Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

Lho, Apa Makna dari ‘God Speed’?

OPINI | 25 March 2012 | 22:55 Dibaca: 4261   Komentar: 31   2

1332672657732817111

(ilust portboatus.com)

Dalam salah satu bait syair lagu ’Unchained Melody’ yang terkenal itu ada kalimat ’God speed your love’. Apakah ’speed’ dalam konteks ini mengandung makna ’menyegerakan atau mempercepat’, seperti pada istilah ’speed limit’ (batas kecepatan maksimal) atau ’speeding’ (mengebut)? Ternyata tidaklah benar tebakan ini. Istilah ’God speed’ adalah salah satu contoh kata usang (archaic) yang bermakna ’Tuhan memberkati’. Istilah ini diserap dari bahasa Inggris kuno ’God spede you’ yang berarti ’Tuhan menganugerahi kamu kemakmuran’, jadi kurang lebih sepadan maknanya dengan ’God bless you’.

Istilah ini juga digunakan sebagai kata benda dengan dituliskan sebagai ’Godspeed’ yang bermakna ’berkat Tuhan’ seperti pada kalimat ’A hearty Godspeed was extended to all the departing troops’ (Berkat Tuhan yang khusuk didoakan pada seluruh pasukan yang akan berangkat tugas). Istilah Godspeed memang sekarang cuma diucapkan oleh generasi tua dan dewasa ini lebih umum diucapkan dengan ’God bless you’ atau ’Good luck’.

Yang menarik untuk disimak adalah istilah ’The passion of Christ’ yang juga menjadi judul film yang disutradarai oleh Mel Gibson. Kita semua umumnya memaknai ’passion’ dengan ’kegairahan’ atau malahan dengan ’nafsu’, yang tentunya tidak mengena diterapkan dalam konteks istilah di atas. Seperti yang dimaklumi ’the passion of Christ’ bermakna ’penderitaan Kristus’ untuk melukiskan rangkaian kesengsaraan Kristus sampai akhirnya wafat di kayu salib. Sejarah perkembangan kata ’passion’ ini memang cukup panjang. Kata yang berasal dari bahasa Latin ’passio’ (bermakna suffering atau penderitaan), digunakan dalam kitab Injil pada abad ke 2 dan eksklusif digunakan secara teologis untuk merujuk pada penderitaan Kristus. Pada abad ke 11, saat bangsa Norman menjajah Inggris, kata ’passion’ mulai dipakai lebih luas misalnya untuk merujuk kepada martyrdom (mati syahid) atau penyiksaan fisik. Pada abad ke 13, passion mulai dipakai untuk menggambarkan ’perasaan yang mendalam’ (strong emotion). Pada abad ke 16, kata ’passion’ bahkan sudah beralih dari makna asalnya dalam bahasa Latin dan mulai berkonotasi seksual seperti yang dapat dijumpai pada karya buku William Shakespeare.

Kata usang lainnya yang mungkin sedikit membingungkan untuk generasi kini adalah kalimat ’suffer the little children to come to me’. Kalimat ini dapat dijumpai pada kitab Injil yang bermakna ’biarkan anak-anak kecil itu datang kepadaku’. Tentu agak membingungkan, karena selama ini kita memaknai ’suffer’ dengan ’menderita’, misalnya pada kalimat ’he suffers from malaria’ (dia menderita sakit malaria). Kata ’suffer’ ini memang mengalami evolusi makna dari ’allow, permit, let’ (membiarkan atau mengijinkan) menjadi ’menderita’ dalam kurun waktu 400 tahun.

Lantas ada kata ’pray’ yang pasti Anda mafhumkan makna yaitu ’berdoa’. Tapi beberapa dekade tahun berselang ’pray’ masih dipakai dengan permaknaan ’silahkan, mohon, atau diharapkan’. Anda barangkali pernah mendengar istilah ini : pray tell me (mohon katakan padaku) atau kalimat yang sering ditemui pada novel Sherlock Holmes yaitu ’pray proceed’ (silakan lanjutkan). Kata ’pray’ ini bahkan bisa diselipkan sebagai gaya bahasa sarkasme misalnya pada kalimat ’And what, pray, was the purpose of that? (Lalu apa gerangan maksud tujuannya?).

1332672761309678259

Parabolic Jesus

Istilah yang unik (dan bisa membingungkan) lainnya adalah kata ’parabolic’ dalam penyebutan ’Parabolic Jesus’. Yang kita tahu, parabolik tentu berkaitan dengan bentuk geometris atau perangkat komunikasi satelit yang berbentuk cawan itu. Ternyata kalau kita merujuk pada kamus, ’parabolic’ juga mempunyai makna ’yang berkaitan dengan parabel (parable) yaitu perumpamaan yang sering dituturkan oleh Jesus kepada murid-muridnya. Memang terasa sedikit ganjil, bagaimana kata ’parable’ dijadikan kata sifat (adjective) dengan disisipi huruf ’o’ menjadi ’parabolic’. Gambar yang bisa dilihat di sini diambil di kota Perugia yang merupakan ibukota provinsi Umbria di Italia Tengah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 4 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 6 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 10 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 12 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: