Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

Lho, Apa Makna dari ‘God Speed’?

OPINI | 25 March 2012 | 22:55 Dibaca: 5073   Komentar: 31   2

1332672657732817111

(ilust portboatus.com)

Dalam salah satu bait syair lagu ’Unchained Melody’ yang terkenal itu ada kalimat ’God speed your love’. Apakah ’speed’ dalam konteks ini mengandung makna ’menyegerakan atau mempercepat’, seperti pada istilah ’speed limit’ (batas kecepatan maksimal) atau ’speeding’ (mengebut)? Ternyata tidaklah benar tebakan ini. Istilah ’God speed’ adalah salah satu contoh kata usang (archaic) yang bermakna ’Tuhan memberkati’. Istilah ini diserap dari bahasa Inggris kuno ’God spede you’ yang berarti ’Tuhan menganugerahi kamu kemakmuran’, jadi kurang lebih sepadan maknanya dengan ’God bless you’.

Istilah ini juga digunakan sebagai kata benda dengan dituliskan sebagai ’Godspeed’ yang bermakna ’berkat Tuhan’ seperti pada kalimat ’A hearty Godspeed was extended to all the departing troops’ (Berkat Tuhan yang khusuk didoakan pada seluruh pasukan yang akan berangkat tugas). Istilah Godspeed memang sekarang cuma diucapkan oleh generasi tua dan dewasa ini lebih umum diucapkan dengan ’God bless you’ atau ’Good luck’.

Yang menarik untuk disimak adalah istilah ’The passion of Christ’ yang juga menjadi judul film yang disutradarai oleh Mel Gibson. Kita semua umumnya memaknai ’passion’ dengan ’kegairahan’ atau malahan dengan ’nafsu’, yang tentunya tidak mengena diterapkan dalam konteks istilah di atas. Seperti yang dimaklumi ’the passion of Christ’ bermakna ’penderitaan Kristus’ untuk melukiskan rangkaian kesengsaraan Kristus sampai akhirnya wafat di kayu salib. Sejarah perkembangan kata ’passion’ ini memang cukup panjang. Kata yang berasal dari bahasa Latin ’passio’ (bermakna suffering atau penderitaan), digunakan dalam kitab Injil pada abad ke 2 dan eksklusif digunakan secara teologis untuk merujuk pada penderitaan Kristus. Pada abad ke 11, saat bangsa Norman menjajah Inggris, kata ’passion’ mulai dipakai lebih luas misalnya untuk merujuk kepada martyrdom (mati syahid) atau penyiksaan fisik. Pada abad ke 13, passion mulai dipakai untuk menggambarkan ’perasaan yang mendalam’ (strong emotion). Pada abad ke 16, kata ’passion’ bahkan sudah beralih dari makna asalnya dalam bahasa Latin dan mulai berkonotasi seksual seperti yang dapat dijumpai pada karya buku William Shakespeare.

Kata usang lainnya yang mungkin sedikit membingungkan untuk generasi kini adalah kalimat ’suffer the little children to come to me’. Kalimat ini dapat dijumpai pada kitab Injil yang bermakna ’biarkan anak-anak kecil itu datang kepadaku’. Tentu agak membingungkan, karena selama ini kita memaknai ’suffer’ dengan ’menderita’, misalnya pada kalimat ’he suffers from malaria’ (dia menderita sakit malaria). Kata ’suffer’ ini memang mengalami evolusi makna dari ’allow, permit, let’ (membiarkan atau mengijinkan) menjadi ’menderita’ dalam kurun waktu 400 tahun.

Lantas ada kata ’pray’ yang pasti Anda mafhumkan makna yaitu ’berdoa’. Tapi beberapa dekade tahun berselang ’pray’ masih dipakai dengan permaknaan ’silahkan, mohon, atau diharapkan’. Anda barangkali pernah mendengar istilah ini : pray tell me (mohon katakan padaku) atau kalimat yang sering ditemui pada novel Sherlock Holmes yaitu ’pray proceed’ (silakan lanjutkan). Kata ’pray’ ini bahkan bisa diselipkan sebagai gaya bahasa sarkasme misalnya pada kalimat ’And what, pray, was the purpose of that? (Lalu apa gerangan maksud tujuannya?).

1332672761309678259

Parabolic Jesus

Istilah yang unik (dan bisa membingungkan) lainnya adalah kata ’parabolic’ dalam penyebutan ’Parabolic Jesus’. Yang kita tahu, parabolik tentu berkaitan dengan bentuk geometris atau perangkat komunikasi satelit yang berbentuk cawan itu. Ternyata kalau kita merujuk pada kamus, ’parabolic’ juga mempunyai makna ’yang berkaitan dengan parabel (parable) yaitu perumpamaan yang sering dituturkan oleh Jesus kepada murid-muridnya. Memang terasa sedikit ganjil, bagaimana kata ’parable’ dijadikan kata sifat (adjective) dengan disisipi huruf ’o’ menjadi ’parabolic’. Gambar yang bisa dilihat di sini diambil di kota Perugia yang merupakan ibukota provinsi Umbria di Italia Tengah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 November 2014 | 23:39

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Inilah Para Peraih Kompasiana Awards 2014! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 21:30

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 19:09


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 November 2014 21:46

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Mafia Migas Perlu Terapkan Strategi Baru …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Refleksi Kenaikan Harga BBM: Menderita …

Kortal Nadeak | 16 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | 16 jam lalu

Sedikit Oleh-oleh dari Kompasianival 2014 …

Opa Jappy | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: