Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

M Farid W Makkulau

Regular called 'Etta Adil', a learner who live in village that has lost track of selengkapnya

Kosakata Etnis Bugis Makassar untuk Terima Kasih

OPINI | 09 October 2011 | 11:12 Dibaca: 5079   Komentar: 13   7

1318158597420565638

google.com

Dalam kosakata Bahasa Bugis Makassar, seringkali kita menemukan ungkapan kata atau bahasa yang mengatakan “Kurru Sumange’ atau “Kurru Sumanga”. Ungkapan kata ini saya anggap sangat familiar di kalangan masyarakat Bugis, namun anehnya masih saja ada generasi muda Bugis Makassar yang seringkali mempertanyakan apa kata Bugis Makassar untuk mengungkapkan “terima kasih”. Sebagian besar diantaranya berpendapat bahwa kata “terima kasih” tidak ditemukan dalam kosa kata Bahasa Bugis atau Makassar dan karenanya masyarakat Bugis—termasuk juga Makassar—tidak tahu terima kasih.

Pendapat seperti itu tentu saja ‘sangat salah’. Setiap etnis (bahasa etnis) tentu akan sangat dipengaruhi oleh budaya dan tradisi yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat itu. Satu hal yang perlu ditekankan disini bahwa “terima kasih” bukanlah kata benda yang baru kemudian dikenal sesuai perkembangan jaman, seperti halnya radio, televisi, parabola, telepon seluler, pesawat terbang, dan lain sebagainya. Kata “terima kasih” adalah ungkapan yang selalu ada dan harus ada sebagai buah dari interaksi sosial yang berlangsung sejak manusia saling kenal mengenal. Jadi, dengan demikian, kata “terima kasih” sudah pasti ada dalam masyarakat Bugis Makassar (Bugis : Kerru Sumange’ ; Makassar : Kurru Sumanga’), apalagi kedudukannya sebagai suatu etnis besar yang pernah memiliki peradaban tinggi dalam perjalanan sejarahnya.

Secara pribadi, saya menolak anggapan dan pendapat yang mengatakan bahwa orang Bugis - Makassar tercipta untuk mandiri dan tidak mengharapkan bantuan orang lain ataupun etnis lain. Karena itu, menurutnya itulah yang menjadi sebab kenapa tidak ditemukan kosa kata “terima kasih” dalam Bahasa Bugis dan Makassar. Hubungan perniagaan dan pelayaran orang Bugis Makassar yang tersebar luas di Nusantara ini membuktikan bahwa tesis tersebut tidaklah benar. Selayaknya, jika kita tidak atau belum mengetahui suatu kata pada etnis tertentu, janganlah itu dijadikan sebagai klaim untuk mengebiri, merendahkan atau juga menyanjung berlebihan etnis tersebut. Ini bukan hanya menyangkut bahasa, tetapi juga keperibadian, budaya, atau tradisi etnis tersebut. Tidak ada satupun orang dalam lingkungan sosialnya yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Dalam masyarakat primitif atau terkebelakang sekalipun, pasti memiliki suatu kata / bahasa atau isyarat untuk mengatakan “terima kasih”.

Kata untuk menyatakan Terima Kasih dalam Bahasa Bugis sering diungkapkan dengan kata “Kerru Sumange’ ” (Makassar : Kurru Sumanga’) meski kata ini tak banyak dipahami orang, bahkan oleh orang Bugis Makassar sendiri dari generasi belakangan sebagai ungkapan untuk menyatakan “terima kasih”. Dalam khazanah budaya Bugis Makassar, ungkapan terima kasih mengandung banyak makna didalamnya sesuai konteksnya ketika diucapkan, umumnya ungkapan itu bermakna do’a, harapan, kesyukuran ataupun kegembiraan.

Sesuai konteksnya yang saya maksudkan disini bermakna kata “terima kasih” tidak saja diucapkan ketika menerima pemberian dalam bentuk barang. Orang Bugis Makassar malahan mengungkapkan terima kasih juga pada pemberian dalam bentuk jasa, bantuan moril, nasehat, keberhasilan, kebahagiaan, ikatan persaudaraan, kesetiaan, jalinan kekerabatan dan lain sebagainya. Itulah sebabnya seringkali pula kita mendengar ungkapan, “Usompa Marajai Pabbereangta”, “Usompa Maraja Pappatelungta”, “Uporennu Madeceng Pappangolota”, atau ungkapan terima kasih yang diucapkan kepada khalayak sebagai berikut, “Sukkuru’ Malebbang Lao Riseseta Maneng”.

Makna ungkapan terima kasih, “Kurru sumange’ ” sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam. Kata “Kurru” atau “Kurr” adalah kata (suara) yang seringkali orang Bugis Makassar ucapkan juga untuk memanggil ayam peliharaannya. Kata ini bermakna “memanggil kembali”. Jika kata ini disambungkan dengan kata “Sumange” yang bermakna jiwa, semangat, spirit, maka sudah dapat diresapi dan dipahami makna kedalamannya.

Jadi kata, “Kurru Sumange” atau “Kurru Sumanga“ secara harfiah dapat diartikan memanggil kembali atau mengembalikan spirit hidup orang, suatu kalimat yang lebih luas maknanya dari sekedar “terima kasih” dalam Bahasa Indonesia. Didalam kata singkat itu ada nasehat dan memberi semangat kembali kepada orang yang telah membantu kita, siapapun itu. Dan yang lebih penting dari ungkapan tegas itu, “sangat jauh dari kesan berbasa – basi”. Dalam berterima kasihpun, orang Bugis Makassar tetap tegas, hal ini tentu dimaksudkan untuk menjaga dan mempertahankan keharmonisan sosial. (*)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 3 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 8 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 9 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Si Belang, Si Nenek, dan Barang Bekasnya …

Ulfah Fa'izah N... | 7 jam lalu

Tips Bepergian Backpacking …

Rizal Abdillah | 7 jam lalu

Saudis Gay “Luthiy” …

Ali Uunk | 7 jam lalu

Tangisnya Danum …

Hozrin Hilmo | 7 jam lalu

Project Sophia: Memutus Benang Konflik …

Jafar G Bua | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: