Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Mustopa -

aku suka jurnalistik

Bahasa Indonesia dan Keberagaman Bahasa

REP | 03 September 2012 | 13:12 Dibaca: 366   Komentar: 0   0

Suatu ketika saya berkesempatan untuk mengahadiri sebuah Kongres Nasional salah satu organisasi antar kampus. Pada saat itu saya berfikir bahwa saya akan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Benar saja, pada kesempatan itu saya bisa berkenalan dengan teman-teman yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Bali, dan dari beberapa propinsi di seluruh Indonesia.

Sebagai Negara yang memiliki keragaman, keragaman bahasa tentu menjadi sesuatu yang sangat unik. Karena dari bahasa itulah kita bisa mengetahui dan menebak dari daerah mana kita berasal. Bahasa menunjukkan bangsa.

lebihnyalagi pada saat itu, saya yang berasal dari Pulau Madura diberikan kesempatan untuk menjadi pimpinan sidang (Presidium) bersama teman saya yang berasal dari Manado dan Jogjakarta. Tentu kita sudah bisa menerka bahwa bahasa daerah kita berbeda.

Lantas kami bertiga secara bergantian memimpin jalannya sidang. Kami saling membantu satu sama lain untuk mengaturjalannya sidang. Kami saling memberikan beberapa pendapat yang sekiranya bisa dijadikan pertimbangan dalam mengambi keputusan. Dan tibalah giliran saya untuk memimpin sidang yang berlangsung hingga tengah malam itu. Disaat sidang kongres sedang panas-panasnya, dan saya sedang merasa kebingungan menanggapi interupsi dari peserta sidang kongres. Tiba-tiba teman saya berkomentar, memberikan pendapatkannya ditelinga saya. tapi kata-kata yang dikeluarkannya begitu aneh dan sayapun tidak bisa mencernanya. Alhasil bukan bisa memberikan jalan keluar tapi malah membuat saya tambah bingung.

Usul punya usul ternyata teman saya tadi menggunakan bahasa daerahnya ketika memberikan pendapat kepada saya. Sejak saat itu sayapun menyadari bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menjadi sangat penting. Apalagi di Negara yang memliki keragaman bahasa dan budaya ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | | 31 August 2014 | 11:15

Penghasilan Ideal Penulis Indonesia, Berapa? …

Bambang Trim | | 31 August 2014 | 12:37

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 3 jam lalu

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 6 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 8 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 10 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mudahnya Membelah Cologne Dalam Hitungan …

Gaganawati | 8 jam lalu

Ahmad Hanafi Rais, Embrio Regenerasi …

Adrianus Malaloi | 8 jam lalu

Pemanasan Global dan Perubahan Keseimbangan …

Dino Fitriza | 9 jam lalu

Berjodoh, Ditangan atau Kehendak Tuhan? …

Lindung Pardede | 9 jam lalu

Hukumlah Florence di Media Sosial, Jangan …

Jonminofri Nazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: