Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Andrewied

Merah Putih. Twenties. Mungil. Kutu Buku. Senin Kliwon. Gemini. Kerbau Kayu. O+. Tea not Coffee. selengkapnya

Pengertian TOEFL dan TOEIC

REP | 04 September 2012 | 14:26 Dibaca: 13489   Komentar: 4   1

Saat berkeliling di dunia maya, alias blog-walk, saya menemukan artikel LIA Pakuan ini. Dari sana saya mendapatkan sedikit pengertian tentang perbedaan TOEFL dan TOEIC, yang tadinya saya pikir sama saja.

Di halaman tersebut tertulis:

Tes Prediksi TOEFL (EPT:English Proficiency Test)

EPT adalah tes yang telah dikembangkan oleh LBPP-LIA untuk mengukur kemampuan bahasa inggris menggunakan standar-standar pengukuran yang mirip tes TOEFL. Tes ini dimaksudkan untuk memberikan prediksi yang mendekati nilai TOEFL sebenarnya.

Tes Prediksi TOEIC (BET:Business English Test)

BET juga merupakan tes prediksi yang menggunakan standar-standar pengukuran kemampuan yang mirip tes TOEIC. Hasilnya juga merupakan prediksi yang mendekati nilai TOEIC sebenarnya.

Tes Kompetensi Bahasa standar DIKNAS (TUK-BIG:Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris)

Tes yang merupakan kerjasama dengan LSK-BIG (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bahasa Inggris) ini menawarkan hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang tersertifikasi oleh DIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional).

Lho? Dari penjelasannya kok nggak disebut perbedaannya ya? Iya, betul sekali.

Kalo dari kepanjangannya:

  • TOEFL: Test of English as Foreign Language
  • TOEIC: Test of English for International Communication

Yang saya tahu, TOEFL itu benar2 rumit, khususnya “berat” dalam hal struktur kalimat dan grammar. Untuk TOEIC, saya menilai lebih mudah dan sederhana, karena menggunakan kalimat dan vocabularies yang dipakai sehari-hari. Jadi saya ambil kesimpulan sendiri, seperti nama tes yg dipilih oleh LIA: English Proficiency Test. Dalam Bahasa Indonesia, Tes Kecakapan Bahasa Inggris. Untuk TOEIC disebut Business English Test. Dalam Bahasa Indonesia,Tes Bahasa Inggris untuk Bisnis.

Dari rentang nilai, sebagai gambaran saya pernah mendapat skor 520 untuk TOEFL dan 810 untuk TOEIC. Artinya, skor TOEIC rentangnya lebih besar.

Untuk kegunaan, perusahaan2 di Indonesia (termasuk PNS dan BUMN) mensyaratkan TOEFL. Tetapi “jangan coba2″ cari sertifikat TOEFL yg ASLI, bakalan pusing ente. Pensyaratan yg dimaksud tersebut adalah sertifikat yg dikeluarkan oleh Lembaga Bahasa yg Diakui Pemerintah. Kalo TOEIC, saya memiliki sertifikat ASLI yg dikeluarkan oleh ETS. Sertifikat ini saya dapat dari kampus saya, Universitas Brawijaya. Bagi umum yg masih nekat kepengen mendapat sertifikat ini, bisa menghubungi kampus saya (dulu gedungnya di Inkubator Bisnis Universitas Brawijaya, sebelah Malang Town Square, Kodya Malang - Jatim).

Sedikit tambahan Opini, saya lebih mendorong masyarakat Indonesia untuk beralih ke TOEIC (atau standar Tes Departemen Pendidikan yg baru itu). Kenapa? Alasan saya, TOEFL itu sangat rumit, serumit kurikulum pendidikan menengah di Indonesia (hehehe…). Saking rumitnya, mungkin saya sarankan Anda untuk berakrab ria dengan Mbak Blue Betty: buku Grammar berbahasa inggris yg setebal Kamus. Saya juga membaca pensyaratan nilai TOEFL > 600 untuk pegawai Kementerian Perdagangan, hmmm… Padahal kan jelas2 itu dunia bisnis yah. Dalam hati: baru tahu sedikit aja udah belagu…

13467277312062512644

Sampul Blue Betty

Bila tulisan saya ini membingungkan (atau mengintimidasi), saya sarankan untuk membaca tulisan ini: Inikah Namanya TOEFL.

Saya sadar betul kalo di Kompasiana sedang diadakan event “Bulan Bahasa”. Tulisan saya ini tidak memiliki maksud lain selain sekadar berbagi.

Tags: toefl

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menyelamatkan 500 Generasi Muda dari Dampak …

Thamrin Dahlan | | 19 September 2014 | 20:47

Dangdut Koplo Pengusir Jenuh, Siapa Mau? …

Gunawan Setyono | | 20 September 2014 | 08:45

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | | 19 September 2014 | 14:10

Saya, Istri dan Kompasiana …

Tubagus Encep | | 20 September 2014 | 08:00

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 2 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 3 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 3 jam lalu

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 11 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | 7 jam lalu

Sate Khas Semarang yang ada Di Jakarta …

Kornelius Ginting | 8 jam lalu

Browser Chrome Tidak Cocok Untuk Membuka …

Ruslan | 8 jam lalu

Andromax Pilihanku dalam Komunikasiku …

Dedy Sigid Setiawan | 8 jam lalu

Bang Ahok Jangan Bikin Malu Kami Ya …

Betterthangood Ina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: