Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Fandi Sido

Humaniora dan Fiksiana mestinya dua hal yang bergumul, bercinta, dan kawin. | @FandiSido

Beda Kosong Beda Nol

OPINI | 10 April 2011 | 08:21 Dibaca: 965   Komentar: 42   7

Ilustrasi (freefoto.com)

Ilustrasi (freefoto.com)

Penyebutan angka “0″ (nol) di berbagai media audiovisual bahkan beberapa percakapan langsung seringkali dilakukan secara keliru.

Hingga hari ini masih banyak media televisi dan radio di Indonesia yang nampaknya belum paham penyebutan angka “0″ (nol) sehingga mereka menyamakannya dengan “kosong”. Contoh yang paling sering dijumpai adalah pengucapan nomor telepon genggam yang mengandung angka nol.

Contoh:

Sebuah iklan berbunyi: Segeralah memesan unit rumah Anda sendiri. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi 081242756980.

Masih banyak yang keliru dengan mengucapkan nomor telepon tersebut dengan: kosong-delapan-satu-dua-empat-dua-tujuh-lima-enam-sembilan-delapan-kosong.

Menyebut angka “0″ sebagai “kosong” secara terminologi definisi kata Bahasa Indonesia tidak tepat. Alasannya? Jelas sekali karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “kosong” diartikan sebagai:

1 tidak berisi: peti — itu rupanya menjadi sarang tikus; 2 tidak berpenghuni: rumah itu sudah lama –; 3 hampa; berongga: batang kangkung itu — di dalamnya; 4 tidak mengandung arti: dia menerima tangan saya dng sikap dingin dan pandangan yg –

Tidak ada satupun definisi “kosong” dalam KBBI yang merujuk pada penyebutan angka.

Ini berarti, jika¬† seseorang mendiktekan nomor telepon 081242756980 dengan lafal: “kosong-delapan-satu-dua-empat-dua-tujuh-lima-enam-sembilan-delapan-kosong“, maka

untuk ditulis kemudian, maka hasil tulisannya seharusnya:

[ ]8124275698 [ ], dengan “[ ]” membenarkan kata vokal “kosong”.

Berbeda jika angka “0″ tersebut dilafalkan sesuai namanya, yaitu “nol“, maka menjadi tepat jika dituliskan 081242756980.

Ini berarti, setiap penyebutan angka “0″ dalam deretan angka tertentu yang benar adalah dengan kata “nol”, bukan “kosong”. Sama halnya dalam Bahasa Inggris. Angka “0″ dilafalkan sebagai “zero” atau “ou” yang diadaptasi dari huruf “O”, bukan “empty” yang mewakili “kosong”. Ironisnya, lembaga-lembaga penyiaran nasional baik teve maupun radio masih sering melakukan kesalahan ini.

Masih banyak kesalahan penggunaan bahasa ucap maupun tulis dalam komunikasi kita sehari-hari. Semoga beberapa informasi di atas bisa memperbaiki pola pahasa vokal dan tulis kita agar tidak dicap sebagai Bangsa yang tidak mengenal bahasanya sendiri dengan baik. Terima kasih.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 9 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 12 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pompadour …

Yulian Muhammad | 7 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 7 jam lalu

Celotehan Kalbu …

Sidik Irawan | 8 jam lalu

Sudah Puaskah dengan BPJS? …

Ayu Novi Kurnia | 8 jam lalu

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: