Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Vian Novian

Saya mahasiswa Ilkom Universitas Pakuan Bogor, lahir di Bogor 21 November 1992, baru belajar menulis

Uniknya Permainan Kata dan Kalimat

REP | 22 March 2012 | 05:39 Dibaca: 12676   Komentar: 1   1

133239292472704348

sumber: http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-image-polka-dot-alphabet-image14995996

Di Indonesia kita mengenal permainan kata “Pancasila Lima Dasar”, yang cara memainkannya adalah dengan menentukan huruf berdasarkan jumlah jari yang ditunjukkan para pemainnya, lantas beradu cepat menyebutkan sesuatu yang namanya diawali dengan huruf tersebut, tergantung kategori yang sudah ditentukan di awal permainan. Misal, kategorinya iklan. Ketika jumlah jari berhenti di huruf F, buru-buru kita berseru, “Fiesta!” (Ups, maaf nyebut merek! Kena royalti nggak, ya, Pak, Bu?)

Ya sudahlah, sekarang saya akan membahas tentang beberapa permainan kata dan kalimat yang dikenal di luar negeri. Apa sajakah itu?

Anagram

1332394874732778373

sumber: http://www.coloribus.com/adsarchive/prints/newspaper-anagram-india-shining-5889655/

Anagram adalah sejenis permainan kata, yang dimainkan dengan cara menyusun ulang huruf-huruf dari sebuah kata membentuk kata lain. Tentu saja huruf-huruf yang disusun haruslah huruf yang sama tanpa mengurangi atau menambahkan huruf lain. Misal, anagram dari “buta” adalah “batu”, “tuba”, “baut”, dan “tabu”. Anagram dari “ikan” antara lain “kain”, “kina”, dan “naik”.

Alfagram

Alfagram adalah permainan menyusun ulang huruf dari sebuah kata agar sesuai urutan alfabetis. Misal alfagram “kompasiana” adalah “aaaikmnops”. Semakin cepat kita menyusun alfagram dari sebuah kata, maka otak kita pun makin terlatih untuk berpikir cepat, tepat, dan sistematis. Jadi bisa dibilang ini adalah salah satu permainan kata yang mengasah otak dan melatih kecepatan berpikir.

Acrostic

1332393180561338536

sumber: http://cte.jhu.edu/techacademy/web/2000/baczkowski/acrostic.htm


Bisa dikatakan sebagai permainan sastrawi. Yaitu seni merangkai sebuah kalimat atau beberapa kalimat dalam satu atau beberapa bait (puisi) dengan menggunakan sebuah nama sebagai huruf-huruf awal. Misal, akrostik versi satu kalimat dari Kompasiana.

Kebiasaan

oma

melukis

pantai

atau

sungai

itu

aku

nilai

apik

Sedikit maksa memang, hehe. Sementara untuk versi puisinya kira-kira seperti ini….

Kala mentari bertolak dari persembunyiannya

Oh, lihatlah, burung-burung bercericit ria menyambutnya

Mentari pun tersenyum dibuatnya

Putri malu perlahan kembali menengadah

Awan pun seakan-seakan membisikkan

Syair tentang kehidupan

Imajinasiku pun ikut bersenandung

Akankah mentari lelah berpendar?

Namun aku percaya

Alam masih akan berseri seribu tahun lagi

Tidak hanya satu huruf, tapi bisa juga menggunakan beberapa huruf di awal bait. Misal begini:

KOMputerku mati lagi

PArah sekali, padahal baru kemarin direparasi

SIAl, dasar komputer butut!

NAsib, ini artinya aku harus membeli komputer baru

Untuk para penyair, boleh juga sesekali mencoba menulis puisi dengan rumus seperti ini.

Acrostic Ganda

Masih sejenis dengan acrostic di atas, bedanya huruf akhir dari setiap bait ikut membentuk kata yang sama dengan yang dibentuk huruf awal.

Kurasakan asa yang merangkak naik

Oh-oh, dalam dadaku pun bergejolak sebuah animo

Melewati masa mudaku yang terpuruk dalam

Pelangi pun tergugah seiring angin yang bertiup

Asaku semakin membuncah tinggi bersama rasa

Sanggupkah asaku hinggap di puncak termanis

Inginku mengukir semua itu pada dinding imaji

Akan kujemput impian yang lama membara

Namun bila kehendak Tuhan berkata lain

Apa daya, biarkan asaku terbang berkelana

Anamonic

Yang ini memang agak rumit. Taruhlah dua kosakata. Kosakata pertama ditambahkan huruf demi huruf dari kosakata kedua dan menghasilkan kata-kata baru. Saya ambil contoh yang paling simpel:

Kosakata 1: Di

Kosakata 2: Maka

Maka, anamonicnya adalah:

  • Di + M = Dim (ukuran panjang 1/12 kaki)
  • Di + A = Dia (persona tunggal yg dibicarakan, di luar pembicara dan kawan bicara), atau Dai (orang yg kerjanya berdakwah)
  • Di + K = Dik (adik, kata sapaan untuk saudara, teman yg lebih muda dr penyapa)

Ket: meski pun ada dua huruf “A” di kata “maka”, namun kita tidak perlu mengulangnya setelah menemukan anamonic dengan huruf “K”.

Rumit, bukan? Tapi permainan ini bisa jadi tantangan tersendiri, lho!

Blanagram

Ialah permainan kata dengan memanfaatkan satu kosakata, dan mencari kata-kata lain dengan cara mengganti satu demi huruf dari kata tersebut dengan huruf lain.

Kita ambil kata “duka” sebagai contoh:

  • Ganti huruf D dengan L, maka akan terbentuk kata “luka”, “kaul”, “lauk”, dan “laku”
  • Ganti huruf D dengan S, maka akan terbentuk kata “suka”, “kaus”, “saku”, “kuas”, “kusa”, “sauk”, dan “ukas”
  • Ganti huruf D dengan B, maka akan terbentuk kata “buka”, “baku”, dan “abuk”
  • Ganti huruf D dengan C, maka akan terbentuk kata “cuka”
  • Ganti huruf U dengan O, maka akan terbentuk kata “kado” dan “koda”
  • Ganti huruf K dengan P, maka akan terbentuk kata “dupa”
  • Ganti huruf K dengan H, maka akan terbentuk kata “aduh”

(Karena tak ada blanagram yang tersedia dengan menggantikan huruf A, maka pencarian berakhir di sini. Dari sini dapat disimpulkan bahwa jumlah blanagram dari kata “duka” adalah 19 buah)

Hangman

1332393299845621422

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Hangman.JPG


Nah, yang ini sih sudah familiar. Konsep permainan ini sempat diadopsi oleh kuis “Roda Impian” di SCTV beberapa tahun silam. Pemain pertama memiliki kata rahasia dan membuat beberapa garis berdasarkan jumlah huruf dari kata tersebut, dan pemain lain menebak kata tersebut dengan menebak huruf yang kira-kira termasuk di dalamnya. Bila ternyata huruf tidak tersedia, maka si pemilik kata berhak membuat garis demi garis yang akan menjadi elemen yang membentuk gambar orang tergantung atau “hangman”. Satu huruf yang salah diganjar dengan satu garis.

Bila para pemain terus menerka huruf yang salah sampai akhirnya garis-garis elemen itu membentuk gambar “hangman” yang utuh, maka dia dinyatakan kalah. Pemain yang menang adalah yang mampu menebak kata rahasia paling dulu.

Heterogram

Yakni kata-kata yang mengandung huruf-huruf yang berbeda-beda alias tidak ada yang terulang. Dalam bahasa Inggris, heterogram terpanjang adalah “uncopyrightable”.

Beberapa kosakata heterogram dalam bahasa Indonesia antara lain “diam”, “muka”, “aku”, “kamu”, “cangkul”, “delima”, “durian”, “cambuk”, dan lain-lain. Ayo cari kosakata heterogram lain sebanyak-banyaknya dan sepanjang-panjangnya!

Kangaroo word

Kalau ini sepertinya lebih mudah dimainkan dengan kosakata bahasa Inggris. Permainan ini adalah mencari dua kata yang bermakna serupa (sinonim). Peraturannya, kata pertama haurs mengandung semua huruf yang dimiliki kata kedua. Contoh, sinonim dari kata “masculine” adalah “male”. Nah, dalam kata “masculine” terdapat huruf M, A, L, dan E bukan?

Kalau dalam bahasa Indonesia, contoh paling mudah adalah “dia” dan “ia”, “kamu” dan “kau”, “engkau” dan “kau”, “daku” dan “aku”. Agak rumit, memang.

Lexicant

Permainan ini bisa dimainkan dua orang atau lebih. Pemain pertama menulis satu huruf, lalu secara bergiliran mereka menambahkan satu demi satu huruf yang bisa diletakkan di depan maupun belakang huruf sebelumnya. Tentunya huruf yang ditambahkan harus membentuk kosakata yang terdapat dalam KBBI. Bila seorang pemain menambahkan huruf yang membentuk kata yang tidak ada di KBBI, dia kehilangan giliran.

Contoh:

Pemain 1:

A

IA

RIA

RIAK

ERIAK à kehilangan giliran

Pemain 2:

TERIAK

RTERIAK à kehilangan giliran

Pemain 1:

BERTERIAK

Pangram

13323935171711688275

Sumber: http://ariaenggar.blog.widyatama.ac.id/2012/02/17/the-quick-brown-fox-jumps-over-the-lazy-dog/


Pangram adalah seni kalimat yang menggunakan setiap huruf dalam alfabet di dalamnya. Pangram paling populer di dunia adalah “The quick brown fox jumps over a lazy dog”. Sementara di Indonesia, adalah sebuah pangram yang cukup dikenal, yaitu “Saya lihat foto Hamengkubuwono ke-XV bersama enam zebra purba cantik yang jatuh dari Alquranmu”.

Pangram versi saya sendiri, “Saya bermain xilofon di bawah horizon langit senja, adik di dalam kamar membaca dan menafsirkan Alquran, dan Papa menonton televisi di ruang tamu” (kepanjangan, ya?) Bagaimana dengan versi Anda?

Palindrom

13323936202029471067

http://www.wordswords.com.au/2011/04/word-of-the-month-palindrome/


Palindrom adalah kosakata atau kalimat yang bisa dibaca dari depan maupun belakang, karena menghasilkan bunyi yang sama. Misal:

- Tamat

- Kodok

- Katak

- Kasur Nababan rusak

Ada sebuah palindrom Latin yang unik, karena ia akan mengulang kalimat yang sama bila menyatukan gabungan huruf pertama, huruf kedua, huruf ketiga, huruf keempat, dan huruf kelima dari masing-masing kata pembentuknya. Palindrom itu berbunyi “Sator Arepo Tenet Opera Rotas”.

Kira-kira apa lagi ya, kata-kata atau kalimat yang membentuk palindrom?

Word polygon

Yang ini juga pernah kita mainkan. Comot sebuah kata yang memiliki banyak huruf. Lalu cari sebanyak-banyaknya kata yang bisa terbentuk dari huruf-huruf yang ada di kata tersebut. Contoh:

NASIONALISASI

- nasi

- (maaf) onani

- alis

- oli

- sial

- sila

- nila

- lain

- dll

Ambigram

Kalau yang ini membutuhkan kemampuan visualisasi artistik. Ambigram adalah seni membuat satu atau serangkaian kata atau nama yang terbaca sama bila dilihat lebih dari satu sudut pandang. Misal:

13323947131745918717

terlihat dan terbaca sama walau dilihat di cermin

1332394342984730838

terlihat dan terbaca sama walaupun terbalik

13323946852068507895

ambigram dengan lebih dari dua kata atau nama

Saya kira itulah beberapa permainan kata yang bisa dimainkan di waktu luang. Bisa dengan sahabat, maupun si kecil. Yah, daripada anak-anak kita terus menerus memainkan game komputer yang berisiko pada kesehatan mata dan siapa tahu memuat konspirasi negatif dan konten yang tak layak dilihat panca inderanya, cobalah sesekali mengajaknya memainkan permainan sederhana seperti ini. Lebih murah, tapi dampaknya pada perkembangan otak akan lebih terasa.

Selamat bermain. Salam kompasiana. ***Pamit sambil makan nugget Fiesta***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: