Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

JENIS DAN CONTOH PANTUN

OPINI | 13 June 2012 | 13:29 Dibaca: 50967   Komentar: 0   0

Pantun remaja

Padang hijau berjalur-jalur

Tempat bermain pelanduk nakal

Ingat kekasih menjelang tidur

Air mata ‘basahi di bantal

_________________________________________

Bawa tandu tunda di jalan

Bawalah juga sebilah bambu

Kalau kau rindu tengoklah bulan

Disana kita bisa bertemu

_________________________________________

Pantun kanak-kanak

Ekor panjang si ikan pari

Jenur satu di atas pohon

Adik menangis sepanjang hari

Minta ibu belikan balon

_________________________________________

Burung belibis dan burung balam

Berkicau merdu di hutan rimba

Adik menangis sepanjang malam

Inginkan sepeda beroda lima

_____________________________________________

Pantun nasihat

Bawa parang menggiring rakit

Parang bengkok hilang di pantai

Jika pinggang terasa sakit

Jangan makan jengkol dan petai

_______________________________________________

Ada kabar tolong siarkan

Biar menjadi kabar berita

Mata rabun jangan biarkan

Segera periksa ke dokter mata

________________________________________________

Pantun orang tua

Simpan tasbih jangan digantung

Lebih baik dibawa-bawa

Sudah nasib terima untung

Gigi yang dua tanggal* semua

*copot

_______________________________________________

Memotong bawang dua-dua

Satu dibuang jatuh di rumput

Ada bedanya muda dan tua

Dulu kencang kini keriput

___________________________________________

Pantun agama

Pedihnya sabun karena buih

Buih dipakai mencuci kain

Meski harta belum berlebih

Jangan lupa fakir dan miskin

_____________________________________________

Tanam bunga di dalam taman

Hendaknya jangan terlalu rapat

Wahai insan orang beriman

Adzan terdengar segera shalat

_______________________________________________

Pantun jenaka

Elok menanam si jeruk purut

Buahnya banyak jatuh di rumpun

Siang dan malam nenek merengut

Jago si kakek tak bisa bangun

_____________________________________________

Ambil pisau pemotong daging

Dagingnya liat kar’na berotot

Melihat nenek berc’lana leging

Mata cucu jadi melotot

________________________________________

Kota Baru Karawang, 130620122022

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 22 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 24 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 20 December 2014 09:14

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 20 December 2014 08:49

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 December 2014 07:59


Subscribe and Follow Kompasiana: