Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Angga Bagus

Dusun. Gedang RT.02 RW.08 Desa. Mlirip Kec. Jetis Kab. Mojokerto

Sejarah Panjang Bahasa Kita dan Perkembangannya

OPINI | 13 September 2012 | 10:12 Dibaca: 161   Komentar: 0   0

Sulitnya memahami Bahasa Indonesia itu pasti kata- kata yang sering dikatakan para pelajar zaman sekarang. Adapun pelajar yang mampu  berkata dalam Bahasa Indonesia, tapi masih juga menggunakan Bahasa Daerah asal apabila sulit mengungkapkan kata- kata yang ingin dikatakan. Dan kata- kata serapan dari bahasa asing membuat kita malah menyukai bahasa asing tersebut daripada Bahasa Indonesia. Pada intinya Bahasa Indonesia itu mudah karena itu adalah Bahasa pemersatu kita semua. Dalam perkembangannya Bahasa Indonesia sudah mengalami perubahan dua  kali. Dari bahasa yang dulunya masih menyerap bahasa melayu riau menjadi bahasa yang telah baku dan telah disempurnakan atau EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan) .

Sejarahnya sendiri panjang dulunya Bahasa Indonesia adalah Bahasa Melayu, sebuah Bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945 Bahasa Indonesia diresmikan. Dan Bahasa Indonesia juga masih mengalami perubahan pada tanggal 28 oktober 1928 untuk menghindari kesan “Imprealisme Bahasa” oleh sumpah pemuda dan itu yang membuat pembedaan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Melayu sekarang ini.

Jadi sebenarnya bahasa Indonesia itu mudah itu karena bahasa  Indonesia sudah digunakan sejak dahulu sampai sekarang. Jadi kita harus bangga atas bahasa kita karena dengan kita bangga maka kita akan selalu suka dan selalu ingin mempelajari Bahasa Indonesia karena ini adalah warisan leluhur kita. Jadi selamat mempelajari Bahasa yang kita sudah bangga- banggakan ini agar dunia tahu bahwa walaupun berbeda tapi tetap satu jua yaitu Indonesia.

Dari segi kedekatan kita dengan Bahasa Indonesia sendiri kita lebih memilih bahasa asing. Dan ternyata dari segi syair lagu yang sedang naik daun saat ini banyak lagu yang memakai bahasa- bahasa zaman sekarang dan bahasa inggris contoh : kata loe, gue, filling, dan masih banyak lagi. Dari sisi perfilman Indonesia pun kedekatan Kita dan Bahasa Indonesia seperti sangat jau sekali contoh : seperti di film Bukan Cinta Biasa, atau sinetron Lupus yang banyak sekali menggunakan kata “LOE” dibanding dengan “KAMU”. Atau didalam film Bukan Cinta Biasa dalam dialog film ini banyak menggunakan bahasa asing daripada Bahasa Indonesianya sendiri.

Dari segi masyarakat atau lebih tepatnya pelajar. Hubungan Kita dan Bahasa Indonesia pun juga sangat jauh. Seperti contohnya didalam penulisan pesan singkat di telepon genggam Kita senang menggunakan bahasa singkat daripada bahasa yang jelas dan baku contohnya: seperti penulisan kata “aku” menjadi “q” didalam pesan singkat (SMS). Atau kata “kamu” menjadi “km” padahal “km” itu adalah kepanjangan “kilometer” dalam bahasa teknik.

Atau dalam dalam kehidupan sehari- hari kita sering menggunakan kata- kata yang tidak baku seperti dalam acara hajatan banyak kata yang tidak baku seperti contoh : “sekarang kita menginjak acara berikutnya” atau “ para hadirin- hadirin sekalian” padahal kita bisa menggunakan kalimat ”sekarang kita lanjutkan ke acara berikutnya” atau “hadirin semuanya”. Dan segi bahasa di iklan sendiri banyak yang menggunakan bahasa yang nge trend daripada Bahasa Indonesia yang baku dan baik. Contoh: iklan simpati dance challenge “are you ready to the callenge, kalau loe mau ikut aksiin gaya loe “.

Dari penjelasan- penjelasan diatas kita sudah tau bahwa seharusnya Kita Dan Bahasa Indonesia harus lebih diperhatikan dan dari bacaan diatas saya bisa menyimpulkan bahwa penyebab terjadinya bahasa Indonesia kalah bersaing dengan bahasa asing adalah karena kita tidak begitu paham dengan bahasa kita sendiri dan akhirnya sebagai alternatif kita beralih bahasa ke bahasa asing. pastinya mempelajari ilmu bahasa sendiri itu juga sangat mudah asalkan kita mau berusaha dan mau melatih ilmu kita itu dengan sungguh- sungguh pasti kita akan semakin erat dengan ilmu tersebut. Jadi mempelajari bahasa Indonesia adalah soal ketekunan dan ketelatenan dan juga dengan kebiasaan kita dalam menggunakannya dalam kehidupan sehari- hari. Dan lestarikanlah Bahasa Indonesia kita karena semakin kita lestarikan maka bahasa kita akan semakin jaya dan semakin lestari. Kalianpun tidak mau kan kalau sewaktu- waktu bahasa Indonesia kita tercinta ini di klaim oleh negara lain seperti waktu- waktu yang lalu contoh: budaya kita yaitu tari kecak yang di klaim oleh malaysia atau reog ponorogo yang juga di klaim oleh malaysia juga seharusnya kita lebih menjaga bahasa kita, karena bahasa suatu negara adalah identitas yang mutlak bagi negara tersebut, jadi cintailah Bahasa Indonesia karena itu adalah identitas kita.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 9 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 16 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 12 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 12 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 12 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 12 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: