Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Fatkhul Muin

Sepuluh tahun lalu berkecimpung memburu dan menulis berita namun saat ini berwiraswasta dan mengembangkan ekonomi selengkapnya

Berbahasa Jawa Halus lewat Kamus

OPINI | 13 January 2013 | 17:10 Dibaca: 16001   Komentar: 0   1

Bahasa Jawa pada saat ini bagaikan bahasa asing di negeri sendiri . Kini siswa mulai dari SD sampai SMA bahkkan perguruan tinggi kesulitan berbahasa Jawa. Bahasa Jawa ngoko kini jarang kita jumpai terutama di perkotaan , karena hampir semuanya menggunakan bahasa Indonesia . Di sekolah-sekolah pun begitu bahasa pengantar seharin-harinya menggunakan bahasa Indonesia.

Apalagi jika mendengar Basa Jawi Alus itu merupakan hal yang asing atau baru. Padahal jaman dahulu basa Jawi Alus ini merupakan bahasa pengantar sehari-hari antara orang yang lebih muda dengan orang yang lebih tua. Dengan Krama Alus ini kita bisa saling hormat menghormati antara yang muda dan tua dan sebaliknya.

Selain itu dengan menggunakan basa krama ini anak-anak akan tumbuh budi pekerti yang luhur . Yang saat ini jarang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mereka kehilangan identitas keJawaannya karena sudah tidak dapat berbahasa Jawa dengan halus lagi. Oleh karena itulah perlu sarana untuk kembali menggiatkan gerakkan berbahasa Jawa halus ini dikalangan para siswa.

Salah satu media yang mudah kita dapatkan dalam mempelajari bahasa Jawa halus ini adalah lewat Kamus.  Salah satu kamus yang menyajikan bahasa Jawa halus ini adalah buku yang berjudul “ Kamus Basa Jawi Alus Surakarta “ . Dalam buku ini dibeberkkan berbagai ragam kata Jawa yang dibagi dari Krama , Krama Andhap dan Krama Inggil.

Penggunaan basa krama ini ada hubungannya dengan unggah-ungguh basa yaitu ketepatan memilih kata dalam berbicara. Orang berbicara menggunakan bahasa Jawa halus akan salah jika tidak mengerti akan penggunaan kata-kata . Oleh karena itu orang yang ingin berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa halus harus belajar bab “unggah-ungguh” bahasa Jawa dulu.

Contoh-contoh kata yang menggunakan tembung krama diantaranya , Abrit=abang=merah ,agami= agama=agama,ageng=gedhe=besar,klempak=kumpul =kumpul,konten=lawang=pintu,mengsah=mungsuh=musuh,margi=dalan=jalan dan masih banyak lagi yang lainnya

Contoh kata yang menggunakan krama inggil diantaranya ,Abdi = batur=pembantu ,Astha= tangan=nggawa=bawa,Dhahar=madhang=makan=makan,Garwa=bojo=Istri, Rawis=Brengos=kumis,Songsong= payung, unjul=ombe =minum dan banyak lagi kata yang lainnya.

Selain itu ada juga beberapa kata yang tergolong krama andhap diantaranya , Atur=omong – bicara, Caos=weneh=beri, nderek=manut=ikut, Kawula=abdi=hamba, suwun=jaluk=minta dan masih banyak lagi yang lain.

Buku kamus setebal 244 halaman ini berisikan tembung atau kata Jawa yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh karena itu bagi kita orang  Jawa yang kini asing mendengar bahasa Jawa bisa belajar lewat kamus ini.

Apalagi bagi para pengajar dan siswa yang setiap waktu belajar bahasa Jawa tentunnya kamus ini cukup membantu kelancaran dalam proses belajar dan mengajar bahasa Jawa. Selain itu kamus ini juga bisa dijadikan koleksi siapa saja yang cinta akan bahasa dan budaya Jawa. Dengan membaca dan menerapkan dalam kehidupan sehar-hari maka bahasa Jawa akan lestari dan terus ada sepanjang waktu. (*)Muin)

*)Penulis adalah Pemimpin Redaksi Warta Demak.com “jaringan berita Demak dan sekitarnya?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: