Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Hireka Eric

Hello! Keep updated with my posts on Blogger, hirekaeric.blogspot.com

Bunyi Sengau Prancis Bukanlah Konsonan ‘ng’

OPINI | 11 May 2011 | 07:05 Dibaca: 1426   Komentar: 4   1

Bahasa Prancis itu, kata orang, seksi. Apa sebabnya? Pertama, bunyi sengaunya dan, kedua, lafal huruf R-nya. Oke, oke, sebenarnya kedua ciri tersebut bukan milik bahasa Prancis sendirian (vokal sengau juga muncul di bahasa Portugis, sedangkan lafal huruf R Prancis juga ditemukan di beberapa dialek Jerman), tetapi kedua hal itu yang biasanya langsung terbersit kalau orang ditanya demikian.

Nah, ngomong-ngomong soal bunyi sengau (lafal huruf R akan dibahas kali lain), ada satu masalah di sini: Jika saya bertanya, “Bagaimana cara menghasilkan bunyi sengau?“, saya percaya sebagian besar pemelajar bahasa Prancis di Indonesia akan menjawab, “Tambahkan ‘ng‘ di akhir suku kata yang berakhiran m atau n.” (ng seperti pada kata kucing, senang, tolong, dll.)

Sesederhana itukah?

Perbedaan les voyelles orales dan les voyelles nasales

Perbedaan les voyelles orales dengan les voyelles nasales

Awalnya, saya juga beranggapan begitu. Baca saja buku-buku belajar mandiri bahasa Prancis yang tersedia di banyak toko buku, terutama yang penerbitnya abal-abal. Beberapa dari mereka menaruh konsonan ‘ng’ dalam transkripsi fonetis. Bahkan, buku Rahasia Wine karya Yohan Handoyo terbitan GPU juga tidak luput: Pada halaman petunjuk lafal, istilah seperti Coq au Vin ditulis kokoveng dan Sauvignon Blanc ditulis sovinyongblang.

Namun, tidak butuh waktu lama bagi saya untuk meragukan pandangan umum ini. Di minggu-minggu pertama belajar bahasa Prancis, saya penasaran akan lafal cinq (artinya: lima) yang tepat. Lafalnya pasti bukan sengk, karena jelas-jelas berbeda dengan apa yang diulang-ulang oleh stasiun televisi TV5Monde (tevesengkmongd /teveseŋkmoŋd/ ??).

Berkat Wikipedia dan YouTube, saya pun akhirnya mengetahui bahwa bunyi sengau Prancis bukanlah konsonan ‘ng’ [ŋ]. La voyelle nasale, c’est pas la consonne [ŋ] ajoutée à la fin d’une syllabe. Bahkan, secara ekstrem bisa dikatakan bahwa kata-kata Prancis tidak memiliki bunyi ‘ng’ [ŋ].

Jadi, seperti apakah bunyi sengau Prancis?

Mulai dari sini penjelasan akan menjadi rinci. Peralatan yang saya gunakan adalah International Phonetic Alphabet (IPA). Kamu siap? Ayo mulai.

  1. Ada dua jenis bunyi: bunyi oral dan bunyi sengau/nasal (nasal sound). Bunyi sengau/nasal terdiri atas dua: (1) vokal nasal dan (2) konsonan nasal.
  2. Konsonan nasal dalam Bahasa Indonesia ada 4, yaitu yang muncul ketika kita melafalkan huruf m [m], n [n], ng [ŋ], dan ny [ɲ]. Masing-masing konsonan memiliki nama teknis, namun saya tidak akan menuliskannya supaya artikel ini tetap terasa ringan.
  3. Maksud bunyi sengau itu apa, sih? Mudahnya, dalam produksi bunyi sengau, udara dikeluarkan melalui hidung. Cara mengetahuinya bagaimana? Cobalah bergumam ‘mmm…’, ‘nnn…’, ‘ng…’, atau ‘ny…’ . Lalu, tutuplah lubang hidungmu rapat-rapat. Apakah kamu masih bisa bergumam? Sangat sulit dilakukan, bukan? Itu artinya, pada konsonal nasal, udara melintasi saluran hidung, alih-alih mulut. Bandingkan ketika kamu mengucapkan vokal oral berikut: ‘aaa… eee… iii… ooo… uuu…’. Sekalipun lubang hidung ditutup, kamu tidak akan mengalami kesulitan mengucapkannya.
  4. Nah, sekarang vokal nasal. Bahasa Indonesia secara teori tidak mengenal vokal nasal. Jadi, maklumlah transkripsi fonetis untuk vokal nasal bahasa Prancis sering tidak akurat. Dalam bahasa Prancis, ada 4 vokal nasal: [ɑ̃], [ɛ̃], [œ̃], dan [ɔ̃].
  5. Bagaimana contoh bunyi vokal nasal itu? Coba ucapkan vokal oral [ɑ] (broad A) dalam kata father. Setelah itu, sengaukan; artinya, “naikkan” suara melalui hidung. Jika berhasil, maka ketika lubang hidung ditutup (seperti pada no. 3), bunyi vokal nasal [ɑ̃] akan sulit diucapkan. Nah, bunyi itulah yang akan dipakai kala orang Prancis berkata France /fʁɑ̃s/, dan bukan /fraŋs/.
  6. Meski begitu, kita tetap butuh materi audio-visual. Sungguh, tidaklah mangkus jika saya memerikan keempat vokal nasal tsb. dengan kata-kata saja. Untuk itu, kunjungilah halaman YouTube ini.  Profesor linguistik ini tahu persis bagaimana cara memproduksi vokal nasal (dan fonem lain dalam bahasa Prancis) dengan tepat.

Setelah berlatih beberapa lama, seorang pemelajar bahasa Prancis harus bisa melafalkan kata dan frasa  ini dengan sempurna:

  1. Un bon vin blanc diucapkan /œ̃.bɔ̃.vɛ̃.blɑ̃/ dan bukan angbongvengblang /aŋ.boŋ.veŋ.blaŋ/ (arti: anggur putih yang enak)
  2. Cinquante et un diucapkan /sɛ̃.kɑ̃.te.œ̃/ dan bukan sengkangteang /seŋ.kaŋ.te.aŋ/ (arti: lima puluh satu)
  3. Intention diucapkan /ɛ̃.tɑ̃.sjɔ̃/ dan bukan engtangsyong /eŋ.taŋ.sjoŋ/ (arti: maksud, tujuan)

Selamat berlatih. Bon courage!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Rilis UNDP: Peringkat Pembangunan Manusia …

Kadir Ruslan | | 25 July 2014 | 15:10

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 5 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 9 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 10 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: