Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Muhammad Luqman Hakim

nama: luqman hakim alamat: pati, jawa tengah kode pos: 59181

Pentingnya Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Kita (Rakyat Indonesia)

OPINI | 20 September 2012 | 19:34 Dibaca: 164   Komentar: 2   1

Pendahuluan

Apakah anda masih ingat dengan lirik berikut ?” Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita”. Benar sekali ini adalah lirik dari salah satu lagu nasional yang sering kita dengarkan di sekolah-sekolah ataupun lapangan upacara dan tidak jarang di tempat juga acara penting lainnya. Apabila kita lihat lirik tersebut bahwa bangsa Indonesia disatukan oleh satu nusa, bangsa dan bahasa, walaupun di dalamnya tetap menghargai pluraitas. Kali ini bukan nusa dan bangsa yang saya bahas dalam artikel ini, melainkan bahasa kita. Bahasa Indonesia, adalah bahasa nasional negara Indonesia. Hampir di seluruh wilayah dan pelosok Indonesia menggunakan bahasa ini sebagai bahasa nasionalnya. Sehingga sudah seharusnya sebagai warga negara yang bijak, kita harus mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Berbahasa adalah suatu sistem komunikasi dengan perantara bahasa itu sendiri, yang tujuannya adalah informasi dapat saling dimengerti satu sama lain. Berbahasa tidak hanya melalui lisan saja, namun dapat dengan gerakan mapun tulisan, seperti yang saya lakukan dalam menulis artikel ini. Intinya bahasa adalah sistem dan alat komunikasi menyampaikan informasi yang dapat dimengerti oleh pemberi dan penerima informasi.

Penjelasan

Berapa pentingkah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional ?.

Hampir semua masyarakat Indonesia tahu bahwa bahasa nasional mereka adalah bahasa Indonesia. Sebagian besar pertemuan-pertemuan formal di masyarakat menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan masyarakat yang dulunya terisolir, kini sudah mulai membuka diri dan mengenal bahasa Indonesia. Dengan itu sudah terjawab pertanyaan tentang pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Jelas sekali sangatlah penting, mengapa? Karena, bahasa Indonesia mampu menjadi pemersatu khususnya komunikasi dari ratusan suku dan kelompok yang berbeda di Indonesia. Bayangkan apabila dengan suku, ras dan kelompok yang banyak dan beraneka ragam namun tidak memiliki bahasa nasional. Akibatnya komunikasi akan terganggu dan dengan pelan-pelan keretakan negara akan terbentuk.

Bagaimanakah bahasa Indonesia di mata anda ?.

Apabila kita disuguhkan dengan pertanyaan tersebut, pastilah jawabannya bersifat subjektif. Mengapa? Karena, walaupun bahasa Indonesia sangatlah penting bagi setiap orang yang hidup di Indonesia. Namun cara andang orang akan berbeda-beda. Namun dapat dipastikan hampir setiap orang akan menjwab, sangat penting. Memang benar, hidup di Indonesia tetapi tidak dapat berbahasa Indonesia, bagaikan anak kecil yang hanya mampu menggunakan bahasa ibu atau bahasanya sendiri. Tidak dapat dipungkiri lagi bahasa nasional sangatlah penting. Selain sebagai pemersatu, juga sebagai pemudah komunikasi antar etnis yang berbeda dalam suatu negara. Dengan bahasa nasional itu pula setiap orang tidak perlu harus bisa bahasa suku lain hanya untuk berkomunikasi.

Eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional sudah sejak dahulu muncul. Bahkan sebelum Indonesia merdeka sudah banyak orang mengerti bahasa ini. Di jaman yang lebih moderen dari itu, ketika pendidikan sudah mulai maju dan ujian nasional mulai dilaksanakan, bahasa Indonesia sudah menjadi bahan materi yang diujikan. Meskipun bahasa Indonesia telah mengalami beberapa kali revisi, namun itu hanyalah bertujuan menyempurnakan bahasa Indonesia.

Masihkah masyarakat menggunakan bahasa baku dan bagaimanakah keadaannya sekarang ?.

Tidak hanya jaman sekarang saja muncul bahasa-bahasa gaul di kalangan masyarakat. Sejak tahun delapan puluhan kata “gue” dan “elo” sudah uncul. Namun memang puncaknya adaah dua dekade belakangan ini. Bahkan sekarang masyarakat sudah mengenal bahasa-bahasa inovasi yang mereka pikir keren. Seperti, bahasa gaul yang didominasi dengan kata “gue” dan “elo”, bahasa alay, bahkan sekarang muncul bahasa banci. Lalu kapan masyarakat sekarang dapat berbahasa Indonesia dengan baik ? Karena sekarang pembicaraan formalpun tidak menjamin orang akan berbahasa Indonesia baik dan benar seratus persen.

Selain karena bahasa-bahasa baru yang muncul di masyarakat, penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD juga seakin diabaikan. Kemunculan teknologi, terutama telepon genggam juga membuat bahasa Indonesia yang benar semakin jauh dari sempurnaan. Mungkin banyak orang dari kita tak sadar bahasa SMS sangatlah merusak kemampuan berbahasa Indonesia yang benar. Sebaga contoh, kata “Aku” dalam bahasa SMS disingkat “Q”, kata “kamu” disingkat “U” dan masih banyak singkatan yang tidak baku. Keadaan ini semakin parah dengan muncunya anggapan bahwa itu dibenarkan. Seperti halnya kata “yang” disingkat “yg”. Sebagian masyarakat menganggap iti benar.

Ironisnya para pengajar (guru) juga banyak memunculkan kesalahan penulisan di hadapan anak-anak didiknya. Contohnya penggunaan angka dua di belakang suatu kata mereka anggap sebagai pengulangan. Seperti kata “baik-baik” dituis “baik2”, ”kura-kura” ditulis “kura2”. Itulah keadaan yang sering kita temui di dalam masyarakat kita. Kenapa itu terjadi ?, semua itu memang beralasan. Mereka menganggap bahwa penyingkatan itu bertujuan meringkas tenaga dan waktu sehingga lebih efisien. Sungguh anggapan yang salah, apakah kita harus mengorbankan kebenaran demi efisien ?, tentunya tidak, karena bahasa memang harus digunakan secara baik dan benar sesuai aturan yang ada.

Penutup

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional negara kita. Sebagai masyarakat Indonesia yang bijak, maka selayaknya kita harus bisa menggunakan bahasa ini dengan baik dan benar. Pada era moderen banyak muncul bahasa-bahasa inovsi yang secara tidak langsung menghancurkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik di masyarakat. Tidak hanya kalangan tua yang harus berbahasa Indonesia yang benar, namun generasi mudalah yang harus mampu melakukannya dengan lebih baik. Generasi muda adalah masa depan negara, apabila kita generasi muda tidak tahu berbahasa Indonesia yang baik, lalu bagaimana kelak negara Indonesia ini ?. Kita semua adalah masyarakat yang didamba-dambakan untuk membangun Indonesia. Mulailah pembangunan itu dari diri masing-masing, dengan cara membangun bahasa Indonesia kita menjadi lebih baik dan benar. Masa depan dan pembudayaan bahasa Indonesia ada di tangan kita. Jadi marilah jaga dan gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahasa Indonesia dan kita bagaikan jari telunjuk dan jari tengah yang selalu berdampingan dan saling melengkapi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Karnaval Kota yang Paling Ditunggu …

Ikrom Zain | | 30 August 2014 | 14:46

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | | 30 August 2014 | 16:19

Madrid yang Tak Belajar dari Pengalaman …

Garin Prilaksmana | | 30 August 2014 | 16:19

Makna Perjalanan Adalah Menambah Sahabat …

Ita Dk | | 30 August 2014 | 13:06

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 10 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 11 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 13 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Peranku bagi Indonesia …

Wiranota Hesti | 8 jam lalu

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | 8 jam lalu

Penampilan Wadyabala Kanjuruhan dan …

Mas Ukik | 8 jam lalu

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 8 jam lalu

Kuliner Vietnam Kala Itu… …

Fillia Damai R | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: