Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

Bahasa ‘Slang’ pada Fiksi Berbahasa Inggris

OPINI | 03 December 2012 | 17:54 Dibaca: 1093   Komentar: 0   7

Membaca novel berbahasa Inggris tak jarang membuat kita mengernyitkan kening karena tak dapat membayangkan bahasa ’slang’ yang dipakai di situ. Bila kita tak paham, tentu akan mengurangi kenikmatan mengikuti jalan ceritanya karena ada ’missing link’nya. Salah satu bahasa ’slang’ yang cukup sering dipakai dalam fiksi adalah sebutan untuk bangsa-bangsa di dunia yang bernada melecehkan (derogatory). Meskipun ucapan ini sebaiknya dihindarkan, namun ada baiknya kita memahami maknanya.

Pada novel William Faulkner ada kalimat sebagai berikut: Ask him. You can spreak frog. Dapatkah Anda memahami apa yang dimaksud dengan ’frog’ di sini? Frog adalah bahasa slang dari Perancis. Jadi maksud kalimat You can speak frog adalah ’Kau bisa berbicara dalam bahasa Perancis’. Sebutan frog ini mengacu pada reputasi orang Perancis yang suka makan kodok. Pada salah satu novel Iris Murdoch dapat ditemui kalimat: Not that I want you to marry a frog, but she sounded quite a nice girl. Nah, sekarang Anda tentu dapat memahami kalimat ini dengan sempurna, bukan?

Pada novel John Steinbeck ada sepenggal kalimat: Fights in the bar-rooms with the goddam Limeys. Siapa yang dimaksud dengan Limeys di sini? Ternyata ‘Limey’ adalah sebutan untuk orang Inggris, khususnya pelaut. Istilah ini bermula dari kebiasaan pelaut bangsa Inggris yang selalu membawa lime juice (jus buah limau), sebagai pencegah penyakit scorbut (kekurangan vitamin C) yang dahulu kala menjangkiti pelaut-pelaut yang berbulan-bulan tidak makan buah. Jadi, kalimat di atas bermakna: Berkelahi di bar dengan Inggris keparat itu.

Dorothy Parker pada salah satu fiksinya menulis: A man called him sale Boche—but Jean knocked him down. Apa pula makna ‘sale Boche’ ini? Ternyata ini adalah kata untuk merujuk kepada orang Jerman, sale artinya ‘jorok’, sedangkan Boche artinya ‘bajingan’ (rascal). Jadi, kalimat di atas bermakna: Seseorang memanggil dia Jerman busuk, tetapi Jean menghajar dia sampai terjengkang.

Penulis kondang Bernard Shaw menulis pada salah satu fiksinya: How dare you call me Paddy? Anda paham apa makna sebutan Paddy ini? Tak lain dia adalah sebutan menghina kepada orang Irlandia (Irish). Orang Irlandia memang kebanyakan memakai nama Padraig (Patrick). Dari nama ini kemudian dipelesetkan menjadi Paddy. Kalimat di atas bermakna: Berani-beraninya kau memanggil aku Paddy?

Pada satu suratkabar Inggris ‘The Observer’ tahun 1996 pernah tertulis berita: The British papers quickly followed the American lead. Although none quite sank to the level of ‘Camel jockeys killed your kids’… the British tabloids were not far behind. Siapa yang dimaksud dengan ‘camel jockey’ ini? Ternyata bahasa slang ini merujuk kepada orang Arab. Kalimat di atas kira-kira bermakna: Koran Inggris langsung mengikuti gaya pers Amerika. Sekalipun belum ada yang sampai menulis ‘joki onta membunuhi anak-anak kita’, nampaknya tabloid Inggris tak berbeda jauh dalam gaya bahasa penulisannya.

Saya cukupkan sampai di sini dulu gaya bahasa slang untuk kali ini. Semoga bermanfaat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: