Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Indigocoholic

sedang belajar menulis artikel

Bahasa

OPINI | 10 March 2012 | 07:27 Dibaca: 89   Komentar: 0   0

Bahasa merupakan representasi dari sebuah alam pemikiran yang menggunakan simbol-simbol yang telah disepakati di sebuah komunitas. Konsep bersifat universal, namun simbol bersifat partikular. Universal karena semua orang di dunia mengenal objek-objek yang sama, namun bersifat partikular karena simbol untuk menyebut objek tersebut bervariasi tergantung kesepakatan komunitas.

Bahasa sebagai wujud untuk menyatakan apa yang terkonsep secara abstrak, bertujuan untuk pemperjelas pernyataan konsepsi ke dalam sebuah bentuk inderawi. ketika konsep telah menjadi nyata, kenyataan itu menjadi sesuatu yang dipecayai atas dasar sebuah arahan.

Maka dari itu pikiran memengaruhi bahasa dan bahasa memengaruhi pikiran. Berbahasalah dengan baik dan benar.

Bahasa juga apa yang membedakan antara manusia dengan makhluk dari species lainnya di Bumi ini. Bahasa hewan biasanya bersifat instingsik, dimana mereka menggunakan beberapa ekspresi dan emosi yang mereka tekankan dalam suara, lenguhan atau teriakan mereka dan binatang lain menangkap ekspresi beserta tekanan-tekanan suara kawan sejenisnya. Binatang tidak mengenal ada musuh tertentu, mereka hanya merasakan bahaya dan beberapa binatang memasukkan unsur stress pada jeritan-jeritannya yang kemudian dipersepsikan sebagai tanda bahaya oleh teman-teman yang mendengarnya. Begitu pula dengan ketika binatang sedang berburu mangsa secara berkelompok. Mereka telah mengenal satu sama lain dan berburu dengan cara dan pola yang sama selama berabad-abad.

Manusia dikaruniai oleh sebuah akal budi yang menciptakan bahasa. Bahasa adalah bentuk representasi dari sebuah pemahaman akan pengetahuan. Sebuah inteligensi. Dengan berbahasa, otak manusia terangsang untuk berkembang, berpikir dan mengkonsepkan sesuatu.

Terbukti ketika seorang bayi manusia dibesarkan dengan cara sama dengan bayi monyet. Mereka lahir pada waktu yang sama, dengan kadar kasih sayang yang sama. Pada awalnya bayi monyet lebih unggul karena insting hewan memang lebih kuat daripada manusia. Namun ketika bayi manusia itu sudah dapat berbicara dan berkata-kata, perkembangannya segera mengalami kemajuan pesat mengungguli bayi monyet.

Apa yang membuat bahasa manusia dengan bahasa hewan berbeda? Karena toh tidak semua hewan tidak bisa berbicara. Beberapa spesies burung sanggup berkata-kata dan bernyanyi. Namun perbedaannya dengan manusia ada pada sesuatu yang lebih dalam lagi. Secara umum, saat manusia berkata-kata, ia memahami apa yang ia katakan. Dalam bahasa manusia terkandung sebuah konsep, gagasan dan maksud yang mengungkapkan apa yang ia inginkan, rasakan, atau pikirkan. Hewan belum tentu memahami apa yang ia katakan, ia hanya berkata-kata meniru dari apa yang ia dengar.

Pemahaman adalah sebuah inteligen khas manusia yang tidak dimiliki oleh hewan atau tumbuhan. Inteligensi ini yang membuat ras manusia selalu berkembang sepanjang waktu. Kemampuan untuk berpikir dan memahami. Dan bahasa berperan penting bagi seseorang untuk membantu proses tersebut.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nasib Buruh Migran di Pintu Akhir …

Eddy Mesakh | | 19 December 2014 | 12:57

Dengan Google Street Kita Bisa …

Daniel H.t. | | 19 December 2014 | 09:34

Tim “Hantu” Menpora Berpotensi …

Erwin Alwazir | | 19 December 2014 | 12:47

Tiga Seniman “Menguak Takdir” …

Ajinatha | | 19 December 2014 | 09:08

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 8 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 14 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 15 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: