Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Mahfudz Tejani

Seorang Yang Nasionalis… Yang sedang mencari tujuan hidup di Kuli Batu Republik Indonesia (KBRI) Kuala selengkapnya

Huruf Pegon : Di Antara Indonesia dan Malaysia

OPINI | 01 July 2011 | 00:35 Dibaca: 1083   Komentar: 44   4

Huruf-huruf Pegon atau Jawi ( pic by wikipwedia.org)

Huruf-huruf Pegon atau Jawi ( pic by wikipwedia.org)

Huruf  Pegon adalah huruh Hijaiyah (Arab) yang telah di bakukan dan di ubah penulisannya  ke dalam beberapa bahasa di kepulauan Nusantara. Huruf-huruf ini berkembang dan masih di pakai di Malaysia, Thailand Selatan (Pattani), Singapura, Brunei Darussalam, Filipina Selatan (Moro dan Mindanau) dan Indonesia. Huruf pegon ini di kenali sebagai Huruf Jawi di Malaysia, Sedangkan kalau di Madura lebih di kenali sebagai Huruf Gundhul, Karena meniadakan Syakal (tanda baca) dalam penggunaan serta penulisannya.

Huruf Pegon ini di pakai di kepulauan Nusantara di perkirakan seiring dengan masuknya agama Islam ke Nusantara. Ada penambahan huruf/konsonan yang tidak terdapat di dalam bahasa Arab, modifikasi tersebut dinamakan huruf  Jati Arab Melayu. Penambahan itu di antaranya  seperti :

  1. Konsonan CA, menggunakan huruf Jim dengan di tambah titiknya menjadi 3.
  2. Konsonan PA, mengambil huruf Fa’ dengan di tambah titiknya menjadi 3.
  3. Konsonan NGA, menggunakan huruf A’in dengan menambah 3 titik di atasnya.
  4. Konsonan NYA, menggunakan huruf Tsa’ dengan menambah titknya menjadi 3.
  5. Konsonan GA, Mengambil huruf Kaf dengan menambah 1 titik di atasnya.

Pemeliharaan huruf  Pegon/Jawi di Malaysia sangat berbeda dengan dengan di indonesia. Pemerintah Malaysia sangat komited dalam menjaga keberadaan huruf-huruf tersebut. Diantarany adalah Huruf Jawi sudah di pelajari sejak SD lagi dan merupakan mata pelajaran yang di wajibkan pada pelajar muslim,  Setiap nama jalan pasti diselingi dan di tulis juga dalam huruf pegon, Nama-nama gedung instansi pemerintah seperti Bank, sekolah atau bangunan milik pemerintah biasanya di tulis juga dalam huruf pegon dan setiap keterangan barang kemasan/pack pasti di tulis juga dalam huruf pegon. Bahkan surat kabar harian Kosmo menyisipkan tabloid dalam bentuk huruf pegon.

Huruf Pegon dalam Uang-uang Malysia ( by yahoo)

Huruf Pegon dalam Uang-uang Malysia ( by yahoo)

Sedangkan di Indonesia, umumnya penggunaan huruf  Pegon hanya di pakai di daerah pesantren-pesantren salaf dan Madrasah saja. Di kampung saya di Madura, penggunaan Bahasa Madura dalam bentuk huruf pegon masih ada dan berlaku sampai saat ini. Namun hanya dalam kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Ibtidaiyah, diniyah dan Aliyah saja. Juga dalan Komunitas pesantren di Madura masih menggunakan huruf  Pegon untuk memahami teks-teks Arab dan menterjemahkan kitab-kitab kuning saja.

Kegiatan belajar dan Mengajar di Madrasah ( by Libforall.org)

Kegiatan belajar dan Mengajar di Madrasah ( by Libforall.org)

Sayangnya sekarang huruf Pegon kurang dikenali dan di pergunakan oleh masyarakat luas. Padahal sejarah mencatatkan di kepulauan Nusantara pada waktu dulu, Huruf pegon di pergunakan secara meluas oleh para penyampai Agama Islam, Ulama, Kerajaan Islam, penyair, pedagang bahkan para politikus.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

[Cermin] Tentang Keimanan …

Meta Morfillah | 7 jam lalu

Mewujudkan Independensi Mahkamah Agung dalam …

Zulkifli Muhammad | 8 jam lalu

Nikmatnya Berwisata Sambil Berdinas …

Dizzman | 8 jam lalu

Menyoal “Kurtilas Terancam Gagal” …

Dede Taufik | 8 jam lalu

“Off the Record” …

Ronny Wijaya | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: