Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Robert Parlaungan Siregar

Sekarang Pemerhati Indonesia Kekinian.

Presiden SBY memimpin upacara pemakaman mantan Menteri Kesehatan di Pemakaman San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes

OPINI | 19 September 2012 | 18:36 Dibaca: 212   Komentar: 3   2

Saya tidak merasa nyaman bahwa Petinggi kita dimakamkan di tempat yang begitu asing: San Diego Hills. Saya merasa seperti jasad almarhumah Menkes  di ekspor ke Meksiko, dari bunyi San Diego. Kata Hills menimbulkan tanda tanya apakah lokasi pemakaman di Perbukitan di Amerika Serikat ataukah di Inggeris? Kesan yang saya dapat: almarhumah dimakamkan di Negeri Antah Berantah, bukan di tanah air tercinta: Indonesia.

Bukankah akan lebih pantas dan terhormat jika kita membaca: mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dimakamkan di Pemakaman Karawang Indah atau dimakamkan di Pasarean Karawang? ( Sare dalam bahasa daerah berarti tidur/istirahat) .

Dua minggu sebelumnya,  Petinggi lainnya yaitu Wamen Energi dimakamkan di pemakaman sama, berbeda komplek yaitu di Komplek Garden Benefaction Mansion

Penamaan Makam diatas melanggar

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN

Menimbang :

a:bahwa bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

b:bahwa bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Selengkapnya: http://www.djpp.depkumham.go.id/inc/buka.php?czoyOToiZD0yMDAwKzkmZj11dTI0LTIwMDkuaHRtJmpzPTEiOw==

Selain Presiden SBY terlihat sederet Menteri dan Petinggi lainnya dalam upacara pemakaman mantan Menteri Kesehatan. Apakah para Pemimpin kita tidak sedih dan marah, bahwa bahasa Indonesia sudah begitu disingkirkan? Apakah Gubernur Jawa Barat tidak ter cabik2 hatinya melihat daerahnya sudah dikuasai bahasa asing?

Ah, Para Pemimpin bangsa ini sudah mengambil  kebanggaan saya akan Bahasa (Indonesia).

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bola Lampu Pijar, 135 Tahun Penemuan yang …

Necholas David | | 22 October 2014 | 08:19

Angka Melek Huruf, PR Pemimpin Baru …

Joko Ade Nursiyono | | 22 October 2014 | 08:31

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender …

Herman Wijaya | | 22 October 2014 | 14:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 9 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 10 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 10 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 11 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: