Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

Bahasa Serapan Malaysia yang ‘Lucu’

OPINI | 24 November 2012 | 17:47 Dibaca: 2663   Komentar: 0   1

13538523782137335141

(ilust clipartpal.com)

Bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia yang serumpun mempunyai perbedaan yang unik dalam hal serapan bahasa asing. Bahasa Indonesia banyak menyerap dari bahasa Belanda, sedangkan bahasa Malaysia menyerap dari bahasa Inggris. Masing-masing pihak menganggap serapan ini ‘lucu’ dan ‘menggelikan’ dalam pengejaannya. Pada umumnya serapan yang dilakukan adalah dengan memadankan ejaan sesuai dengan ‘bunyinya’ (vokalisasi). Kata Belanda ‘gage’ misalnya sesuai dengan kuping dan lidah orang Indonesia dieja menjadi ‘gaji’.

Karena tak familiar dengan kata serapan bahasa Malaysia yang diadopsi dari bahasa Inggris kita sering merasa geli. Lihatlah beberapa contohnya ini: tayar (dari bahasa Inggris ‘tyre’ = ban), garaj (bahasa Inggris ‘garage’ = garasi), mesej (message = pesan), basikal (bicycle = sepeda), bajet (budget = anggaran), polis (police = polisi), fail (file = arsip), ajen (agent = agen), kos (cost = beaya), rekod (record = rekaman), stesen (station = stasiun), kot (coat = jas), akaun (account = rekening), hospital (hospital = rumah sakit), bas (bus), previu (preview), lesen (license = ijin), diskaun (discount = korting), ais (ice = es), jel (jail = penjara), kes (case = kasus), sabotaj (sabotage), Ogos (August), stail (style = gaya), fius (fuse = sekering), nombor (number), paip (pipe = pipa), kastam (customs = bea-cukai), empayar (empire = imperium ), siri (series = seri).

Pengaruh bahasa Inggris ini juga terejawantah pada penyaduran istilah bahasa Inggris, yang kita namakan dengan ‘calque’. Misalnya istilah ‘chairman’ dalam bahasa Malaysia disebut dengan ‘pengerusi’ yang merupakan bentukan dari ‘pe + kerusi’ (chair). Dalam bahasa Indonesia ‘chairman’ kita sebut dengan ‘ketua’. Contoh lain calque adalah pemadanan ‘break in‘ menjadi ‘pecah masuk‘ dalam bahasa Malaysia. Dalam bahasa Indonesia, break in diterjemahkan dengan ‘mendobrak’. Bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia yang bermuara pada bahasa melayu, ternyata sudah ‘pecah kongsi’ meneguhkan jatidirinya sesuai dengan perjalanan sejarah bahasanya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Curhat Dinda dan Jihad Perempuan …

Faatima Seven | | 17 April 2014 | 23:11

Sandal Kelom, Sandal Buatan Indonesia …

Acik Mdy | | 18 April 2014 | 00:40

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 5 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 6 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 7 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: