Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Ahmad Imam Satriya

mencintai 3 wanita cantik Rizka, Adzra dan Rania

Bisakah Anak Umur 2 Tahun Belajar Bahasa Inggris?

OPINI | 04 May 2011 | 18:36 Dibaca: 774   Komentar: 0   0

Bisakah anak umur 2 tahun belajar bahasa Inggris?

Ada teman saya bertanya kepada gurunya les bahasa Inggris anaknya, “apakah anak saya yang baru berumur 2 tahun sudah mulai dapat belajar bahasa Inggris?”

Guru: Menurut teori, bisa, jika ibunya berbahasa Inggris.

Teman : Ada yang bilang belajar bahasa ibu itu di bawah sadar, sedangkan belajar bahasa asing di atas sadar, nah apakah anak 2 tahun sudah dapat belajar di atas sadar?

Guru: Menurut saya bisa, asal ibunya berbahasa Inggris juga, jadi masuknya ke dalam lingkup bawah sadar bukan atas sadar, berarti pemerolehan, bukan pembelajaran.

Teman: Lho jadi segampang itukah?

Guru: Iya, cuma, kan yang bermain sama anak kan bukan cuma ibunya. Jadi faktor lingkungan sekitar juga pengaruh. Juga psikologi. Asal semuanya berbahasa Inggris bisa saja.

Teman: o begitu, kalo begitu, nanti dia sekolah dimana ya? Kalo internasional, pasti mahal kan?

Guru: belajar di sekolah biasa aja bu, biar bahasa Inggrisnya bagus nilainya.

Teman: Lho tapi nanti belajarnya kan pakai bahasa Indonesia, ga dapet ilmu dong! terus gimana?

Guru: (pak guru termenung) Belajar bahasa Indonesia aja bu, kan disini lingkungan sekitar bahasanya bahasa Indonesia, belajarnyapun bahasa Indonesia.

Teman: Tapikan ga keren. nanti ga bisa seperti anak dari negara lain yang sudah bisa berbahasa Inggris.

Guru: Iya bu, tapi anak ibukan anak Indonesia yang punya bahasa, bahasa Indonesia. Coba liat negara asia afrika yang pakai bahasa Inggris, curat marut, ga jelas karakter dan cirinya. Dulu dijajah, sekarang dijajah juga, walau cuma dijajah bahasa. Mending jadi orang Indonesia kemana-mana bu, bahasanya jelas, karakternya jelas.

Teman: Iya ya

Orang Indonesia berbanggalah dengan bahasa Indonesia, karena itu ciri yang kita punya. Jangan terpesona oleh negara lain yang berbahasa Inggris, karena bisa jadi sesungguhnya mereka tidak mengerti karakter mereka sendiri. Jangan sampai bahasa kita menjadi hiasan museum suatu hari nanti. Semoga semakin banyak orang yang berbahasa Indonesia. Amin.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: