Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Ar Kus

senang berpikir apa adanya dan adanya apa

Qurban, Kurban, Apa Korban?

OPINI | 26 October 2012 | 14:30 Dibaca: 834   Komentar: 0   1

13512365261277436363

sumber: fotobuckrt.com

Memahami suatu kata benar atau tidak kadangkala membingungkan. Guru bahasa Indonesia saya menyarankan bahwa jika kita bingung suatu kata benar atau tidak, lihatlah ke kamus.

Di tengah perayaan Idul Adha kali ini saya menemukan tiga kata yang dipergunakan secara bergantian dengan makna yang sama, yaitu kata /qurban/, /kurban/, dan /korban/. Manakah di antara ketiga kata ini yang merupakan kata baku dan mana yang tidak? Dari KBBI offline yg saya miliki ditemukan data sebagai berikut:

Untuk kata /kurban/, ditemukan makna sebagai berikut:

kur·ban n 1 persembahan kpd Allah (spt biri-biri, sapi, unta yg disembelih pd hari Lebaran Haji): ia menyembelih kerbau untuk –; 2 pujaan atau persembahan kpd dewa-dewa: setahun sekali diadakan upacara mempersembahkan — kpd Batara Brahma;

– misa Kat upacara mempersembahkan roti suci dan minuman anggur;

ber·kur·ban v mempersembahkan kurban;

me·ngur·ban·kan v 1 mempersembahkan sesuatu sbg kurban: ada yg ~ lembu, ada pula yg ~ buah-buahan; 2 membuat (menyebabkan) orang lain menjadi kurban

untuk kata /korban/ ditemukan makna sebagai berikut:

kor·ban n 1 pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; kurban: jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sbg –; 2 orang, binatang, dsb yg menjadi menderita (mati dsb) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dsb: sepuluh orang — tabrakan itu dirawat di rumah sakit Bogor;

ber·kor·ban v 1 menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; menjadi korban; menderita (rugi dsb); 2 memberikan sesuatu sbg korban: kami rela ~ demi kejayaan nusa dan bangsa;

me·ngor·ban·kan v 1 memberikan sesuatu sbg pernyataan kebaktian, kesetiaan, dsb: dia bersedia ~ hartanya untuk perjuangan kemerdekaan bangsanya; 2 menjadikan sesuatu sbg korban;

pe·ngor·ban·an n proses, cara, perbuatan mengorbankan.

Adapun kata /qurban/ sama sekali tidak ditemukan maknanya, ini artinya kata /qurban/ bukanlah kata baku.

Tetapi makna /qurban/ yang diambil dari bahasa Arab tersebut sebenarnya sudah terserap pada kata /kurban/, sedangkan makna kata /korban/ tidak mewakili makna kata /qurban/.

Jadi, jika ada kalimat:

1.Hewan kurban disembelih di halaman masjid.

2.Di jalanan tergeletak hewan korban tabrak lari.

Kedua kalimat di atas sudah betul.

Tetapi, berikut ini adalah beberapa penggunaan makna kata /kurban/ dan /korban/ yang membingungkan:

1.Ibu memasak hewan kurban mati di dapur.

2.Demi kamu, aku rela berkurban.

3.Demi kamu, aku rela berkorban.

***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 6 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 11 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: