Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

Bahasa Alay Generasi Tahun 60an

OPINI | 05 November 2012 | 17:55 Dibaca: 1927   Komentar: 0   7

13521864541539581460

(ilust oturn.com)

Siapa bilang bahasa alay cuma diciptakan oleh generasi Y (generasi masa kini) dengan istilah ‘lebay’, ‘duren’, ‘matrek’, ‘bete’, ‘bokap’, ‘nyokap’, ‘narsis’, ‘katrok’ dan sebagainya. Di tahun 1960an, generasi mudanya juga tak kalah kreatif menciptakan bahasa gaulnya, meskipun tentu tak seheboh anak zaman sekarang yang ‘didukung’ oleh teknologi informatika sehingga bisa ‘go viral’ dalam waktu singkat.

Di masa tahun 60an itu, ada istilah ‘indehoy’, yaitu berpacaran di tempat-tempat yang sepi dari perhatian orang, misalnya di taman yang rimbun, di gedung bioskop yang gelap. Entah dari mana istilah ini tercipta, namun mungkin juga sebagai bentuk pelesetan dari kata indekos, di mana memang anak-anak kos memang terkenal pandai bergerilya di dalam berpacaran. Di masa itu juga ada istilah gaul ‘cipok’ untuk menggantikan kata ‘cium’.

Istilah berpacaran (bahasa Inggris ‘going steady’ yang nampaknya juga sudah mulai menjadi kata usang) mempunyai istilah gaul yang unik yaitu ‘wakuncar yaitu singkatan dari ‘wajib kunjung pacar’. Mungkin istilah ‘wakuncar’ diciptakan oleh para taruna remaja akademi militer yang setiap hari Sabtu dan Minggu mendapat liburan keluar dari asrama untuk menemui gadis idaman mereka. Dalam urusan cinta, di zaman itu, ada istilah ‘mabuk cinta’ dan ‘rayuan gombal’. Mengapa ada kata ‘gombal’ di sini, nampaknya ini merupakan pelesetan dari kata ‘love’, yang kemudian dijadikan ‘lap’ dan akhirnya menjadi ‘gombal’ (arti gombal adalah lap yang kotor).

Juga ada istilah ‘ge-er’ yang merupakan singkatan dari ‘gede rumangsa’, ada istilah ‘perek’ yang merupakan singkatan dari ‘perempuan eksperimen’ alias perempuan nakal, ada istilah ‘persekot’ yang mengonotasikan ‘hubungan seks pra nikah’. Kata kondom pun punya istilah unik yaitu ‘kapotjes’. Duit di masa itu sering diucapkan dengan istilah ‘fulus’ (dalam bahasa Arab memang bermakna ‘uang’). Wanita tuna susila yang sering beroperasi di jalanan dinamai dengan ‘grenpang’. Kata ini, seingat saya, mengambil dari nama grup penyanyi Grand Funk yang tersohor pada masa itu.

Bahasa alay memang selalu terlahir dari para generasi muda tanpa bisa dihalangi. Sebagian kata-kata ini menyurut seiring dengan bertambah tua generasi itu, namun sebagian lagi akan dikukuhkan masuk menjadi kosakata bahasa Indonesia yang baku. Bahasa memang sesuatu yang dinamis dan setiap generasi mempunyai andil memperkaya khazanahnya. Pada generasi tahun 60an, saya mengharapkan ‘masukan’ tambahan istilah-istilah alay yang masih terlewatkan dalam tulisan ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 9 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 14 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Noise Penyebab Miskom Dalam Organisasi …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Rindu untuk Negeri Intimung …

Riza Roiyantri | 8 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 8 jam lalu

Akankah, Fatin Go Kompasianival? …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Menteri yang Diharapkan Bisa Profesional …

Yulies Anistyowatie | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: