbalik dengan lelang lukisan, barang antik lainnya. Singkatnya, pemerintah membeli perlengkapan, peralatan atau jasa melalui proses ‘lelang’ dalam hal semua peserta lelang mengajukan proposal termasuk harga penawaran sehingga seorang pemenang lelang ialah peserta yang mengajukan harga penawaran paling rendah alias murah.

Pemakaian kata ‘lelang’ pun telah meluas ke seluruh dunia. Situs kompas.com mewartakan “Gadis Brasil lelang keperawanan seharga Rp7,5 miliar”. Melalui lelang internet, Catarina menawarkannya untuk siapa pun yang berani membayar minimal 780.000 dollar AS atau hampir Rp 7,5 miliar.

Perlu direkam dalam KBBI versi berikutnya bahwa kata ‘lelang’ tidak hanya lelang konvensional namun dapat dicatat sebagai lelang barang dan jasa, lelang jabatan bahkan sebagai sebuah ungkapan idiomatis seperti dalam ‘lelang keperawanan’. Kata ‘lelang’ dapat disepadankan dengan kata ‘auction’, ‘procurement’ dan ‘open promotion/bidding’.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ini Curhat Saya dan Curhat Pak Ganjar …

Ratih Purnamasari | | 28 November 2014 | 07:28

Golkar Pecah, Diprediksi Ical Akan Kalah, …

Prayitno Ramelan | | 28 November 2014 | 06:14

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Masih Perlukah Pemain Naturalisasi? …

Cut Ayu | | 28 November 2014 | 08:26

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08



HIGHLIGHT

Undangan Kopdar di Mataram dan Jambi …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Bias Patriakhi Wacana Pemotongan Jam Kerja …

Sutomo Paguci | 8 jam lalu

Anomali Tabiat Politik Aburizal Bakrie …

Almira Wardah | 8 jam lalu

Catatan Lumpur dan Buku Potret Lumpur …

Kembang_jagung | 8 jam lalu

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: