Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Rifki Akbar

saya adalah mahasiswa

Gagasan Tentang Bahasa

REP | 08 April 2013 | 02:20 Dibaca: 179   Komentar: 0   0

Dalam artikel ini, penulis mencoba menyampaikan beberapa gagasan mengenai aspek kebahasaan Indonesia dalam pengembangan pengetahuan. Bahasa merupakan lambang bunyi yang seweang-wenang untuk berkomunikasi dengan seseorang maupun kelompok sosial.

Bahasa mempunyai hal yang paling utama/sangat penting dalam kegiatan sehari-hari di sekeliling masyrakat maupun bangsa. Bahasa dapat mempersatukan bangsa untuk alat politis dalam pendidikan bahasa untuk menyerap dan mengembangkan pengetahuan hingga bangsa tersebut memiliki potensi tergolong bagus. Bangsa yang maju pada mulanya memiliki struktur bahasa yang sudah modern dan sudah mantap. Hal tersebut menimbulkan suatu pemikiran bahwa bahasa merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa hingga membuka sarana untuk mengantarkan bangsa membuka wawasan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang.

Pada zaman sekarang bahasa mulai berupa-rupa dengan perkembangan zaman modern di Bangsa Indonesia seperti bahasa alai contohnya cius miapa dan beraneka ragam. Saat sekarang Bahasa di Indonesia dapat terhitung dengan beraneka ragamnya karena Bahasa asing masuk melalui Teknologi dengan Alat Kecanggihannya seperti Handphone, Komputer, Laptop, Internet dll. Bahasa yang masuk ke Indonesia sangat pesat melalui kecanggihan zaman, cepat berkembang apalagi pada anak-anak dan anak muda.

Dengan rumitnya bahasa Indonesia pada saat ini sangat banyak unsur-unsur kata, kalimat, dll. Hingga anak-anak dan anak muda lebih memilih kata-kata yang singkat dan padat dengan masuknya bahasa dari Negara lain dikarenakan dengan perubahan zamannya. Negara lain mudah cepat berkembang dan maju dengan lebih pesat pada pendidikan hingga Bahasa-pun seperti itu apalagi masuk kenegara lain. Bahasa Indonesia memiliki intonasi yang berbeda-beda hingga bahasa sehari-hari sangat beraneka ragam. Contohnya : bahasa sunda, bahasa jawa, bahasa Madura, bahasa papua, dll.

Bangsa Indonesia mempunyai bahasa-bahasa yang beraneka ragam di banding dengan Negara lain tetapi toh kenapa bahasa Asing (Sangat Cepat Berkembang) sedangkan Negara lain mempunyai 1 bahasa. Bahasa-pun dapat merubah segala sesuatu kehidupan ke jenjang yang lebih bagus terhadap bangsa ataupun kehidupan sehari-hari seseorang. Bahasa Indonesia mempunyai perangkaian bahasa dengan struktur-struktur pembentukannya meliputi : kata, kalimat, paragraf.

Bahasa Indonesia dapat mempunyai struktur-struktur pembentukan :

1. Kata

Kata, merupakan unsur/ satuan bahasa yang dapat di ucapkan oleh seseorang dan dapat ditulis melalui perasaan atau pikiran yang dapat digunakan berbahasa serta mempunyai arti atau makna.

2. Suku kata

Sukukata adalah bagian terkecil dari kata dan yang paling terkecil dari kalimat dan sudah tidak bisa di uraikan kembali.

3. Kalimat

Kalimat, merupakan satuan konsep yang secara pikiran atau perasaan di susun melalui media tulis atau lisan untuk mendapatka gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Dalam kalimat mempunyai unsure-unsurnya : subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan.

4. Paragraf

Paragraf, merupakan bagian bab dalam suatu karangan dengan biasanya mempunyai ide pokok dan dimulai dengan garis baru.

Bahasa itu unik karena dapat melebihi ragam-ragam bahasa termasuk dengan budayanya masing-masing, bahasa memiliki ciri universal. Dari perspektif sosiolinguistik, bahasa Indonesia memiliki berbagai ragam mulai dari ragam santai sampai dengan ragam resmi. Pernyataan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengandung maksud “bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan konteks dan kaidah”. Pengertian baik merujuk pada konteks (situasi) dan benar merujuk pada kaidah bahasa (tatabahasa). Dengan demikian, dalam penggunaan bahasa perlu diselaraskan antara situasi penggunaan bahasa dan kaidah penggunaannya. Situasi penggunaan bahasa terkait dengan kondisi (konteks) tulisan dan kaidah penggunaan bahasa terkait dengan tatabahasa yang harus digunakan.

“Bagaimana bahasanya begitulah cara berpikirnya”. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa bahasa seseorang dapat menunjukkan pola berpikirnya bila mempunyai ke inginan lebih maka janganlah menganggap seseorang memiliki kekurangan di segi sisi akan minta maaf. Penulis artikel mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak tepat dengan baik. Semoga artikel yang saya buat bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Untuk itu sampai pada kategori tersebut diperlukan kepedulian terhadap kaidah bahasa yang harus digunakannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lolo Sianipar, Sukses Menjalankan Bisnis …

Erri Subakti | | 23 October 2014 | 19:54

Pak Jokowi, Rakyat Cuma Ingin Bahagia… …

Eddy Mesakh | | 23 October 2014 | 19:57

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Gesture …

Pm Susbandono | | 23 October 2014 | 19:05

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | | 23 October 2014 | 20:42


TRENDING ARTICLES

Kaesang: Anak Presiden Juga Blogger …

Listhia H Rahman | 5 jam lalu

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 8 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 10 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: