Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Komposisi Karya Prof.Dr.Gorys Keraf

OPINI | 25 November 2010 | 01:02 Dibaca: 3201   Komentar: 0   0

“Komposisi” yang di karang oleh Prof.Dr Gorys Keraf,  menjelaskan bagaimana tehnik seorang penulis dalam melengkapi sebuah karyanya.Di butuhkan beberapa hal yang perlu di cermati seperti: pengumpulan data, Kutipan dan footnote. Tiga  hal penting ini bisa anda temukan di bab VII dan bab VIII.

Pengumpulan data bisa dilakukan dengan cara wawancara kepada narasumber langsung atau kepada setiap golongan orang yang berkenaan dengan kebutuhan  informasi sang penulis.Observasi atau pengliahatan langsung juga mengajak penulis untuk bisa melihat lebih dekat pada fakta yang terjadi di lapangan dan tehnik ini juga dapat membantu mata dan hati lebih peka sehingga sang penulis mampu menganalisa perkembangan sebuah objek dengan pasti

Penelitian pustaka sebagai langkah penting dalam membuat sebuah karangan di tentukan sesuai kebutuhan si penulis. Semakin banyak sumber yang di dapat, penulis akan mampu melihat dan mengarahkan maksudnya dengan tajam. Kritis, analogi, komparasi, akan beralasan ketika sumber yang akan di dapat memiliki variasi yang kompeten (buku katalogus, indeks majalah,indeks harian, kamus umum, ensiklopedia umum, dan buku referensi lainnya)

Mengutip adalah suatu hal yang tidak akan pernah terlepas dalam hal pembuatan tulisan oleh sebab itu aturan mengutip sangat di tekankan untuk menghindari plagiatisme yang bisa saja terjadi. Kutipan dibedakan menjadi dua yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Prinsipnya dalam mengutip yaitu : jangan mengadakan perubahan, tidak boleh memperbaiki langsung kesalahan dalam kutipan tapi harus menggunakan sic! Untuk pembetulan, dan juga tidak boleh menghilangkan bagian bila itu mengubah makna aslinya. Menempatkan tanda kutipan menunjukkan jati diri penulis terhadap pendapat yang dikutip

Contohnya

Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3). ( Contoh kutipan Langsung 1# )

——————————————————-

Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. ( Contoh kutipan Langsung 2# )

——————————————————–

Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara 1 ( Contoh kutipan Langsung 3# )

Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis. ( Contoh kutipan Tidak Langsung 1# )

——————————————————-

Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis (Keraf, 1983:3). ( Contoh kutipan Tidak Langsung 2# )

——————————————————-

Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis1). ( Contoh kutipan  Tidak Langsung 3# )

Contoh di atas jelas bisa di bedakan kutipan langsung dan tidak langsung. Selanjutnya di dalam Bab VIII membahas tentang Footnote/catatan kaki. Catatan kaki (footnote) adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

Penulisan Footnote

1. Nama belakang penulis, Judul buku, (tempat : Penerbit, Tahun), Halaman.

2. Nama belakang penulis, “Judul artikel”, dalam nama surat kabar,

tanggal, bulan, dan tahun, Halaman.

3. Nama belakang penulis,”Judul Makalah”, Data publikasi, Halaman.

4. Nama belakang penulis, “Judul Laporan Tugas Akhir”, (Tempat:

Nama Perguruan Tinggi, Tahun), Halaman.

5. Nama belakang penulis,”Judul Skripsi / Tesis / Disertasi” ,

(Tempat:Nama Lembaga/Perguruan Tinggi), Halaman.

6. Nama belakang pengarang,”Judul Artikel”, dalam alamat website.

Dalam mengutip juga terdapat singkatan-singkatan, antara lain: ibid (ibidem-pada tempat yang sama) digunakan jika catatan kaki mengutip pada sumber yang telah digunakan sebelumnya, op.cit (opera citato- pada karya yang telah dikutip) digunakan untuk kutipan yang sumbernya sudah digunakan tapi diselingi sumber lain.

Bibliografi (daftar kepustakaan)

Merupakan sumber yang nantinya hurus di cantumkan di akhir lembar penulisan, nama belakang,tempat, penerbit, dan tahun di atur penulisannya sebagaimana yang sudah di tentukan

Contoh

1 pengarang: Valerie, Deleersnyder.Jakarta: Times. 2010.

2-3 pengarang:Valerie, Deleersnyder, dan Alexia,Noah. Jakarta: Times. 2010.

Banyak pengarang: Valerie, Deleersnyder, et el. Setiap orang. Jakarta: Times. 2010

Bibliografi di susun sesuai urutan alphabet di lihat dari huruf nama depan si pengarang atau judul artikel. Pengarang yang memiliki lebih dari satu buku tidak perlu di sebutkan lagi namanya, jarak antar baris 1 spasi, baris pertama dimulai dari margin kiri dan setelahnya dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan.

*Sumber: Keraf, Gorys. Komposisi. Ende: Penerbit Nusa Indah, 1994.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: