Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

JENIS DAN CONTOH PANTUN

OPINI | 13 June 2012 | 13:29 Dibaca: 43694   Komentar: 0   0

Pantun remaja

Padang hijau berjalur-jalur

Tempat bermain pelanduk nakal

Ingat kekasih menjelang tidur

Air mata ‘basahi di bantal

_________________________________________

Bawa tandu tunda di jalan

Bawalah juga sebilah bambu

Kalau kau rindu tengoklah bulan

Disana kita bisa bertemu

_________________________________________

Pantun kanak-kanak

Ekor panjang si ikan pari

Jenur satu di atas pohon

Adik menangis sepanjang hari

Minta ibu belikan balon

_________________________________________

Burung belibis dan burung balam

Berkicau merdu di hutan rimba

Adik menangis sepanjang malam

Inginkan sepeda beroda lima

_____________________________________________

Pantun nasihat

Bawa parang menggiring rakit

Parang bengkok hilang di pantai

Jika pinggang terasa sakit

Jangan makan jengkol dan petai

_______________________________________________

Ada kabar tolong siarkan

Biar menjadi kabar berita

Mata rabun jangan biarkan

Segera periksa ke dokter mata

________________________________________________

Pantun orang tua

Simpan tasbih jangan digantung

Lebih baik dibawa-bawa

Sudah nasib terima untung

Gigi yang dua tanggal* semua

*copot

_______________________________________________

Memotong bawang dua-dua

Satu dibuang jatuh di rumput

Ada bedanya muda dan tua

Dulu kencang kini keriput

___________________________________________

Pantun agama

Pedihnya sabun karena buih

Buih dipakai mencuci kain

Meski harta belum berlebih

Jangan lupa fakir dan miskin

_____________________________________________

Tanam bunga di dalam taman

Hendaknya jangan terlalu rapat

Wahai insan orang beriman

Adzan terdengar segera shalat

_______________________________________________

Pantun jenaka

Elok menanam si jeruk purut

Buahnya banyak jatuh di rumpun

Siang dan malam nenek merengut

Jago si kakek tak bisa bangun

_____________________________________________

Ambil pisau pemotong daging

Dagingnya liat kar’na berotot

Melihat nenek berc’lana leging

Mata cucu jadi melotot

________________________________________

Kota Baru Karawang, 130620122022

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bila Gagal Lulus UN …

Sayidah Rohmah | | 16 April 2014 | 10:34

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 8 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 8 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: