Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Fatkhul Muin

Sepuluh tahun lalu berkecimpung memburu dan menulis berita namun saat ini berwiraswasta dan mengembangkan ekonomi selengkapnya

Berbahasa Jawa Halus lewat Kamus

OPINI | 13 January 2013 | 17:10 Dibaca: 15782   Komentar: 0   1

Bahasa Jawa pada saat ini bagaikan bahasa asing di negeri sendiri . Kini siswa mulai dari SD sampai SMA bahkkan perguruan tinggi kesulitan berbahasa Jawa. Bahasa Jawa ngoko kini jarang kita jumpai terutama di perkotaan , karena hampir semuanya menggunakan bahasa Indonesia . Di sekolah-sekolah pun begitu bahasa pengantar seharin-harinya menggunakan bahasa Indonesia.

Apalagi jika mendengar Basa Jawi Alus itu merupakan hal yang asing atau baru. Padahal jaman dahulu basa Jawi Alus ini merupakan bahasa pengantar sehari-hari antara orang yang lebih muda dengan orang yang lebih tua. Dengan Krama Alus ini kita bisa saling hormat menghormati antara yang muda dan tua dan sebaliknya.

Selain itu dengan menggunakan basa krama ini anak-anak akan tumbuh budi pekerti yang luhur . Yang saat ini jarang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mereka kehilangan identitas keJawaannya karena sudah tidak dapat berbahasa Jawa dengan halus lagi. Oleh karena itulah perlu sarana untuk kembali menggiatkan gerakkan berbahasa Jawa halus ini dikalangan para siswa.

Salah satu media yang mudah kita dapatkan dalam mempelajari bahasa Jawa halus ini adalah lewat Kamus.  Salah satu kamus yang menyajikan bahasa Jawa halus ini adalah buku yang berjudul “ Kamus Basa Jawi Alus Surakarta “ . Dalam buku ini dibeberkkan berbagai ragam kata Jawa yang dibagi dari Krama , Krama Andhap dan Krama Inggil.

Penggunaan basa krama ini ada hubungannya dengan unggah-ungguh basa yaitu ketepatan memilih kata dalam berbicara. Orang berbicara menggunakan bahasa Jawa halus akan salah jika tidak mengerti akan penggunaan kata-kata . Oleh karena itu orang yang ingin berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa halus harus belajar bab “unggah-ungguh” bahasa Jawa dulu.

Contoh-contoh kata yang menggunakan tembung krama diantaranya , Abrit=abang=merah ,agami= agama=agama,ageng=gedhe=besar,klempak=kumpul =kumpul,konten=lawang=pintu,mengsah=mungsuh=musuh,margi=dalan=jalan dan masih banyak lagi yang lainnya

Contoh kata yang menggunakan krama inggil diantaranya ,Abdi = batur=pembantu ,Astha= tangan=nggawa=bawa,Dhahar=madhang=makan=makan,Garwa=bojo=Istri, Rawis=Brengos=kumis,Songsong= payung, unjul=ombe =minum dan banyak lagi kata yang lainnya.

Selain itu ada juga beberapa kata yang tergolong krama andhap diantaranya , Atur=omong – bicara, Caos=weneh=beri, nderek=manut=ikut, Kawula=abdi=hamba, suwun=jaluk=minta dan masih banyak lagi yang lain.

Buku kamus setebal 244 halaman ini berisikan tembung atau kata Jawa yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh karena itu bagi kita orang  Jawa yang kini asing mendengar bahasa Jawa bisa belajar lewat kamus ini.

Apalagi bagi para pengajar dan siswa yang setiap waktu belajar bahasa Jawa tentunnya kamus ini cukup membantu kelancaran dalam proses belajar dan mengajar bahasa Jawa. Selain itu kamus ini juga bisa dijadikan koleksi siapa saja yang cinta akan bahasa dan budaya Jawa. Dengan membaca dan menerapkan dalam kehidupan sehar-hari maka bahasa Jawa akan lestari dan terus ada sepanjang waktu. (*)Muin)

*)Penulis adalah Pemimpin Redaksi Warta Demak.com “jaringan berita Demak dan sekitarnya?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Unimog Promosi Gratis …

Agus Japloens | | 22 August 2014 | 01:11

Pernyataan Politik Bermata Banyak …

Hendra Budiman | | 22 August 2014 | 01:14

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Hati-hati Minum Jamu Pemberian Paranormal …

Mas Ukik | | 21 August 2014 | 20:15

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 3 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 7 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 7 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 7 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: