Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Rahmad Nuthihar

ada untuk belajar, menghargai hidup

Belajar Bahasa Aceh

OPINI | 29 April 2011 | 04:20 Dibaca: 1307   Komentar: 6   0

salah satu provinsi yang terletak di ujung sumatera, terdapat 23 kabupaten. ternyata terdapat beragam bahasa, di antaranya bahasa aceh, jamee, gayo, alas, dan lainnya. hingga saat ini belum banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak untuk di kembangkan lebih lanjut. penelurusan bahasa tersebut hanya dilakukan oleh beberapa mahasiswa yang sedang  mempersiapkan tugas akhir dalam menempuh pendidikan di universitasnya berupa dalam lembaran kertas yang tebal (Skripsi).

bahasa aceh

Pada kehidupan sehari - hari, Bahasa Aceh ini sendiri juga dibagi lagi pada tatanan dialek. dalam pengucapannya bisa dibedakan antara komunitas penduduk satu dan lainya. bukti konkret bisa kita temukan antara dialek Aceh Barat, dengan Aceh Besar pengucapanya sendiri berbeda. contoh kalimat dalam bahasa indonesia ” mata bengkak” di Aceh Barat dikatakan dengan ( kemong mata ) sedangkan dalam dialek Aceh Besar dikatan ( kemong matee). ironinya banyak masyarakat yang salah menafsirkan arti diantara kedua dialek tersebut. namun pada hakikat itu sendiri masih pada tataran semantik yang sama.

sebuah buku yang diterbitkan oleh  salah seorang dosen pada pogram studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, mengemukakan kira - kira terdapat 7 dialek  di provinsi Aceh ini. tersebutlah didalamnya antara lain, dialek Aceh Barat, Aceh Selatan ( hampir sama walau ada penambahan intejeksi pada pengucapannya), Aceh Besar, Aceh Jaya ( hanya minoritas spesifiknya di Pemungkiman Lamno). Pidie, Aceh Utara, Kota Sabang.

data tersebut hanya hasil statistik yang dilakukan beberapa tahun yang lalu, hingga sekarang ini belum bisa dipastikan dengan jelas beberapa dialek yang berkembang di provinsi Aceh ini, Apakah telah bertambah atau berkurang dikarenakan pengaruh waktu sendiri. Penyeberannya sangat luas sehingga sulit untuk di data satu per satu, terbukti dengan jumlah penduduk aceh saat ini adalah 218,086,388 jiwa (sumber http://www.datastatistik-indonesia.com/component/option,com_tabel/kat,1/idtabel,116/Itemid,165/).

kelestarian

Pada pembelajaran di sekolah - sekolah bahasa Aceh sendiri tidak pernah di pelajari di kurikulum sekolah, mungkin hanya didapatkan pada jenjang pendidkan tingkat lanjut (S-1). kelestariaanya tidak pernah dijaga dan banyak asumsi yang mengatakan bahwa bahasa aceh, akan hilang dan tidak akan digunakan lagi oleh komunitas masyarakat aceh. peran pemerintah harus ambil andil menyangkut kelestarian ini, belum lagi banyak karya sastra dalam bahasa aceh yang telah lenyap di aceh.

1304007586869998234Mahasiswa FKIP Unsyiah

Tags: telkomsel

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 6 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 7 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 7 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Gas Elpiji 12 Kg dan Elpiji non subsidi …

Asep Wildan Firdaus | 7 jam lalu

Wow! Demi Cinta, Wanita Ini Tinggalkan …

Handarbeni Hambegja... | 7 jam lalu

Sempol, Desa Eropa di Kaki Gunung Ijen …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Memangnya di Sorga Ada Apa?? …

Fenusa As | 8 jam lalu

Menikmati Penyakit Hati …

Orang Bijak Palsu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: