Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

Bahasa Serapan Malaysia yang ‘Lucu’

OPINI | 24 November 2012 | 17:47 Dibaca: 3091   Komentar: 0   1

13538523782137335141

(ilust clipartpal.com)

Bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia yang serumpun mempunyai perbedaan yang unik dalam hal serapan bahasa asing. Bahasa Indonesia banyak menyerap dari bahasa Belanda, sedangkan bahasa Malaysia menyerap dari bahasa Inggris. Masing-masing pihak menganggap serapan ini ‘lucu’ dan ‘menggelikan’ dalam pengejaannya. Pada umumnya serapan yang dilakukan adalah dengan memadankan ejaan sesuai dengan ‘bunyinya’ (vokalisasi). Kata Belanda ‘gage’ misalnya sesuai dengan kuping dan lidah orang Indonesia dieja menjadi ‘gaji’.

Karena tak familiar dengan kata serapan bahasa Malaysia yang diadopsi dari bahasa Inggris kita sering merasa geli. Lihatlah beberapa contohnya ini: tayar (dari bahasa Inggris ‘tyre’ = ban), garaj (bahasa Inggris ‘garage’ = garasi), mesej (message = pesan), basikal (bicycle = sepeda), bajet (budget = anggaran), polis (police = polisi), fail (file = arsip), ajen (agent = agen), kos (cost = beaya), rekod (record = rekaman), stesen (station = stasiun), kot (coat = jas), akaun (account = rekening), hospital (hospital = rumah sakit), bas (bus), previu (preview), lesen (license = ijin), diskaun (discount = korting), ais (ice = es), jel (jail = penjara), kes (case = kasus), sabotaj (sabotage), Ogos (August), stail (style = gaya), fius (fuse = sekering), nombor (number), paip (pipe = pipa), kastam (customs = bea-cukai), empayar (empire = imperium ), siri (series = seri).

Pengaruh bahasa Inggris ini juga terejawantah pada penyaduran istilah bahasa Inggris, yang kita namakan dengan ‘calque’. Misalnya istilah ‘chairman’ dalam bahasa Malaysia disebut dengan ‘pengerusi’ yang merupakan bentukan dari ‘pe + kerusi’ (chair). Dalam bahasa Indonesia ‘chairman’ kita sebut dengan ‘ketua’. Contoh lain calque adalah pemadanan ‘break in‘ menjadi ‘pecah masuk‘ dalam bahasa Malaysia. Dalam bahasa Indonesia, break in diterjemahkan dengan ‘mendobrak’. Bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia yang bermuara pada bahasa melayu, ternyata sudah ‘pecah kongsi’ meneguhkan jatidirinya sesuai dengan perjalanan sejarah bahasanya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sarjana ke Desa, Sarjana Telantar, dan …

Isson Khairul | | 24 May 2015 | 13:53

Ketika Iwan Fals Dikalahkan Demi Lovato …

Ryan Perdana | | 24 May 2015 | 12:11

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

Workshop Performance Art: Eksplorasi Tubuh …

Himawan Pradipta | | 24 May 2015 | 14:05

Ketika Semuanya Menjadi Sengaja …

Kayana Octora | | 24 May 2015 | 13:20


TRENDING ARTICLES

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 4 jam lalu

Beras Platik: Teror untuk Siapa? …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 11 jam lalu

Presiden Jokowi Menerima Gratifikasi Batu …

Gunawan | 13 jam lalu

Kisruh IMA 2015, Sebaiknya MNC Berkaca Diri …

Panjaitan Johanes | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: