Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Mustopa -

aku suka jurnalistik

Bahasa Indonesia dan Keberagaman Bahasa

REP | 03 September 2012 | 13:12 Dibaca: 349   Komentar: 0   0

Suatu ketika saya berkesempatan untuk mengahadiri sebuah Kongres Nasional salah satu organisasi antar kampus. Pada saat itu saya berfikir bahwa saya akan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Benar saja, pada kesempatan itu saya bisa berkenalan dengan teman-teman yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Bali, dan dari beberapa propinsi di seluruh Indonesia.

Sebagai Negara yang memiliki keragaman, keragaman bahasa tentu menjadi sesuatu yang sangat unik. Karena dari bahasa itulah kita bisa mengetahui dan menebak dari daerah mana kita berasal. Bahasa menunjukkan bangsa.

lebihnyalagi pada saat itu, saya yang berasal dari Pulau Madura diberikan kesempatan untuk menjadi pimpinan sidang (Presidium) bersama teman saya yang berasal dari Manado dan Jogjakarta. Tentu kita sudah bisa menerka bahwa bahasa daerah kita berbeda.

Lantas kami bertiga secara bergantian memimpin jalannya sidang. Kami saling membantu satu sama lain untuk mengaturjalannya sidang. Kami saling memberikan beberapa pendapat yang sekiranya bisa dijadikan pertimbangan dalam mengambi keputusan. Dan tibalah giliran saya untuk memimpin sidang yang berlangsung hingga tengah malam itu. Disaat sidang kongres sedang panas-panasnya, dan saya sedang merasa kebingungan menanggapi interupsi dari peserta sidang kongres. Tiba-tiba teman saya berkomentar, memberikan pendapatkannya ditelinga saya. tapi kata-kata yang dikeluarkannya begitu aneh dan sayapun tidak bisa mencernanya. Alhasil bukan bisa memberikan jalan keluar tapi malah membuat saya tambah bingung.

Usul punya usul ternyata teman saya tadi menggunakan bahasa daerahnya ketika memberikan pendapat kepada saya. Sejak saat itu sayapun menyadari bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menjadi sangat penting. Apalagi di Negara yang memliki keragaman bahasa dan budaya ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,6 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 10 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 11 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 12 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 12 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: