Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Mustopa -

aku suka jurnalistik

Bahasa Indonesia dan Keberagaman Bahasa

REP | 03 September 2012 | 13:12 Dibaca: 377   Komentar: 0   0

Suatu ketika saya berkesempatan untuk mengahadiri sebuah Kongres Nasional salah satu organisasi antar kampus. Pada saat itu saya berfikir bahwa saya akan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Benar saja, pada kesempatan itu saya bisa berkenalan dengan teman-teman yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Bali, dan dari beberapa propinsi di seluruh Indonesia.

Sebagai Negara yang memiliki keragaman, keragaman bahasa tentu menjadi sesuatu yang sangat unik. Karena dari bahasa itulah kita bisa mengetahui dan menebak dari daerah mana kita berasal. Bahasa menunjukkan bangsa.

lebihnyalagi pada saat itu, saya yang berasal dari Pulau Madura diberikan kesempatan untuk menjadi pimpinan sidang (Presidium) bersama teman saya yang berasal dari Manado dan Jogjakarta. Tentu kita sudah bisa menerka bahwa bahasa daerah kita berbeda.

Lantas kami bertiga secara bergantian memimpin jalannya sidang. Kami saling membantu satu sama lain untuk mengaturjalannya sidang. Kami saling memberikan beberapa pendapat yang sekiranya bisa dijadikan pertimbangan dalam mengambi keputusan. Dan tibalah giliran saya untuk memimpin sidang yang berlangsung hingga tengah malam itu. Disaat sidang kongres sedang panas-panasnya, dan saya sedang merasa kebingungan menanggapi interupsi dari peserta sidang kongres. Tiba-tiba teman saya berkomentar, memberikan pendapatkannya ditelinga saya. tapi kata-kata yang dikeluarkannya begitu aneh dan sayapun tidak bisa mencernanya. Alhasil bukan bisa memberikan jalan keluar tapi malah membuat saya tambah bingung.

Usul punya usul ternyata teman saya tadi menggunakan bahasa daerahnya ketika memberikan pendapat kepada saya. Sejak saat itu sayapun menyadari bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menjadi sangat penting. Apalagi di Negara yang memliki keragaman bahasa dan budaya ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 5 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 6 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 7 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Mencari Azan ke Kampung Segambut …

Rita Kunrat | 8 jam lalu

Wonderful Indonesia: Menelusuri Jejak …

Casmudi | 8 jam lalu

Memanfaatkan Halaman Rumah untuk Tanaman …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Jangan-jangan Jokowi (juga) Kurang Makan …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Susi yang Bikin Heran …

Mbah Mupeang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: