Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Fiksiana Community

Komunitas Fiksiana adalah penyelenggara event menulis fiksi online yang diposting di Kompasiana. Silahkan bergabung di group selengkapnya

Belajar Fiksi Dua Mingguan - Sudut Pandang Orang Pertama

REP | 01 February 2013 | 10:24 Dibaca: 10422   Komentar: 34   13

1359688804419297083

Salam fiksi bagi para pecinta fiksi Kompasiana!

Dalam menulis cerpen atau novel baiknya kita memperhatikan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Satu diantaranya adalah sudut pandang. Sudut pandang adalah cara penulis menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Penulis dalam hal ini memosisikan dirinya sebagai siapa dalam cerita itu.

Semisal kita melihat sepasang kekasih sedang duduk sambil bercanda ria. Apabila dituliskan, kita bisa menuliskan dalam tiga pandangan yang berbeda. Yang pertama menurut pandangan si wanita dan kedua menurut pandangan si pria atau menurut pandangan kita sendiri yang menyaksikan kemesraan sepasang kekasih tersebut. Karena apa yang dirasakan si pria dan si wanita dan juga kita pada saat momen itu terjadi jelas berbeda.

Sudut pandang penceritaan ada tiga yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua, dan sudut pandang orang ketiga. Adapun yang umum digunakan adalah sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

Sudut pandang orang pertama tunggal adalah di mana penulis menggunakan kata ganti “aku” atau “saya”.

__

“Aku” sebagai tokoh utama.

Penulis adalah “aku” sebagai tokoh utama cerita dan mengisahkan dirinya sendiri, tindakan, dan kejadian disekitarnya. Pembaca akan menerima cerita sesuai dengan yang dilihat, didengar, dialami, dan dirasakan “aku” sebagai narator sekaligus pusat cerita.

Contoh:

Tahun ajaran baru selalu berhasil membuat perutku mulas tiba-tiba, kau tahu, seperti ada kupu-kupu logam menari di perutmu! Meskipun berhasil masuk ke sekolah yang kuinginkan, namun aku adalah gadis yang tidak tahu bagaimana caranya memulai sesuatu. Perkenalan, maksudku. Dan rombongan gadis-gadis populer itu, bayangannya telah menghantui beberapa malam ini. Terdengar bodoh, bukan ? (May dan Gadis PopulerLeil Fataya)

Catatan:

  • Tokoh “aku” tak mungkin mengungkapkan perasaan atau pikiran tokoh lain kecuali dengan perkiraan.
  • Penulis harus memahami tokoh “aku” sesuai karakternya. Misalnya soal bahasa, perlu dilihat apakah “aku” adalah orang tua atau anak muda. Itu akan mempengaruhi gaya bahasa yang diucapkan.
  • Mengenali dengan baik karakter “aku” adalah keharusan.

__

“Aku”sebagai pelaku sampingan

Penulis adalah “aku” dalam cerita tapi bukan tokoh utama. Keberadaan aku sebagai saksi atas sebuah kisah. Tokoh aku menuliskan atau menceritakan apa yang dialami oleh orang lain yang menjadi tokoh utama.

Contoh

Sayup-sayup kudengar erangan. Suara yang tak jauh dari telingaku. Kubalikan tubuhku sehingga berhadapan dengan Ayu. Kulihat Ayu membuka matanya perlahan. Rupanya ia merasakan keanehan seperti yang kurasa. Kami pun bangkit dari tidur. Ayu mendekat ke arahku. Tubuhnya bergetar pertanda ketakutan telah menyelimuti hatinya. (Senyum KenangaDesy Riani )

Catatan:

  • Teknik ini hampir mirip dengan Sudut Pandang Orang Ketiga. Hanya saja narator ikut terlibat sebagai tokoh.
  • “Aku” hanya mengomentari apa yang dilihat dan didengar saja. “Aku” bisa mengungkap apa yang dirasakan atau dipikirkan tokoh utama, tapi hanya berupa dugaan dan kemungkinan berdasar apa yang “aku” amati dari tokoh utama.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang sudut pandang orang pertama. Silahkan memilih, apakah tulisan teman-teman memakai “aku” sebagai tokoh utama atau “aku” sebagai pelaku sampingan.


Untuk mengikuti BF kali ada beberapa ketentuan yang harus diikuti:

  • Event ini berlaku bagi Anda yang sudah memiliki akun KOMPASIANA.
  • Event ini berlangsung/diposting pada hari Jumat, 15 Februari 2013 mulai jam 00.01 WIB pagi sampai jam 23.59 WIB
  • Posting di Kompasiana kanal FIKSIANA - CERMIN .
  • Pendaftaran di buka mulai tgl 1 Feb 2013
  • Event ini berlaku tunggal
  • Setiap peserta diperbolehkan posting maksimal 5.
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia.
  • Jumlah kata per cerita minimal 300 kata, maksimal 800 kata.
  • Karya harus orisinil, bukan hasil copas atau saduran dari buku atau blog yang bertebaran.
  • Penulisan judul gunakan [BF] di ikuti judul asli. Contoh [BF] Senyum Kenanga
  • Gunakan TAGS : BelajarFiksi (di setiap tulisan masing-masing)
  • Tulis nomor peserta Anda di awal karya masing-masing.
  • Tuliskan kata-kata sebagai berikut di bawah karya Anda. NB : Untuk membaca karya peserta lain silahkan menuju akun Fiksiana Community (sertakan link akun FiksianaCommnuity)
  • Sertakan link group Fiksiana community di bawah setiap karya Anda dengan tulisan sebagai berikut : Silahkan bergabung di group FB Fiksiana Community
  • Ketentuan lain : Jangan lupa pahami Term & Condition di Kompasiana, dan ikuti aturannya, sebab bila ada karya yang melanggar dan kemudian dihapus oleh admin Kompasiana, maka bukan tanggung jawab kami.
  • Daftarkan diri Anda sekarang juga, harap sebutkan nama akun KOMPASIANA (bukan nama FB)
  • Tidak diperkenankan meminta nomor pendaftaran!
  • Daftar peserta akan segera kami buat.
  • Hal lain akan diberitahukan kemudian.

Selamat belajar..!!


Yang terpilih sebagai pemenang untuk BF – Deskripsi Karakter adalah Mak - Roy Octora.


Berikut Daftar Peserta Sementara BF - Sudut Pandang Orang Pertama

1. Catatan Rimba

2. Conni Aruan

3. Desy Riani

4. Ghumi

5. Febriwan Harefa

6. Ito

7. Dwi

8. Venusgazer

9. Auda Zaschkya

10. Frey Cannavaro

11. Ojan

12. Lilih Wilda

13. Hage

14. Robi Ardianto

15. Granito Ibrahim

16. Selsa

17. Faisal Akhmad

18. Nana

19. Maria Hardayanto

20. Bunga Ilalang

21. Dhenok Pratiwi

22. Hajar Win

23. Herumawan P A

24. Yuhesti Mora

25. Erri Subakti

26. Roy Octara

27. Sekar Mayang

28. Ervy R

29. Alia

30. Riswandi

31. Oom Mas

32. Rossi Elbana

33. Zee Ohm

34. Marul Prihastuti

35. Ewin

36. DP Anggi

37. Carpe Diem

38. Sugiono Uki

39. Heri Purnomo

40. Bhre Wisanggeni

41. Gunawan

42. Dyahrina

43. Whabink Sutan Malano

44. Cinta Jesicca

45. Yusti Aprilina

46. Hari Wibowo

47. Dudy Subagdja

48. Latif Nur Janah

49. Agus Surawan

50. Adam Perdana

51. Herawati Suryanegara

52. Edy Priyatna

53. Peran Sabeth Hendianto

54. Anazkia

55. Nanang Diyanto

56. Dues K Arbain (sufi Anak Zaman)

57. Rahmat Mulia Harahap

58. Fitri.y Yeye

59. K Agung Hariyadi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 9 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 9 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 10 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: