Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Wieke Veronica Lamria

Tak berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya..

Alay Si Kamseupay yang Kepo!

REP | 07 May 2012 | 18:15 Dibaca: 13321   Komentar: 6   0

Hari pertama, aku berbincang dengan seorang teman :

Teman   : “Liat status FB nya Nanda ngga? Iiih ngga banget deh.. Ngapaian sih setiap di suatu tempat pasti langsung nge share di FB. Norak bgt !!”

Aku        : “Looh kenapa emangnya, ngga ada masalahkan? “

Teman  : “Emang ngga ada masalah sih, tapi jijik aja gue liatnya. Cuma ke D’Cost aja pake di share, kalo ke tempat-tempay yang keren gitu, bolehlah dishare”

Aku       : “Kalo gitu, elo delete aja dia dari friends list elo, biar ngga bisa liat lagi. Selesai kan?? Lagian ngga ada untungnya jugakan buat loe, biarin ajalah, itukan idup nya dia”

Teman  : “Emang ngga untungnya buat gue, tapi sumpah annoying liatnya. Alay bgt tau ngga loe !!!”

Aku        : “Wait wait.. Alay?? Apaan tuh artinya? Baru tau gue, jelasin coba !”

Teman  : -Sunyi senyap tak bergeming-

#Hmmm Alay.. Aku baru tahu ada bahasa itu. Karena aku ditakdirkan untuk jadi perempuan yang mau tahu segalanya, akhirnya  aku cuma bisa mengandalkan Mbah Google untuk menjawab rasa penasaranku, setelah temanku tidak bisa menjelaskan apa itu si ALAY.

Berikut hasil penelusuran ku tentang Alay, bahasa yang asing ditelingaku : “Alay atau anak layangan adalah orang-orang kampung norak yang baru bisa berlagak jadi KOOL (bukan cool, tapi KOOL = KOalitas Orang Lowclass). Alay sering di identikkan dengan narsisme, kenorakan, dan ya… apapun yang buruk. Alay merupakan kanker yang perlahan membunuh negara Indomienesia dan merusak imagenya. Dalam ilmu sosiologi, dikenallah strata yang berarti tingkatan seseorang/kelompok dalam suatu komunitas dan alaylah yang menempati strata terbawah dalam negara Indonesia dan sampai kapanpun strata mereka tidak akan bertingkat bahkan bisa turun apabila ada golongan baru. Alay itu murahan, maka kalian dapat menemukan alay dimana-mana kemanapun kalian berjalan di Indonesia, menjadi alaypun murah dan dapat instant dianggap keren, jadi dengan alasan itu alaypun juga seperti jamur karena tersebar dimana-mana asal ada hal yang mendukung, yaitu narsisme berlebihan, kenorakan, dan sedikit uang buat beli barang-barang fashyuunZ supaya bisa jadi KOOL “ ( http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2524035 )

Dan ini adalah salah satu ciri Alay :

Baiklah, aku paham sekarang !! Walaupun menurutku tidak ada yang salah dengan Alay, yaaah itulah gaya hidup yang mereka pilih, mungkin untuk mendapat pengakuan dari masyarakat luas. Lantas apa bedanya dengan anak Gaul, anak RnB, anak Shuffle yang sekarang katanya juga lagi menjamur di Indonesia? Aku rasa semua sama saja, mereka masih sama-sama anak belasan tahun yang masih mencari jati diri. Tidak ada salahnya mereka mengambil jalur Alay itu, daripada jalur Anar alias Anak Narkoba, yang mereka ambil ??

Hari kedua aku berbincang dengan teman yang sama di hari pertama :

Aku         : “Lihat deh si Nincy, gaya nya lucu ya. Simple dan ngga berlebihan”

Teman   : “Simple apanya, elo ngga liat tuh baca model jadul gitu, motifnya aja ngga jelas. Terus elo bilang simple gitu ??”

Aku        : “Yaaah selera orangkan beda-beda, menurut gue bagus, belum tentu menurut loe bagus juga”

Teman  : ” Aduuuuh elo kenapa jadi kamseupay gini sih, sama banget deh loe sama si Nincy.”

Aku        : “Whaaaat….apalagi tuh kamseupay? Banyak banget sih perbendaharaan kata loe. Apa lagi tuh artinya ??”

Teman   : ” -Sunyi senyap dan mencari alasan untuk berlalu-

#Kamseupay ! Yaaah dan lagi aku menemukan kata baru dari temanku. Anehnya, dia hanya bisa bicara tapi tidak bisa menjelaskan. Akhirnya untuk kesekian kalinya aku memutar-mutar mouseku untuk memasuki ranah Mbah Google, mencari tahu, apa itu : Kamseupay. Naik turun signal inet di kamarku, akhirnya dapat juga, ini dia artinya : ” Kata Kamseupay ini pertama kali digunakan pada tahun 1970-an. Kamseupay termasuk salah satu kata sindiran kasar yang artinya adalah kampungan atau sangat kampungan. Yang merupakan singkatan dari “KAMpungan SEukali Udik eUUyy, PAYah. Kata Kamseupay sempat menjadi topline di beberapa jejaring sosial, bahkan kata ini pun menjadi iklan salah satu operator sellular” (http://kumpulan-terbaru.blogspot.com/2012/04/arti-kata-kamseupay-yang-populer.html)

Dan aku tahu arti Kamseupay itu apa. Ini semua masalah selera. Jika kita tidak suka dengan gaya atau pola laku orang lain, itu sah-sah saja. Tapi ingat, belum tentu selara kita dinilai keren oleh orang lain. Karena lagi-lagi, ini selera. Dan mau tidak mau, kita harus bisa menghargai selera orang lain. Titik !!
Hari ketiga, hari terakhir aku putuskan berbincang dengan temanku yang satu ini. Karena buatku, dia selalu asal bicara, tapi tidak pernah tahu apa yang dia bicarakan :

Teman     : “Gimana kabarnya Gita? Lama ngga ada kabar”

Aku          : ” Kabarnya baik, kemarin baru main dari rumah gue, ngasih undangan.”

Teman    : “Haaah undangan nikah?? Sama siapa? Jadi sama si Garna? Bukannya dulu dia selingkuh, terus Gita kabur ke Jogja? Terus nikah sama siapa si Gita?”

Aku         : “Iiih kepo banget sih loe, urusan orang itu, ngga usah ribet mikirin. Gita ngasih undangan Sunatan keponakannya. Puas loe ??”

Teman   : “Ouuuuw… eh Kepo apaan tuh? Dapet darimana tuh bahasa? Elo punya kamus bahas gaul ya? Atau elo ciptain sendiri tuh bahasa?”

Aku        : “Aaaah gitu aja ngga tau !! Kepo berasal dari bahasa Hokian. Kepo terdiri dari dua kata, yaitu : Ke dan Po (Apo). Dimana kata “Ke” mempunyai arti bertanya dan Po (Apo) mempunyai arti nenek-nenek. Jadi kalau kedua digabungakan jadilah Kepo, yang berarti Nenek-nenek yang suka banyak nanya, alias mau tau aja urusan orang lain. Tapi ada juga yang mengartikan Kepo itu dari singkatan Knowing Every Particular Object. Artinya ya sama kaya suka mencampuri urusan orang lain (http://unik-aneh.lintas.me/go/ciricara.com/arti-dan-asal-usul-kata-kepo/). Persis kan sama kaya loe barusan, mau tau aja urusa si Gita??”
Teman   : -Sunyi senyap dan terdiam-

Aku         : “Makanya lain kali kalau elo mau mengatakan satu kata yang asing dipendengaran, elo harus tahu artinya apa, jangan sembarangan ngucap dan cuap-cuap”

#Tidak ada salahnya mencari tahu apa yang kita tidak tahu.  Jangan takut dibilang bodoh, daripada membicarakan sesuatu yang kita tidak tahu artinya. Buat saya, itu baru : Bodoh !! Asal yang kita cari tahu bukan masalah kehidupan ataupun urusan orang lain, loh. Itu sama bodohnya !!”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 7 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 9 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 13 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 15 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: