Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Lutfi Effendi

Atlas south sea pearls

Bahasa Indonesia di Tengah Tuntutan Penggunaan Bahasa Daerah dan Bahasa Asing

OPINI | 17 September 2012 | 17:15 Dibaca: 104   Komentar: 0   0

Sejak awal, Saya sudah memutuskan untuk menggunakan Bahasa Indonesia dalam mendidik anak. Pertimbangan Saya adalah pemakaian Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari anak Saya lebih baik daripada menggunakan Bahasa Jawa. Mengingat Saya berasal dari Jawa Timur yang menetap di Bali, pemakaian Bahasa Indonesia membuat proses adaptasi lingkungan anak Saya menjadi tidak masalah. Berbeda seandainya anak Saya dibiasakan menggunakan Bahasa Jawa dengan lingkungan yang berbeda bahasanya, akan membuat mereka tidak bisa berbaur dengan lingkungannya.

Saya tidak ingin disebut kacang lupa dengan kulit, hanya Saya mempertimbangkan hal yang lebih besar. Mengajarkan salah satu bahasa yang tepat ke anak, tidak akan membuat anak menjadi bingung. Hal ini berbeda jika Saya tinggal di kampung halaman, tentu Saya akan mengajarkan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu ditempat kerja, Saya menggunakan Bahasa Indonesia baik dengan tenaga kerja asing maupun dengan tenaga kerja lokal. Sebagian besar tenaga kerja asing yang bekerja di Perusahaan ini sangat fasih menggunakan Bahasa Indonesia. Bangga rasanya, Mereka bisa berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.

Jadi pemakaian Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari Saya sudah menjadi keharusan karena tuntutan lingkungan kerja dan lingkungan sosial.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 9 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 12 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pompadour …

Yulian Muhammad | 7 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 7 jam lalu

Celotehan Kalbu …

Sidik Irawan | 8 jam lalu

Sudah Puaskah dengan BPJS? …

Ayu Novi Kurnia | 8 jam lalu

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: