Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Dela Oktadiani

SMA Negeri 1 Pekanbaru

“Bahasa Persatuan, Cerminan Negara Indonesia”

OPINI | 24 September 2012 | 20:28 Dibaca: 142   Komentar: 0   0

Masih ingatkah kita dengan sumpah pemuda yang kita peringati setiap tanggal 28 bulan Oktober, ada beberapa bait yang di ikrarkan oleh pemuda dan pemudi Indonesia, yang pada bait ketiga berbunyi :

“kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu bahasa Indonesia”

Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa Indonesia yang sudah di ikrarkan pada moment Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Di masa memperjuangkan kemerdekaan itulah pemuda dan pemudi Indonesia telah mengakui didepan seluruh pahlawan nasional dan revormasi, bahkan di perdengarkan di seluruh penjuru wilayah dan daerah bahwa bahasa persatuan kita adalah bahasa Indonesia.

Negara kita adalah Negara yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, terdiri dari 33 Provinsi dan beribu-ribu pulau yang dibatasi oleh pegunungan, lembah, hutan dengan berbagai bahasa yang dijadikan sebagai symbol dan icon untuk daerahnya. Seperti saja provinsi Riau menggunakan bahasa melayu, provinsi Sumatera Barat menggunakan bahasa minang, pulau Jawa menggunakan bahasa jawa, provinsi sumatera utara menggunakan bahasa batak, dan berbagai provinsi lainnya dengan bahasa daerahnya. Namun, meskipun Indonesia memiliki berjuta bahasa daerah di berbagai penjuru wilayah, bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa nomor satu dan mempersatukan seluruh bahasa dan wilayah di Negara Indonesia yang kita cintai ini.

Saat ini, mayoritas warga Negara Indonesia menggunakan bahasa Indonesia. Namun sayangnya, bahasa Indonesia belum menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas warga negara indonesia. Karena sebagian besar warga Indonesia menggunakan bahasa daerah di dalam kesehariannya. Meskipun demikian, bahasa Indonesia tetaplah menjadi cerminan Negara Indonesia, komunikasi yang tepat dan baik antar sesama warga Negara Indonesia adalah bahasa Indonesia, dan bahasa Indonesia juga digunakan sangat luas di perguruan-perguruan tinggi, di sekolah, di surat kabar, media elektronik, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum public lainnya.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang memiliki susunan kata yang teratur dan tata makna yang indah. Sebagian dari kosa kata bahasa Indonesia berasal dari kosa kata bahasa melayu yaitu di daerah Riau Kepulauan dan berbagai bahasa dari berbagai etnis lainnya di Indonesia yang sudah dibakukan. Lalu, setelah dibakukan, bahasa Indonesia disempurnakan, yang biasa kita sebut “EYD” (Ejaan Yang Disempurnakan). Oleh karena itu, bahasa Indonesia adalah bahasa yang sempurna dengan sarat kata yang indah.

“Bhinneka Tunggal Ika-Berbeda beda, tapi tetap bersatu jua”

Pribahasa ini masih melekat dalam jiwa dan raga setiap rakyat Indonesia. Sejak di sekolah dasar dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), kita sudah diajarkan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Apa yang akan terjadi jika saat itu bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terpecah ? Tentulah nikmat dari kemerdekaan, terlepas dari para penjajah tidak akan kita rasakan hingga saat ini. Mengemukakan bahwa Negara Indonesia bukanlah sebagai Negara jajahan yang di pecah belah oleh sekutu, tapi Negara Indonesia adalah Negara yang merdeka dan bebas dari segala penjajahan. Walaupun berbeda-beda, bangsa Indonesia tetap bersatu untuk menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan Negara ini, dan bahasa Indonesia sebagai identitas resmi Negara kita.

Oleh karena itu, generasi muda! Marilah kita kobarkan kembali semangat perjuangan untuk Negara Indonesia dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dalam membela Negara dan tanah air kita, dan berkomitmen dengan Negara, mencintai Negara kita ini dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai identitas dan cerminan bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan Negara Indonesia. MERDEKA!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

UU di Jadikan Pajangan …

Nurma Syaidah | 7 jam lalu

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: