Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Penulisan “di-” sebagai Awalan dan Kata Depan

REP | 23 March 2011 | 20:32    Dibaca: 18619   Komentar: 17   3

Pernahkan kita memperhatikan “di-” pada tulisan-tulisan kita? Jika kita membaca tulisan-tulisan yang ada di kompasiana, kita bisa menemui “di-” yang disambung dengan kata berikutnya, ada pula yang dipisah. Kapan kita harus menyambung atau memisah “di-”? Jawabannya tergantung kedudukan “di-” pada kalimat itu.

Pertama,  “di-” sebagai awalan atau imbuhan ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Kedua, “di” sebagai kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Kita ambil contoh dari postingan teman-teman kompasioner:

1.

Aria8 pada postingan berjudul Bekam Pengobatan Alternatif (20/03/11):

“Pengobatan alternatif yang di ajarkan Rasullullah telah dikembangkan secara profesional di suatu Klinik Pengobatan  di Denpasar.”

di ajarkan = “di-” ini sebagai awalan yang menunjukkan kata kerja pasif ditulis serangkai dengan kata dasarnya, jadi yang benar ditulis diajarkan.

dikembangkan = “di-” ini juga sama sebagai imbuhan, ditulis serangkai menjadi  dikembangkan. Ini sudah benar.

di suatu = “di-” di sini sudah tepat penulisannya terpisah dengan kata yang mengikutinya karena berkududukan sebagai kata depan.

di Denpasar = “di-” di sini sudah tepat penulisannya terpisah sebagai kata depan.

Jadi penulisan kalimat di atas yang tepat sebagai berikut:

“Pengobatan alternatif yang diajarkan Rasullullah telah dikembangkan secara profesional di suatu Klinik Pengobatan  di Denpasar.”

2.

Ahmad Jayakardi pada postingan berjudul 3 Penyanyi Indonesia Bersuara Indah (21/03/11):

“Saya menyebutnya secara khusus sebagai “penyanyi” yang bukan “vocalist“, karena akan dikaitkan dengan posisi disebuah band.”

dikaitkan = “di-” sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Ini sudah benar.

disebuah = “di-” sebagai kata depan yang menyatakan tempat, ditulis terpisah: di sebuah.

Jadi penulisan kalimat di atas yang tepat sebagai berikut:

“Saya menyebutnya secara khusus sebagai “penyanyi” yang bukan “vocalist“, karena akan dikaitkan dengan posisi di sebuah band.”

—o—

Bumi Ngapak-ngapak

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Syifa Annisa, Mahasiswi Penderita Glukoma …

Pepih Nugraha | | 29 May 2015 | 18:48

Noken yang Mendunia …

Ignas Ona | | 29 May 2015 | 14:30

Warga Tanakeke Mencoba Berdaya di Tangan …

Mustam Arif | | 29 May 2015 | 16:01

Padang Mangateh, New Zealand-nya Ranah …

Akbarmuhibar | | 30 May 2015 | 02:17

“Jempolan!” Siswa SMK Yayasan …

Asep Rizal | | 29 May 2015 | 22:25


TRENDING ARTICLES

Gagal Jadi Mualaf …

Yo | 15 jam lalu

Managerial Meeting Berlangsung Alot, Timnas …

Af Yanda | 17 jam lalu

Nasib Pelapor Beras Plastik …

Pical Gadi | 17 jam lalu

Petral Ternyata Tidak Berdosa, Bukan Sarang …

Asaaro Lahagu | 17 jam lalu

Gambar Cibiran terhadap FIFA Meramaikan …

Ardiansyah | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: