Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Eddy Roesdiono

'S.C'. S for sharing, C for connecting. They leave me with ampler room for more selengkapnya

Bahasa Indonesia di Lidah Bule

OPINI | 27 April 2011 | 13:37 Dibaca: 773   Komentar: 6   0

Saya terkekeh membaca tulisan kompasianer Gustav Kusno http://hiburan.kompasiana.com/humor/2011/04/25/bahasa-inggris-suka-suka-gua/

Bahasa Inggris memang suka disuka secara suka-suka; terdengar dan terlihat seperti bahasa Inggris, ternyata salah kaprah dan malah mengundang geli.

Bagaimana dengan bahasa Indonesia suka-suka yang diucapkan atau ditulis non-penutur asli Indonesia? Ternyata setali tiga uang, alias sama saja, terutama bagi kita yang rata-rata terhibur bila melihat kesalahan orang.

Selain mengajar bahasa Inggris untuk orang Indonesia, saya juga adalah seorang pengajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Struktur tatabahasa Indonesia yang berbeda di tangan dan lidah penutur asing berpotensi menyulut ledakan tawa. Ambil contoh ini : Zane, pelajar bahasa Indonesia asal Amerika di bawah bimbingan saya, yang baru menekuni bahasa Indonesia kurang dari sebulan, kirim sms pada Rini, cewek Indonesia yang sedang ditaksirnya. Rini, yang juga murid bahasa Inggris di sekolah saya menunjukkan sms Zane pada saya. Begini bunyinya : ”Saya panggilan saudara nama di saya tidur semua malam”.

Rini tidak faham maksud Zane.

Lalu saya bilang. ”O, itu dia mau bilang : ”I call your name in my sleep all night

Perihal ’bahasa Indonesia semau dia’ itu banyak juga saya alami ketika mengajar Bahasa Indonesia pada program SEASSI (South East Asian Summer Studies Institute) di University of Washington, AS, tahun 1992 lalu. Suatu saat seorang siswi, Gabrielle Goodman minta ijin hari itu untuk tidak masuk kuliah. Katanya, “Saya mau mempunyai bagian tubuh saya yang paling swasta diperiksa”. Setelah direnung, ternyata ia mau bilang, “I am going to have the most private part of my body checked”, alias mau periksakan ‘kewanitaannya’ ke dokter.

Stephen Branchwater lain lagi. Ia minta ijin keluar sebentar dari ruang kuliah, “Kaleng saya pergi luar satu menit?”. Ya, itu terjemahan per kamus dari, “Can I go out for a minute?”. Di kamus Indonesia – Inggris, ‘can’ juga bisa berarti ‘kaleng’.

Bunyi juga sering menimbulkan masalah, terutama bila ada huruf ‘g’ atau ‘ny’ : mengganggu, menyanyi, nyenyak. Walhasil, ketika memberi contoh sebuah kalimat, siswi bernama Sarah Miller bilang “Tadi malam saya jalan-jalan mencari anjing”. Ternyata, yang dimaksud ‘anjing’ adalah ‘angin’. Sarah pula yang sering bikin saya tersenyum-senyum ketika berulang-ulang ia bilang ‘bedes’ (monyet dalam bahasa Jawa), ketika mengatakan, “Saya tidak suka pedas”—Saya tidak suka bedes’.

Susunan kata juga bikin ribet. Jangan heran kalau pelajar bule bilang, “Saya tidak pikir itu betul” untuk menterjemahkan “I don’t think it’s right”, yang dalam bahasa Indonesia biasa diucapkan “Saya pikir itu tidak betul

Tapi tak selamanya yang salah-salah itu jadi bahan tertawaan.  Keseleo lidah atau salah ucap seringkali bawa berkah. Cinta Laura makin populer karena ‘mana hujan gak ada odzek, betchek!

Salah ucap atau melebai-lebaikan ucapan juga digemari banyak orang : akyu bertemyu teman-temankyu…..

Sudah ah, melihat kamu lebih terlambat (see you later!)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Burung tentang Bandung: Superhero …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 14:15

Ikhlas, Kunci Ibu Bisa Bahagia …

Sekar Sari Indah Ca... | | 20 December 2014 | 13:33

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Mazagran: Lahir dari Perang, Lalu …

Kopi Keliling | | 20 December 2014 | 13:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 6 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 7 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 8 jam lalu

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: