Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

JENIS DAN CONTOH PANTUN

OPINI | 13 June 2012 | 13:29 Dibaca: 44403   Komentar: 0   0

Pantun remaja

Padang hijau berjalur-jalur

Tempat bermain pelanduk nakal

Ingat kekasih menjelang tidur

Air mata ‘basahi di bantal

_________________________________________

Bawa tandu tunda di jalan

Bawalah juga sebilah bambu

Kalau kau rindu tengoklah bulan

Disana kita bisa bertemu

_________________________________________

Pantun kanak-kanak

Ekor panjang si ikan pari

Jenur satu di atas pohon

Adik menangis sepanjang hari

Minta ibu belikan balon

_________________________________________

Burung belibis dan burung balam

Berkicau merdu di hutan rimba

Adik menangis sepanjang malam

Inginkan sepeda beroda lima

_____________________________________________

Pantun nasihat

Bawa parang menggiring rakit

Parang bengkok hilang di pantai

Jika pinggang terasa sakit

Jangan makan jengkol dan petai

_______________________________________________

Ada kabar tolong siarkan

Biar menjadi kabar berita

Mata rabun jangan biarkan

Segera periksa ke dokter mata

________________________________________________

Pantun orang tua

Simpan tasbih jangan digantung

Lebih baik dibawa-bawa

Sudah nasib terima untung

Gigi yang dua tanggal* semua

*copot

_______________________________________________

Memotong bawang dua-dua

Satu dibuang jatuh di rumput

Ada bedanya muda dan tua

Dulu kencang kini keriput

___________________________________________

Pantun agama

Pedihnya sabun karena buih

Buih dipakai mencuci kain

Meski harta belum berlebih

Jangan lupa fakir dan miskin

_____________________________________________

Tanam bunga di dalam taman

Hendaknya jangan terlalu rapat

Wahai insan orang beriman

Adzan terdengar segera shalat

_______________________________________________

Pantun jenaka

Elok menanam si jeruk purut

Buahnya banyak jatuh di rumpun

Siang dan malam nenek merengut

Jago si kakek tak bisa bangun

_____________________________________________

Ambil pisau pemotong daging

Dagingnya liat kar’na berotot

Melihat nenek berc’lana leging

Mata cucu jadi melotot

________________________________________

Kota Baru Karawang, 130620122022

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49


TRENDING ARTICLES

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 14 jam lalu

Kalah Karena Dicurangi? Belajarlah pada …

Ipul Gassing | 14 jam lalu

Prabowo Subianto Tolak Pilpres 2014, Berarti …

Danny Ph Siagian | 16 jam lalu

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 22 July 2014 09:57

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 22 July 2014 09:20

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: