Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Dasam Syamsudin

Berjuang untuk hidup, hidup untuk berjuang... Twitter @Dasam03

AL-Quran dan Sains: Ayat-ayat Tentang Air #1 (Tantangan Buat Penghina al-Quran)

REP | 19 June 2012 | 10:44 Dibaca: 6926   Komentar: 8   6

Pembuka

Bah, akhirnya saya benar-benar mempersulit diri di Kompasiana, dari menulis tentang Doraemon, dan sekarang menulis tentang Al-Quran dan sains modern yang akan dibagi menjadi beberapa judul. Tidak apa-apa, ya, setiap kompasianer punya perbedaan, dan saya juga mau berbeda! Hihihi…

Saya sangat mengagumi Al-Quran. Tapi kekaguman saya pada ayat-ayat tentang sains, mempunyai tempat istimewa di hati saya. Tidak ada niat pilih kasih pada ayat-ayat Allah (sebab ayat-ayat persanksian pun saya percaya), hanya karena ada hubungannya dengan pengalaman pribadi saja, sehingga saya begitu meminati kajian-kajian tentang Al-Quran dan hubungannya dengan sains.

Saya beberapa kali sempat terlibat dalam diskusi panjang terhadap orang-orang yang mengaku Muslim tapi tidak percaya Al-Quran seluruhnya. Dan acap kali, saya meminta orang-orang tersebut untuk meruntuhkan ayat-ayat tentang sains, kenapa abad ke 7 sudah ada ungkapan-ungkapan tentang sains yang di abad modern hal itu terbukti menjadi fakta ilmiah. Semisal bumi bulat, rotasi Bumi dan Matahari, tentang hujan, perkawinan tumbuhan dengan bantuan angin, zat hijau daun, berkembangnya alam semesta, dan lain sebagainya. Tidak ada bantahan ilmiah yang pernah saya dengar bahkan dari dosen filsafat di tempat saya kuliah. Dan hal itu menguatkan keyakinan saya, bahwa Al Quran bukanlah kata-kata yang dikarang manusia, tapi benar-benar bukti adanya Maha Mengetahui, Dialah Allah SWT.

Anda merasa tertantang? Runtuhkanlah Ayat-ayat itu! Minimal, katakalah secara ilmiah bahwa ayat itu tidak lahir dari abad ke 7, melainkan berbarengan dengan perkembangan sains!

Salah satu ayat yang berhubungan dengan hal-hal ilmiah adalah ayat tentang siklus air. Ada belasan ayat yang membahas hal ini, dari fungsi air untuk menumbuh suburkan bumi yang tandus, menumbuhkan tetumbuhan agar menghasilkan buah-buahannya, tentang rasa air antara tawar dan asin, termasuk menurunkan air hujan agar manusia bergembira, dan lain sebagainya.

Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatan olehmu hujan keluar dari celah-celahnya, dan Allah juga menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakannya butiran-butiran es itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan dihindarkan dari siapa saja yang dikehendaki-Nya, kilauan kilat awan itu hampir menghilangkan penglihatan.” (QS: An-Nur : 43)

“Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal”. (Q.S. Al-Jatsiyah : 5 )

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?”(Q.S. Al-Waaqi’ah : 68-70 )

Coba sekali lagi perhatikan, bagaimana mungkin Nabi Muhammad bisa mengatakan hal demikian (kata-kata yang indah namun mempunyai makna ilmiah yang faktual) di masa hidupnya, sedangkan Beliau bukanlah seorang pakar sains, dan di abad itu memang belum ada ahli sains, itu adalah abad dimana manusia tenggelam di dalam hal-hal mistis, tidak ada manusia yang berfikir tentang sains. Abad ke 7 adalah abad kuno, dan abad yang jauh menyentuh peradaban sains modern. Saya tidak percaya itu ucapan Nabi Muhammad, saya yakin itu adalah Firman Allah SWT, bukti bahwa dia Dzat Yang Maha Mengetahui, dan Dia ada. Sedangkan Nabi Muhammad SAW adalah utusannya yang menyampaikan Kalam-kalam-Nya.

Di banyak tempat dari literatur Islam yang membahas Al-Quran, tidak pernah luput dari ungkapan bahwa Al-Quran adalah mukjizat. Saya hanya akan menyebutkan arti mukjizat secara etimologinya saja. Mukjizat berarti melemahkan, dari kata ‘ajaza, yang berarti lemah. Apa yang dilemahkan? Akal manusia. Mukjizat itu bertujuan melemahkan manusia termasuk akalnya agar menyadari diri, bahwa pengetahuannya terbatas. Sangat terbatas!

Sekali lagi, jika merasa tidak rela disebut akal manusia terbatas dan lemah. Saya sangat senang jika ada orang yang mau membantah ayat-ayat sains ini bukan lahir dari abad ke 7, tapi berbarengan dengan perkembangan sains. Dan fakta ilmiah tentang sains itu banyak lahir di abad 20, jadi buktikanlah ada sebuah ungkapan yang berhubungan dengan sains di abad 20 ini lalu diselipkan ke dalamayat ayat Al-Quran. Buktikan!

Jika merasa tidak mampu, berhentilah mengatakan Al-Qura sebagai kesalahan! (Maaf saya harus mengatakan ini, sebab saya sering menemukan yang menghina sesuatu yang tidak mereka kenal. Penghujat Al-Quran tapi mereka tidak memahami Al-Quran. Jika mau berbicara Al-Quran, masuklah ke dalamnya, jangan berteriak-teriak dari luar. Al Quran itu bukan cangkang yang kosong dan tidak berisi)

Saya yakin tidak akan ada yang mampu. Sebab, salah satu kemukjizatan Al-Quran adalah dengan adanya isyarat-isyarat Ilmiah yang terkandung di dalam Ayat-ayatnya. Itu, salah satu bukti Al-Quran adalah mukjizat! Anda mau tahu bentuk mukjizat di abad modern? Lihatlah Al-Quran, itu mukjizat abad sekarang. Dan selamanya akan menjadi seperti itu, sebuah mukjizat.

Penjelasan tentang ayat-ayat (kauniyah) dan tanggapan para pakar sains, insya Allah menyusul pada artikel yang berikutnya.

Wallahu A’lam,

Dasam Syamsudin

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 4 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 6 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 9 jam lalu

Soal Pengumuman Kenaikan Harga BBM, …

Gatot Swandito | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika PBR Merangsek ke Semifinal ISL 2014 …

Bahrur Ra | 9 jam lalu

Wasit Pertandingan Semen Padang vs Arema …

Binball Senior | 10 jam lalu

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | 11 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 11 jam lalu

Saat Tak Lagi Harus ke Kebun …

Mohamad Nurfahmi Bu... | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: