Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Herman Lukito

pengen jadi penulis terkenal

Metode Pembelajaran Bahasa yang Efektif

REP | 11 February 2013 | 15:47 Dibaca: 552   Komentar: 0   0

Sebagai homo socius atau mahluk social, normalnya perkembangan manusia tidak terlepas dari interaksi dengan lingkungan sosialnya .

Orang mungkin berargumentasi bahwa secara kodrati seorang anak diperangkati dengan kemampuan berbahasa. Memang benar demikian adanya. Namun kemampuan dasar yang diberikan Tuhan tidak pernah tumbuh berkembang wajar kalau tidak dibiarkan berada dalam suasana dan lingkungan sosial yang wajar.

Banyak ahli ilmu bahasa terapan terutama yang benyak berkiprah dalam hal ikhwal pembelajaran bahasa, memperhatikan hasil percobaan manusia itu dalam mengembangkan teorinya.

Ada beberapa model pembelajaran bahasa yang biasa diterapkan guru, yaitu : model pembelajaran komunikatif, silent way, total physical response, community language learning, dan grammar translation method. Setiap pendekatan dan model pembelajaran bahasa berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan saling terkait satu sama lain.

Masing-masing berkembang seiring dengan kerangka teori bahasa dan teori pembelajaran bahasa yang dianutnya. Maka. orang awam lalu tidak mudah mengerti pendekatan, metode, dan tehnik belajar bahasa yang paling tepat untuk belajar bahasa.

Model pembelajaran bahasa yang paling efektif dalam belajar bahasa adalah kombinasi dari setiap [endekatan dan metode yang ada, tentu saja dengan menyesuaikan, mempertimbangkan, dan memperhitungkan keadaan sosialkultural yang berlaku lokal. Terlebih untuk anak-anak usia belajar paling efektif adalah sejak usia 2 tahun sampai menjelang masa pubernya. Model pembelajaran bahasa yang bersifat elektis inilah yang paling tepat diterapkan. Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan pendekatan, metode dan tehnik tertentu. Karena bila terlalu dipaksakan, jangankan tingkat keberhasilan yang gemilang seperti yang dibayangkan, orang malah tidak dapat berbicara secara normal dan wajar.

Banyak contoh yang bisa kita temui di sekitar kita tentang penerapan model pembelajaran yang terlalu dipaksakan untuk mengikuti satu jenis model pembelajaran yang dianggap tepat namun akhirnya malah menjadi boomerang bagi anak. Peran aktif orang tua dan orang-orang terdekat juga sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan penguasaan bahasa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Dahlan Iskan, Sosok Tepat Menteri Pertanian …

Felix | | 21 August 2014 | 09:47

Trik Licik Money Changer Abal-abal di Bali! …

Weedy Koshino | | 20 August 2014 | 23:31

ISIS Bunuh Wartawan Amerika dan Ancam Obama …

Ansara | | 21 August 2014 | 10:03

I See All Evil, I Hear All Evil, I Report …

Agustulastyo | | 21 August 2014 | 12:32

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

WC Umum Tak Kalah Penting dengan Dapur Umum …

Prabu Bolodowo | 6 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 7 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

Menanti Komitmen Prabowo …

Adrian Susanto | 8 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: