Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Pipiet Senja

Seniman, Teroris Tukang Teror Agar Menjadi Penulis, Pembincang Karya Bilik Sastra VOI RRI. Motivator, Konsultan selengkapnya

Siluet Pahlawan: Persembahan Pahlawan Devisa

REP | 09 November 2012 | 12:55 Dibaca: 481   Komentar: 8   2

1352440487292951704

Siluet Pahlawan: Persembahan Pahlawan Devisa

Buku antologi cerpen yang diterbitkan oleh Voice Of Indonesia RRI, Siluet Pahlawan karya Nadia Cahyani dkk, diluncurkan di KDEI Taipe, Minggu 21 Oktober 2012. Berlangsung seru dan penuh rasa kekeluargaan antara BMI Taiwan dan FORMMIT, Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan.

Adapun isi buku kumpulan cerpen dan kisah inspirasi ini terdiri dari 21 judul karya para penulis Indonesia yang berdomisili di mancanegara. Ada 8 karya BMI Taiwan, 3 BMI Singapura, 2 BMI Hong Kong, 1 BMI dan 1 Ibu rumah tangga Malaysia, 1 TKI Mesir, 1 Mahasiswa Jerman, 1 Mahasiswa dan 3 penulis di USA.

Lengkapnya sbb;

1. Siluet Pahlawan – Nadia Cahyani, Hong Kong

2. Kelereng Putih -  Nessa Kartika, Singapura

3. Jiwa-Jiwa Ringkih – Ratu Bilqis, Hong Kong

4. Persembahan Untuk Ina – Jenny Ervina, Taiwan

5. Tak Cinta Diri – Siti Huzaenah, Singapura

6. Dian Yang Tak Pernah Padam – Jenny Ervina, Taiwan

7. Di Ujung Penantian – Ihsan, Taiwan

8. Telak – Okti Li, Taiwan

9. Sitti Kaffah Penuntun Pengemis – Yusuf, USA

10. Mengais Asa di Negeri Jiran – Anazkia, Malaysia

11. Hujan Batu dan Hujan Emas – Desni Intan Suri, Malaysia

12. Satu Jam = $Sin 2.50 – Tan Bahend, Singapura

13. Sumirat Musim Dingin – Yuherina Gusman, Taiwan

14. Kesederhanaan yang Tercecer – Rizki Furqan, Jerman

15. I Love You – Medya Derni, USA

16. Menapaki Jalan Cahaya – Yuherina Gusman, Taiwan

17. Idhul Adha di Negeri Hujan – Agus Manthono, Washington DC-USA

18. Mush’ab Bin Umair di San Fransisco – Yusuf, USA

19. Cairo Oh Cairo – Bisyri Ichwan, Mesir

20. Friend To Heaven – Rifka Aisyah, Taiwan

21. Kepak-Kepak Rindu – Nanik, Taiwan

Mengapa kebanyakan dari BMI Taiwan? Karena Bilik Sastra memang berawal dari gagasan teman-teman BMI Taiwan ketika pertama kalinya Kabul Budiono berkunjung ke negeri Formosa tersebut.

Selebihnya, kalau boleh dibilang adalah hasil teror saya, Pipiet Senja, kepada teman-teman BMI di pelosok dunia. Bukan saja BMI yang penulis terror, melainkan juga mahasiswa dan ibu rumah tangga seperti: Meidya Derni-USA, Agus Manthono-Washington DC, Desni Intan Suri-Malaysia, Rifki Furqan-Jerman.

Untuk cetakan pertama didanai oleh sponsor dan simpatisan VOI RRI, hasil penjualannya dipersembahkan untuk social; menyumbang shelter-shelter di Hong Kong, Taiwan dan rencana ke depan ke Singapura dan Malaysia.

VOI RRI berencana untuk membukukan semua karya yang masuk ke Bilik Sastra. Mungkin per semester, semoga ada banyak pihak yang ikut peduli dalam program Bilik Sastra. Berharap dengan demikian apresiasi terhadap Sastra dan Literasi Indonesia terus semakin merebak, semarak dan mengharumkan nama bangsa.

Ya, inilah sebagai bukti persembahan para pahlawan devisa dan anak bangsa. Bahwa dimana pun mereka berada tetaplah: Cinta Indonesia! (Jakarta, Pipiet Senja)

Tags: fiksiana freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penolak Parcel Natal dan Tahun Baru itu …

Gaganawati | | 27 December 2014 | 16:12

Ini Alasannya Kenapa Wanita Memilih …

Muhammad | | 27 December 2014 | 16:59

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22

Si ‘Arogan’ Itu Punya Kenangan di …

Aditya Nawara | | 27 December 2014 | 15:47

Kompasiana BlogTrip: Jejak Para Riser …

Kompasiana | | 24 December 2014 | 18:26


TRENDING ARTICLES

Hadapi ISIS, TNI-Polri Sasar Kantong …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Mengucapkan Natal Bukan Berarti Anda Sudah …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

FPI “Tercekik” Jokowi Menghapus …

Gunawan | 11 jam lalu

(Curhat HRD Koplak) Cara Ngakalin Interview …

Nur Cahyo | 11 jam lalu

Tidak Apa-apa, Menangislah Pak JK! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: