Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Erri Subakti

"Menulis untuk Menulis."

Gunakan Alibi pada Tempatnya..!

OPINI | 03 February 2012 | 07:40 Dibaca: 4482   Komentar: 38   5

Terus terang saya ‘gatel’ banget dengan pergeseran makna semena-mena yang kerap dilakukan oleh banyak orang.

Dan makna yang beberapa tahun belakangan ini bergeser menjadi semakin ’sesat’ adalah penggunakan kata alibi…!

Kata alibi seringkali disamakan dengan “alasan” atau argumentasi dalam menjawab sebuah pertanyaan, apa pun bentuk alasan tersebut.

Terus terang ini salah sama sekali…! sangat menyimpang jauh dari arti kata alibi itu sendiri…

Untuk mudahnya, coba cek ke Wiki.. apa sih yang disebut alibi itu…

“Alibi (bahasa latin: alibi, tempat lain) adalah suatu keterangan yang menyatakan bahwa seseorang berada di tempat lain ketika suatu peristiwa terjadi.”

atau…

“An alibi is a type of defense found in legal proceedings by demonstrating that the defendant was not in the place where an alleged offense was committed.”

Dari arti kata “alibi” di atas… jelas bahwa alibi itu berkaitan erat dengan kehadiran atau ketidakhadiran seseorang di suatu tempat, terhadap sebuah peristiwa, dengan memberikan bukti-bukti yang dimiliki.

Misalnya, ada seorang terdakwa dalam suatu peristiwa kriminal, di mana tidak ada saksi yang menyaksikan peristiwa tersebut. Maka si terdakwa perlu menghadirkan alibi bahwa ia tidak sedang berada di tempat kejadian pada saat itu, dengan bukti adanya saksi (orang lain) yang bersamanya atau melihatnya bukan berada di TKP (tempat kejadian perkara) waktu itu.

Kunci untuk menggunakan kata alibi, yang paling mudah adalah menyebutkan ‘tempat’ atau lokasi, dan adanya saksi lain atau seseorang yang bisa membuktikan bahwa orang yang bersangkutan tidak berada di TKP saat peristiwa berlangsung. Misalnya, “Lola adalah alibi saya (sebagai saksi) bahwa saya ada di Copacabana saat kejadian pembunuhan itu terjadi…”

Jadi sebuah alasan dalam menjawab pertanyaan “mengapa kamu melakukan itu”, “apa yang kamu lakukan,” “mengapa peritiwa itu bisa terjadi” bukan berarti itu bisa disebut sebagai “alibi..!”

Sudah sangat banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia ini yang bergeser pemaknaannya… janganlah terus ditambahkan lagi pergeseran-pergeseran makna hingga bangsa Indonesia ini semakin tersesat dalam bahasa-nya sendiri.

*Artikel terkait: Tersesat di Bahasa, Tersesat Karena Bahasa

Tags: alibi bahasa

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saudi Arabia dan Pembantu Rumah Tangga …

Mariam Umm | | 28 January 2015 | 23:59

100 Hari Jokowi-JK, Kompasiana, dan Ruang …

Subronto Aji | | 29 January 2015 | 01:22

Belajar Lewat Tagar …

Sam Leinad | | 28 January 2015 | 23:24

Air Asia = Low Cost Casualities? …

Iwan Permadi | | 29 January 2015 | 00:29

Resolusi Hijau, Mengelola Sampah Pribadi …

Dean | | 28 January 2015 | 21:57


TRENDING ARTICLES

Buya Syafii Maarif, Sekarang The Real …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Benny K. Harman, Hasto, dan Siluman Politik …

Susy Haryawan | 5 jam lalu

Tanggapan “Kartu Abraham di Tangan Jusuf …

Imam Kodri | 5 jam lalu

Menko Tedjo Gagal Faham …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Presidennya Jokowi, Kenapa Marahnya ke …

Rahmat Sahid | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: