Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Midi Hardiani

i don't need to be wanted i want to be needed

Mengajar Bahasa Indonesia Dialek Sunda

OPINI | 22 September 2012 | 00:30 Dibaca: 165   Komentar: 0   0

Disamping pengalaman belajar bahasa Indonesia saya juga memiliki pengalaman mengajar bahasa Indonesia. Selain karena mencari penghasilan tambahan untuk menambah tabungan, mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar merupakan cara jitu untuk mencari pengalaman dan mempraktikkan apa yang sudah dipelajari selama di bangku kuliah terkait bahasa Indonesia. Bimbingan belajar (Bimbel) merupakan lembaga terbuka, sehingga siswa siswi yang datang untuk belajar disana berasal dari beberapa sekolah yang berbeda satu sma lain dan mayoritas terdiri dari keluarga menengah ke atas yang berarti pula mereka telah siap belajar karena itulah mengikuti bimbel. Pada satu waktu saya mengajar kelas IX. Materi yang dibahas adalah tentang jenis-jenis karangan Deskriptif, Naratif, Eksposisi, Persuasi, dan sebagainya. Ketika saya mulai berbicara dan menjelaskan jenis karangan tersebut ada seorang siswi yang ‘nyeletuk‘ tiba-tiba dengan serta merta berkata, “Kakak, orang sunda ya?” saya jawab, “Kok Tahu?” dia kembali berkata, ”Logatnya sunda banget..” dengan nada mendayu-dayu dan memainkan kepala. Sontak seisi kelas pun menjadi riang karena semua tersenyum menanggapi tingkah temannya itu. Tak sampai disitu ketika menerangkan “Karangan Narasi atau sifatnya disebut naratif merupakan karangan yang ditandai dengan sebuah cerita atau “menceritakeun”” karena berbicara cepat saya tak sadar menggunakan bahasa sunda karena selama libur semester saya berada di rumah dan berinteraksi dengan warga sekitar menggunakan bahasa sunda akhirnya terbawa sampai kelas bimbel. Sontak semua anak pun tertawa dan ada yang berkarta, “ Bu, ini kelas bahasa Indonesia, bukan bahasa Sunda”. Akirnya saya pun malu dan segera mengganti, “maaf anak-anak maksud ibu menceritakan”. Akhirnya mereka tertawa dan saya pun menjelaskan jenis karangan yang lain agar suasana hangat kembali.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 7 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 7 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 11 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 14 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 8 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 19) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Meninjau Konsistensi kehalalan Produk …

Donny Achmadi | 9 jam lalu

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: