Kata lebaran tentu sudah sering kita dengar dan ucapkan, bahkan tidak terasa kalau sebentar lagi kita akan berlebaran. Tetapi, tahukah Anda asal usul kata lebaran tersebut? Saya yakin Anda semua tidak tahu jawabannya, begitu pula dengan saya.
Hingga kini, asal usul kata lebaran memang masih simpang siur, karena belum ada kepastian dari para ahli bahasa. Selama ini, jawaban dan pejelasan yang ada mengenai asal usal kata yang sangat akrab di telinga ini cenderung spekulatif, tidak didasarkan pada referensi yang jelas, dan terlalu banyak versi, sehingga belum ada kepastian yang jelas.
Sebagian orang mengatakan kalau kata lebaran berasal dari bahasa Jawa ngoko, yakni kata lebar/wes bar/wes bubar yang artinya selesai−melaksanakan ibadah puasa. Kalau dipikir-pikir memang masuk akal juga, tetapi masalahnya orang Sumatera Utara juga mengaku kalau kata lebaran berasal dari sana. Selain itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang selama ini menjadi rujukan tidak ada penjelasan apakah kata lebaran merupakan kata dasar atau kata yang terbentuk setelah mengalami penambahan imbuhan (-an).
Orang Jawa sendiri kenyataannya jarang menggunakan istilah lebaran saat Idul Fitri. Mereka lebih sering menggunakan istilah sugeng riyadin sebagai ungkapan selamat hari raya Idul Fitri. Kata lebaran justru lebih banyak digunakan oleh orang Betawi dengan pemaknaan yang berbeda. Menurut mereka, kata lebaran berasal dari kata lebar yang dapat diartikan luas yang merupakan gambaran keluasan atau kelegaan hati setelah melaksanakan ibadah puasa, serta kegembiraan menyambut hari kemenangan dan bersilaturahmi dengan karib kerabat.
Ketidakpastian asul usul kata lebaran terus berlanjut ketika ada yang beranggapan kalau kata tersebut berasal dari kata lebur−hari di mana dosa-dosa telah melebur/diampuni. Kalau dipaksakn memang masuk akal juga, namun sayangnya, seperti yang sebelum-sebelumnya pemaknaan ini tidak didasarkan pada referensi etimologi (ilmu asal kata) yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Mencari asul usul kata lebaran yang sebenarnya memang akan membuat kita semakin bingung. Tetapi biarlah itu menjadi urusan para ahli linguistic (bahasa) dan kantor Pusat Bahasa−mungkin perlu ada penelitian ilmiah untuk mengungkap asal-usul kata lebaran. Yang terpenting buat kita, lebaran adalah hari untuk berbahagia dan bersukaria, mengenakan pakaian baru dan menikmati segala rupa makanan dan minuman yang lezat, merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, berkumpul bersama keluraga di kampung halaman, serta bersilaturahmi dengan sanak keluarga, sahabat dan handai tauland.
***
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah Mohon Maaf Lahir dan Batin
Dari berbagai sumber
Rutinitas masyarakat urban biasanya berkutat di meja kantor. Dari situ, banyak cerita menarik dan inspiratif
