Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Hendi Setiawan

Gemar membaca koran, majalah, buku macam-macam, novel, buku-buku tentang Islam. Suka nonton sepakbola, bulutangkis. Senang selengkapnya

Tebang Pilih Telah Dikudeta

OPINI | 29 September 2011 | 13:04 Dibaca: 1428   Komentar: 4   0

Ada rasa dalam berbahasa, ada pergeseran arti dalam berbahasa.   Mari kita tengok beberapa kata berikut : nongkrong, seksi, petani, tebang pilih.

Nongkrong

“Peneliti dunia nongkrong di Bogor, bahas konservasi flora fauna terancam punah”.  Demikian berita pada sebuah media .  Apakah peneliti benar-benar nongkrong ? Pasti tidak karena biasanya peserta sebuah konferensi duduk di kursi, kecuali saat mereka pergi ke toilet mungkin benar-banar nongkrong.  Tak apalah kata nongkrong malah naik pangkat dari urusan ke belakang lalu dikaitkan dengan sebuah pertemuan ilmiah.

Seksi


Kutipan dari berita di media : “Memang, Afsel punya musim yang unik. Saat negara-negara Eropa atau Amerika mengalami musim panas, Afsel justru sedang dingin-dinginnya. Suhu udara bisa mencapai di bawah nol derajat. Imbasnya, Piala Dunia 2010 pun kurang seksi. Jika biasanya banyak penonton berpakaian seksi dan terbuka, maka kini mereka sangat tertutup karena hawa dingin memaksa penonton memakai pakaian rapat dan hangat”.

Kata seksi (Bhs Inggris = sexy) bila dikaitkan dengan cara berpakaian atau penampilan seseorang masih biasa dan mudah ditangkap para pembaca,  tetapi seksi dibandingkan dengan Piala Dunia 2010, mungkin untuk mengartikan seksi dengan menarik.  Piala Dunia 2010 kurang seksi, artinya kurang menarik.   kalimat berikut contoh lain padanan seksi dengan menarik : “Bagi sebuah stasiun televisi berita tentang lumpur Lapindo bukan berita seksi untuk diangkat dalam sebuah talkshow dibanding berita tentang kasus suap wisma atlet”.

Petani

Puluhan petani garam desa Pandan, kecamatan Gakis, Pamekasan, Madura, menolak untuk membayar sewa lahan garam yang sudah digarap sejak 2002.  Petani garam ?  Apakah benar garam itu ditanam ?  Bukankah petani itu pekerjaannya bertani, menanam tanaman pangan atau paling tidak bercocok tanam entah tanaman berumur pendek atau berumur panjang.  Kenapa tidak disebut saja produsen atau perajin  garam rakyat alih-alih petani garam.

Tebang Pilih

Mohon diperhatikan satu kalimat dan dua judul berita berikut :
1. Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri mengimbau agar pemerintah tidak tebang pilih dalam memberantas korupsi.

2. Polisi Janji Tak Tebang Pilih Usut Kasus di SMA 6

3. Pemanenan kayu dalam Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia.

Pada dua kalimat pertama orang Indonesia pada umumnya sudah maklum bahwa tebang pilih yang dimaksud adalah pilih bulu atau pilih kasih.  Jangan pilih bulu atau jangan pilih kasih dalam memberantas korupsi, siapapun yang terbukti korupsi harus dihukum.

Kalimat ketiga menyangkut teknis kehutanan di Indonesia.  Ada satu sistem penebangan hutan yang disebut Sistem Tebang Pilih dan Tanam Indonesia.   Tebang pilih dilakukan dengan tujuan mulia agar hutan tidak gundul.

Istilah tebang pilih milik komunitas Kehutanan mulai tenar sejak 1970an dengan munculnya istilah Tebang Pilih Indonesia.  Konotasi tebang pilih dalam dunia kehutanan adalah positif, untuk melestarikan hutan bila dijalankan dengan benar.  Akhirnya tebang pilih kehutanan kalah populer dibanding tebang pilih para politisi yang berkonotasi negatif.  Tebang pilih telah turun pangkat bahkan telah dikudeta, karena para politisi dan wartawan kerapkali menggunakannya untuk menyoroti kasus korupsi.   Bahasa memang selalu berkembang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 10 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 10 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 11 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: