Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Andez Amsed

hidup itu indah jika kita pandai bersyukur :)

Analisis Karangan Eksposisi

REP | 19 March 2012 | 06:12 Dibaca: 26107   Komentar: 0   0

PENDAHULUAN


Bahasa merupakan sebuah ujaran yang digunakan suatu kelompok untuk berinteraksi dan berkomunikasi agar tercapai suatu tujuan tertentu. Bahasa yang digunakan bukan hanya bahasa secara lisan, namun bahasa bisa digunakan melalui media tulisan, gerakan akan suatu kode-kode tertentu, misalnya morse, semaphore, sandi-sandi dan sebagainya. Adapun bahasa yang disampaikan melalui tulisan bisa berupa karangan deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi dan sebagainya.

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat produktif atau mengahasilkan sebuah karya atau bentuk yaitu berupa tulisan. Dalam kegiatan menulis, terkadang tulisan kita bersifat ilmiah, fiksi, populer dan ilmiah populer. Karangan adalah karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Namun dalam hal ini, pembahasan menulis akan terfokus pada pembahasan eksposisi atau karangan yang ditulis dengan maksud untuk memperjelas suatu pembahasan yang dipaparkan oleh penulis.

Pembahasan eksposisi disini bertujuan untuk menyelesaikan tugas matakuliah menulis 1 dan semoga bisa menjadi tambahan referensi bagi mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dalam menambah wawasannya dalam keterampilan menulis.

PEMBAHASAN

A. KARANGAN EKSPOSISI

Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi karangan  eksposisi. Pendapatnyapun bermacam-macam maka dari itu, di sini kita dapat memaparkan beberapa pendapat dari para ahli tersebut.

Menurut Jos.  Daniel Parera (1987: 05) dalam buku Menulis Tertib dan Sistematik mengatakan bahwa tulisan eksposisi bertujuan untuk memberikan informasi. Pengarang dan penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah agar pembaca dan pendengar memahaminya dan pengarang mempunyai sejumlah data dan bukti sehingga, ia berusaha menjelaskan persoalan dan kejadian ini demi kepentingan anda sendiri.

Menurut A. Chaedar Alwasilah dan Semmy Suzanna Alwasilah (2005:111) Dalam Pokoknya Menulis eksposisi merupakan tulisan yang tujuan utamanya mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan. Penulis berniat untuk memberi informasi atau memberi petunjuk kepada pembaca. Di sini eksposisi mengandalkan strategi pengembangan alinea seperti lewat pemberian contoh, proses, sebab akibat, klasifiksasi, definisi, analisis, komperasi dan kontras.

Menurut Aceng Hasani (2005: 30) dalam buku Ikhwal Menulis juga mendefinisikan bahwa eksposisi merupakan bentuk tulisan yang sering digunakan dalam menyampaikan uraian ilmiah dan tidak berusaha mempengaruhi pendapat pembaca. Melalui eksposisi pembaca tidak dipaksa untuk menerima pendapat penulis, setiap pembaca boleh menolak dan menerima apa yang dikemukakan oleh penulis.

Dari ketiga ahli di atas, mungkin kita dapat melihat persamaan dan perbedaan dari beberapa definisi Eksposisi. Contohnya saja pada tahun 1987, buku yang ditulis Jos. Daniel Parera menjelaskan definisi eksposisi hanya sebatas sebuah karangan yang ditulis untuk memberikan sebuah informasi agar pembaca dapat memahami tulisan tersebut. Di sisi lain Chaedar Alwasilah dan Semmy Suzanna Alwasilah mungkin saja sependapat dengan Jos Daniel Parera A, namun Chaedar dan Semmy mengembangkan definisi tersebut dalam tulisannya pada tahun 2005, hanya saja mereka berdua menambahkan tujuan penulisan karangan eksposisi seperti mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik atau mengevaluasi sebuah persoalan ke dalam definisi eksposisi.

Berbeda dengan pendapat ahli lainnya, Aceng Hasani yang lebih menekankan  definisi eksposisi pada cara penyampaiannya karena menurut Aceng Hasani dalam perkuliahan menjelaskan bahwa karya ilmiah lebih cenderung berupa karangan eksposisi karena menjelaskan sesuatu hal yang bersifat nyata atau non fiksi. Jenis-jenis karangan eksposisi di antaranya ada eksposisi panjang dan ada pula eksposisi pendek. Eksposisi panjang pada umumnya berupa artikel dan penulisan ilmiah popular. Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual atau kontroversial dengan tujuan untuk memberikan informasi, mempengaruhi dan meyakinkan atau menghibur pembaca. Ilmiah populer adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang popular atau santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat umum dan menarik untuk dibaca.

Contoh eksposisi panjang :

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan pada saat itulah gempa bumi akan terjadi. Gempa bumi bisanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami transisi pada ke dalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi

Kita bisa membedakan antara eksposisi panjang dan eksposisi pendek dengan membandingkan karangan di bawah ini,  karangan tersebut yang termasuk ke dalam karangan eksposisi pendek. Adapun pengertian eksposisi pendek  berupa petunjuk penggunaan alat tertentu, petunjuk penggunaan obat, petunjuk berjangkitnya penyakit, dan lain sebagainya.

Contoh eksposisi pendek :

Nymiko Suspense yang mengandung Nistatin yang merupakan anti jamur dan aktif  terhadap jamur seperti Candida albicans. Nistatin dapat mengikat steral pada membra sel jamur. Menghasilkan perubahan permeabilitas membrane sel jamur, diikuti dengan kebocoran dari komponen-komponen intraselular dan mengakibatkan jamur mati.

Jika kita melihat paragraph di atas, dengan demikian karangan eksposisi dapat menuntut pembaca dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu sedikit menjadi lebih tahu lagi, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Dapat disimpulkan pula bahwa karangan eksposisi merupakan suatu karangan yang berusaha menjelaskan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan seorang pembaca karangan sehingga pembaca dapat memahami teori yang dipaparkan dalam karangan eksposisi tersebut.

B.  HUBUNGAN ANTARA EKSPOSISI DENGAN KARANGAN LAINNYA

Mungkin kita pernah membaca cerita, berita, dan selebaran (leaflet). Berdasarkan penggolongan jenis karangannya , bacaan yang berupa cerita disebut narasi, karangan yang berupa berita disebut eksposisi dan karangan yang berupa selebaran disebut persuasif. Ketiga jenis karangan tersebut dapat tampil 100% murni berdiri sendiri menyandang namanya masing-masing tanpa terinterupsi oleh jenis karangan lain.

Selain tampil berdiri sendiri, karangan narasi, karangan eksposisi dan karangan persuasi terkadang dapat berkolaborasi dengan karangan lainnya. Dalam  penulisannya sebuah berita (eksposisi) sering diselipkan cerita (narasi), dalam sebuah advertorial (persuasi) tidak jarang ditumpangkan paparan (eksposisi). Jadi, karangan narasi, karangan eksposisi, maupun karangan persuasi dapat tampil murni dan dapat pula melengkapi jenis karangan lain.

Dalam praktiknya, karangan deskripsi dan argumentasi boleh dikatakan sering tampil tidak murni, penyebabnya dikarenakan karangan deskripsi berisi pemerian atau pelukisan suatu benda sedemikian rupa sehingga benda itu tervisualisasikan dalam benak pembaca. Jarang sekali terjadi karangan deskripsi berakhir setelah penggambaran itu selesai. Biasanya informasi yang tergambar dianalisis untuk berbagai tujuan. Untuk itu, tentu harus ada karangan lain yang bergandengan dengan karangan deskripsi.

Situasi yang sama terjadi juga dalam menulis karangan argumentasi, sebelum kita berargumen atau membahas sesuatu tentulah ada bagian karangan yang berisi data (deskripsi) dan teori yang disajikan lebih dahulu. Keberadaan data dan teori sangat penting karena menjadi pemicu lahirnya argumentasi. Berarti, argumentasi hampir mustahil tampil berdiri sendiri sebagai karangan murni.

C. CIRI-CIRI KARANGAN EKSPOSISI

Karangan eksposisi merupakan karangan yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada pembacanya. Dalam hal ini karangan eksposisi memiliki ciri-ciri dan di sini kita akan memaparkan beberapa ciri-ciri karangan eksposisi dari beberapa ahli. Menurut Aceng Hasani (2005:31) ciri-ciri karangan eksposisi sebagai berikut :

1. Penjelasannya bersifat informatif

2. Pembahasan masalahnya bersifat objektif

3. Penjelasannya disertakan dengan bukti-bukti yang konkret (tidak mengada-ada)

4. Pembahasannya bersifat logis atau sesuai dengan penalaran

Menurut Gorys Keraf (1984:4) ciri-ciri karangan eksposisi sebagai berikut :

1. Tujuan maupun gaya panulisannya bersifat informatif.

2. Keputusan bersifat objektif

3. Bahasa dalam pembahasannya bersifat logis

Didalam buku keterampilan dasar menulis modul 5 berbeda halnya dengan pendapat Aceng Hasani bahwa karangan eksposisi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Data faktual, misalnya tentang suatu kondisi yang benar-benar terjadi atau bersifat historis, tentang bagaimana sesuatu (misalnya suatu mesin) bekerja dan tentang bagaimana suatu oprasi diperkenalkan

2. Suatu analsis atau suatu penafsiran yang objektif terdapat seperangkat fakta

Dilihat dari pemaparan di atas mengenai ciri-ciri karangan eksposisi, terdapat kesamaan mengenai ciri-ciri karangan eksposisi yang telah dipaparkan oleh Aceng Hasani dan Keraf, selain bersifat objektif, bahasa yang digunakan oleh penulis eksposisi harus logis menggunakan penalaran sesuai dengan jalan pikiran yang sehat agar pembaca merasa mudah memahami ide atau yang disampaikan oleh penulis.

Contoh Karangan Eksposisi

MEMELIHARA IKAN

Oleh Beni Umbara

Ikan merupakan salah satu binatang yang biasa dipelihara oleh manusia. Ikan sangat beragam mulai dari warna, jenis juga harganya. Begitu pula dengan memelihara ikan, akan memberikan ketenangan, kesegaran bagi pemiliknya begitu juga orang melihatnya. Ketika memelihara ikan kita harus berhati-hati karena jika perawatannya tidak sesuai maka ikan air tawar, jenis dan warna ikan air laut juga lebih beragam.

Untuk memelihara ikan,hal pertama yang harus disiapkan yaitu akuarium. Akuarium harus ditata seindah mungkin dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, dengan begitu ikan-ikan akan merasa betah. Setelah akuarium diisi dengan air, selanjutnya ikan dimasukan ke akuarium tersebut. Dalam memilih ikan sebaiknya yang masih segar, dan kondisinya baik tanpa ada cacat ataupun goresan.

Dalam memberi makan ikan harus teratur, jangan terlalu banyak karena akan membuat air keruh dan ikan akan mati. Memberi makan ikan sebaiknya dilakukan tiga atau sampai empat kali sehari, pilihlah makanan ikan yang sesuai dan bergizi.

Air untuk ikan air tawar makin lama makin keruh, oleh karena itu harus diganti minimal sekali dalam seminggu. Ketika mengganti air akuarium, ikan-ikan harus dipindahkan terlebih dahulu ke dalam ember yang berisi air bersih.

Hati-hati dalam memilih jenis ikan, jangan sampai ikan yang besar disatukan dengan ikan kecil, bisa-bisa ikan besar tersebut memangsa ikan kecil. Akuarium juga dapat diletakan di ruang tamu, hal ini dapat memberikan nilai tambah yaitu membuat asri suasana dan juga memberikan kesegaran bagi orang yang melihatnya. Kesegaran yang diberikan oleh pemandangan di akuarium dapat membuat orang yang stress menjadi bugar dan bersemangat kembali, tak heranlah banyak orang yang mempunyai hobi memelihara ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut.

Jika kita melihat karangan di atas dengan seksama, maka kita akan tahu perbedaan antara karangan eksposisi dengan karangan lainnya berdasarkan cara, isi, dan tujuan penulisan karangan tersebut.

D. JENIS-JENIS KARANGAN EKSPOSISI

Berdasarkan cara atau metode penguraiannya, karangan eksposisi dapat dibedakan ke dalam beberapa karangan eksposisi. Ada beberapa jenis pengembangan dalam paragraf eksposisi;

1. eksposisi definisi

2. eksposisi proses

3. eksposisi klasifikasi

4. eksposisi ilustrasi (contoh)

5. eksposisi perbandingan & pertentangan, dan

6. eksposisi laporan

E. ANALISIS KARANGAN EKSPOSISI

Dalam sebuah karangan dapat dikatakan jika karangan tersebut sempurna atau tidak, dapat kita lihat dari aspek-aspek yang terdapat dalamn karangan tersebut misalnya dalam ketepatan pemilihan kata, gaya bahasa, ejaan, hubungan antara tema dengan isi karangan

Analisis berikut bersangkut paut dengan kelompok kemampuan yang bervariasi yang diperlukan untuk menulis karangan eksposisi yang baik.Pengelompokan yang umum dan yang pokok sebagai berikut:

1) penggunaan bahasa yaitu, kemampuan untuk menulis yang benar dengan kalimat-kalimat yang baik,

2) kemampuan-kemampuan mekanik yaitu, kemampuan untuk menggunakan secara benar aturan khusus untuk bahasa tulis, misalnya, tanda baca (pungtuasi), ejaan,

3) perlakuan isi yaitu, kemampuan untuk berpikir secara kreatif dan mengembangkan pikiran-pikiran, termasuk semua informasi yang tidak relevan,

4) keterampilan-keterampilan gaya bahasa yaitu, kemampuan untuk memanipulasi kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf dan menggunakan bahasa secara efektif,

5) keterampilan-keterampilan menilai, untuk menulis materi-materi yang sesuai untuk tujuan khusus dengan pemikiran pembaca, bersama-sama dengan kemampuan menyeleksi, mengorganisasikan, dan mengurutkan informasi yang relevan.

Menilai Karangan Eksposisi

Aspek yang dinilai

Presentase

isi

- fakta

25%

- Pemahaman

20%

- Logis

15%

Teknik karangan

- Kesesuaian antar paragraf

10%

- Pengembangan paragraf (induktif dan deduktif)

10%

Mekanik

- Ejaan

5%

- tanda baca

5%

- kosa kata

5%

- struktur kalimat

5%

F. LANGKAH-LANGKAH DALAM MENULIS  KARANGAN EKSPOSISI

1. Menentukan topik yang akan di sajikan

2. Menentukan tujuan eksposisi, setelah kita menentukan topik yang akan dipaparkan nanti, kita harus memiliki tujuan yang nantinya akan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca.

3. Membuat kerangka karangan,  sebelum pembuatan karangan eksposisi terlebih dahulu kita membuat kerangkanya secara lengkap dan sistematis.

4. Pembahasan, Setelah kerangka karangan tersusun kita mengembangkan secara lebih lengkap lagi agar ciri-ciri eksposisi dapat tersalurkan, eksposisi yang bersifat informatif, objektif dan logis. Dalam karangan ini pengarang lebih menjelaskan maksud dari topiknya itu dengan menyertakan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari pembahasan itu.

5. Kesimpulan, sesuai dengan tujuan menuliskan sebuah karangan eksposisi, kesimpulan ini haruslah sejalan bahkan harus memperkuat tesis tersebut.

KESIMPULAN

Menulis merupakan suatu proses, maka dari itu menulis itu sangat penting, paling tidak untuk mencapai tiga hal. Pertama, sebagai wahana diskusi dan sosialisasi gagasan. Kedua, memberi kontribusi pemikiran dalam rangka mencari solusi suatu masalah. Ketiga, sebagai saran proses aktualisasi dan eksistensi diri.

Dalam menulis ada beberapa karangan yang dimuat. Beberapa karangan itu diantaranya ada karangan deskripsi, narasi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi, Banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai batasan karangan eksposisi. Dapat disimpulkan bahwa karangan eksposisi merupakan karangan yang berisikan suatu informasi langsung terhadap pembacanya. Dan dalam hal ini karangan eksposisi membahas atau menerangkan suatu hal dengan memasukan bukti-bukti yang konkret. Namun, dalam karangan ini tidak bermaksud untuk memaksa para pembacanya untuk berargumen jadi, karangan ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi saja.

Ada beberapa jenis karangan eksposisi diantaranya eksposisisi identifikasi, eksposisi proses, eksposisi ilustrasi, eksposisi analisis, eksposisi klasifikasi, eksposisi definisi, eksposisi opini dan eksposisi perbandingan. Sebelum memulai membuat karangan eksposisi ada beberapa langkah dalam menyususn karangan eksposisi ini yang pertama menentukan topik, membuat tujuan, membuat kerangka karangan, pembahasan yang disertai dengan bukti-bukti lalu terakhir membuat kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaedar. 2005. Pokoknya Menulis. Cetakan Pertama. Bandung:                    Kiblat Buku Utama.

Finoza, Lamudin. 2009. Komposisi bahasa Indonesia. Jakarta : Diksi Insan Mulia.

Hasani, Aceng. 2005. Ikhwal Menulis. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Press.

Keraf, Gorys. 1988. Komposisi. Ende : Nusa Indah.

Parera. Jos. Daniel. 1987. Menulis Tertib dan Sitematik. Cetakan Kedua. Jakarta : Elrangga.

Sumadiria, AS. Haris. 2005. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Cetakan Kedua Bandung : Simbiosa Rekatama Media.

Wahab, Abdul. 1999. Menulis Karya Ilmiah. Surabaya : Ailrangga Unversity Press.

Yunus, Muhammad, dan Suparno. 2006.Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta : Universitas Terbuka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 3 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 7 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 8 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 8 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Raihan di Liga Champions 2009, Bekal …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Paradigma (Esai Orang Pinggiran) …

Tasch Taufan | 9 jam lalu

Sempat Disangka Kurang Waras …

Sukardi Sukardi | 9 jam lalu

“Curhat Jokowi Gundah Kena Jebakan …

Suhindro Wibisono | 9 jam lalu

Menaikkan BBM, Menghapus Subsidinya, …

Popy Indriana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: