Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Avian Dewanto

cuma sekadar bincang-bincang di alam maya. siapa tahu bermanfaat.

Dongeng Binatang

REP | 10 January 2012 | 18:12 Dibaca: 627   Komentar: 0   0

13261721971972554452

adakah kanak-kanak yang tak suka akan cerita? membacakan sebuah cerita baik langsung dengan membacakan bukunya maupun hapalan, sama saja buat anak-anak. mereka suka mendengar verita yang disampaikan orangtuanya. apalagi jika disampaikan menjelang tidur. itu makanya ada istrilah bed time story -cerita menjelang tidur.

banyak jenis cerita yang bsia disampaikan ke anak oleh orang dewasa. salah satunya cerita dunia binatang. tentu saja cerita itu semata menceritakan bak bercerita dosen ilmu khewan alias zoologi. namu cerita anak itu justru hendak memberitahukan soal moralitas tertentu kepada anak -apa pun moralitas yang hendak disampaikan.

bisa jadi buat kebanyakan anak di indonesia cerita si “kancil yang cerdik” menjadi cerita yang banyak didengar mereka. si kancil yang banyak akal sehingga mampu keluar dari kesulitan yang dihadapi. apakah cerita itu tak membekas bahkan memberikan gagasan kepada si anak itu kelak ketika dewasa? banyak para ahli psikologi memercayai cerita anak memebekas dan memengaruhi karakter yang bersangkutan -terutama ketika dalam kesulitan.

pernah dengar ketika kancil harus menyeberang sungai yang banyak buaya? apa yang dilakukannya? dia kumpulkan buaya itu agar berjejer dan akan diberi hadiah sebuah kakinya. ketika kemudian kancil bisa selamat menyeberangi sungai dengan melompati satu per satu punggung buaya, sesampai di ujung ia menghadiahi buaya yang membantu dengan sepotong kayu di mulutnya sehingga buaya itu tak mampu mengatupkan lagi mulutnya.

apa moralitas yang hendak dibangun dari cerita kancil dan buaya itu?

pernah dengar ketika kancil terperosok ke dalam sebuah lobang? dengan kecerdikanya kancil mampu meminta bantuan seekor gajah. ketika kemudian gajah mau diperdaya dengan memerosokkan dirinya ke dalam lubang itu, dengan lenggang kancil meninggalkan gajah di dalam lubang itu.

apa moralitas yang hendak dibangun dari cerita kancil dan gajah itu?

pernah dengar ketika kancil mencuri ketimun di ladang milik seorang petani? ada yang masih ingat? apa yang kemudian dilakukan kancil untuk memerdaya petani agar ia lolos dari hukuman sebagai pencuri? pernah dengar ketika kancil mampu memerdaya seekor harimau ketika kakinya tertusuk duri? harimau itu diperdaya sehingga duri yang mengenai kaki kancil beralih ke gigi harimau. dengan bangganya kancil pun menunjukkan kehebatannya memerdaya binatang lain.

nah, apa moralitas yang hendak dibangun dari cerita kancil itu?

maka tengoklah sejumlah orang dewasa di sekitar anda. mereka sudah terbiasa memerdaya banak orang untuk keuntungan dirinya. dan dengan bangga ia menyatakan itu kepada banyak orang persis ketika kancil memerdaya banyak buaya.

maka tengoklah sejumlah orang dewasa di sekitar anda. mereka sudah terbiasa menjorokkan temannya sendiri -yang bahkan pernah menolongnya- agar terperosok sementara dirinya selamat sendirian. persis ketika kancil mampu memerdaya agar gajah masuk lubang menggantikan dirinya.

maka tengoklah sejumlah orang dewasa di sekitar anda. dan tanyakanlah kepada mereka mengapa mereka begitu bangga -dan tanpa rasa bersalah apa pun- mencuri dan merampok siapa pun. persis sebagaimana kancil yang mencuri ketimun milik petani. tanyalkan juga mengapa dengan mudahnya menusukkan duri ke orang lain -yang bahkan membantunya- sebagaimana harimau yang telah membantu sang kancil yang cerdik itu.

maka tanyakanlah kepada diri anda sendiri : itukah kecerdikan yang dimaksud? kecerdikan sang kancil memerdaya orang lain? maka sekali lagi tengoklah sejumlah orang dewasa di sekitar anda : bagaimana mereka menjadi serigala bagi orang lainnya -bukan hanya menjadi kancil.

.

cerita menjelang tidur bukanlah perkara remeh-temeh. ia akan hidup selalu di setiap benak kanak-kanak bahkan terbawa sampai dewasa. termasuk juga dongeng tentang anjing dan babi.

benar babi, anjing dan sejumlah binatang amphibi (yang hidup di dua alam) diharamkan oleh pemeluk agama Islam. tapi tak ada seorang manusia pun yang berhak menyatakan penghinaan terhadap babi maupun anjing. sebab taka da satu pun makhluk yang diciptaklanNya tak berguna di dunia ini -sekalipun binatang itu diharamkan.

kalau saja masih ada manusia Indonesia yang kemudian merasa mual bahkan cuma melihat gambar babi atau anjing, sebaiknya tanyakan apa dongeng binatang yang ia dapatlan ketika kecil? jangan-jangan selain kancil yang pandai memerdaya juga cerita anjing buduk dan babi guling yang bikin muntah.

sementara pikirannya tak lebih kotor dari anjing buduk mana pun dan seleranya tak lebih baik dari babi guling yang menerbitkan air liur bagi penyukanya.

mari kita biasakan hidup dngan menerima segala perbedaan. tak semua orang di dunia ini harus beragama islam maupun beragama kristen maupun maupun hindu maupun buddha maupun lainnya. begitu pula tak perlulah menghujat orang lain karena suka anjing atau babi. sebab semua yang diciptakanNya punya manfaat -sekecil atau sebesar apa pun manfaatnya.

salam dari saya -salah seorang binatang.

silakan klikĀ  http://www.facebook.com/kotakhumorindonesia
.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 10 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 11 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 12 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 15 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: