Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Hening Nugroho

Hening Nugroho Alumni of the Gadjah Mada University.

Bahasa Indonesia Sebagai Cermin Pembentuk Karakter Bangsa

OPINI | 21 September 2012 | 10:32 Dibaca: 488   Komentar: 1   0

Bahasa mencerminkan karakter bangsa, menyebutkan bahwa karakter adalah ciri, karakteristik, keunikan, sosok, pribadi serta sifat. Jadi, karakter adalah suatu ciri yang mendasari atau menggambarkan kepribadian diri secara keseluruhan. Kita dapat menunjukkan kebangsaan kita sendiri dengan cara menguatkan bahasa Negara kita  yaitu Bahasa Indonesia. Peran bahasa Indonesia sebagai cerminan pembentuk karakter bangsa adalah di mana bahasa Indonesia digunakan sesuai konteks dan kedudukannya, secara baik dan benar keberadaannya sangat dihormati dan dijunjung tinggi oleh bangsanya. Tentunya, orang akan menilai bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat menjunjung tinggi bahasa negaranya. Dengan penggunaan bahasa Indonesia sesuai unggah-ungguh serta baik dan benar, orang di sekitar kita termasuk orang asing akan melihat dan menilai bahwa karakter orang Indonesia itu sopan-santun. Bahasa Indonesia pun akan lebih dihormati lagi di dunia Internasional. Karena bangsanya sendiri sangat menjunjung tinggi hal itu. Tapi, berbeda jika bangsanya sendiri saja tidak menghormati bahasa negaranya apa kata orang yang melihat, orang akan menilai bahwa karakter kita adalah orang acuh tak acuh tidak peduli, bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak menghargai negaranya sendiri apalagi bahasa negaranya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 9 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 9 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 13 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 16 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

London in a Day on Foot …

Fillia Damai R | 8 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 8 jam lalu

Mengintip Sekelumit Catatan Umar Kayam …

G | 8 jam lalu

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 9 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: